āAku tidak suka basa-basi. Siapa namamu?ā
āPanggil saja Leah.ā
āLeah? Nama yang menarik.ā
Wanita berambut panjang yang mengaku sebagai Leah itu hanya tersenyum menanggapi. Dia menyilangkan sepasang tungkainya dengan gerakan sensualāmenyingkap sebagian kulit paha yang halus, lantas mematikan puntung rokok miliknya di dalam asbak. Senyum lebar menghiasi sudut bibirnya yang dipolesi lipstik warna merah.
āAku punya nama samaran bagi profesiku. Anggap saja itu cara kami bekerja,ā komentar Leah lagi dengan sopan.
Pria tersebut kemudian mengangguk memberi respons. Dia kembali menyesap vodka-nyaāminuman beralkohol yang baru saja dia pesan beberapa menit laluādengan hati-hati. Pikirannya berkelana pada sesuatu yang menonjol di balik blus sutra lawan bicaranya.
āApa aku boleh menyebutmu Tuan Marco saja danāā
āBotticelli. Tuan Botticelli,ā tegas si pria itu tanpa balas memandang ke arah wanita cantik yang sedang menatapnya dengan sorot mata ālaparā.
āJadi, apa kita sepakat dengan harganya?ā
āNominal sama sekali bukan masalah. Aku akan memberi tarif yang pantas untuk pelayanan yang kau berikan. Aku selalu royal terhadap jalang-jalang sepertimu.ā
Leah tersentak dengan pernyataan di kalimat terakhir yang terdengar menghinanya. Dia memang pelacur, tetapi belum pernah ada yang secara terang-terangan menyebutnya serendah itu. Pria bernama Marco yang ada di hadapannya tersebut bercakap dengan lugasāterlalu objektif malah, sampai-sampai dia merasa jengah pada dirinya sendiri.
Marco bukan tipikal lawan jenis yang sering Leah temui. Pria itu berbeda, seolah-olah ada sesuatu dalam nada bicaranya yang menciptakan sensasi gentar di kedua lutut Leah sewaktu mereka melakukan interaksi. Sejenis sinyal peringatan bahwa dia merupakan orang yang harus dijauhi.
āBa-baiklah, Tuan Botticelli. Aku setuju,ā sahut Leah dengan terbata-bata.
āAkan ada seseorang yang mengurus uangnya untukmu. Kau hanya harus mempersiapkan dirimu sekarang.ā
āY-ya,ā balasnya sambil mengangguk.
Leah menyeka keningnya yang mendadak mengeluarkan keringat. Dia belum pernah merasa segugup itu sebelumnya. Pria mana pun yang akan menggunakan jasanya selalu bersikap kasual dan manis, tetapi Marco justru dingin dan penuh intimidasi.
Tatapan tajam Marco beralih pada aksi salah tingkah Leah yang membuang muka darinya. Pria itu menyipitkan mata, lantas berujar, āMengapa kau berperilaku seperti wanita yang baru mendapatkan mangsa untuk pertama kalinya?ā
āApa katanya? Mangsa? Apa dia pikir aku predator?ā batin Leah. Dia spontan berdeham-deham membersihkan tenggorokan sesaat sebelum memberikan jawaban. Leah menyisir ujung rambutnya dengan jemari, kemudian menggeleng dengan ragu.
Perasaan aneh tersebut refleks mengisi dada Leah dan mengingatkannya pada pengalaman āpertamaā yang masih belum cukup lama berlalu. Usianya akan genap dua puluh tahun bulan depan. Namun, sepak terjangnya dalam menggaet para pria berdompet tebal sudah tergolong mumpuni.
āA-aku hanya tidak sabar ingin memulainya denganmu.ā
Marco kemudian memberi kode pada salah satu bawahannyaāpria setinggi seratus-enam-puluh-lima senti dengan kumis tebal ituāuntuk mendekat. Dia memberi perintah dalam aksen Italia-nya yang kental. Detik berikutnya, Marco kembali mengunci tatapan pada Leah yang tengah membereskan kotak rokok ke dalam kantong rok kerutnya.
āIkutlah denganku sekarang.ā
Leah lagi-lagi hanya mengangguk. Keberaniannya menguap bersama seluruh kepercayaan diri yang sempat dia punya. Keadaan yang semula nyaman otomatis berubah menjadi serba canggung dan membuat langkahnya urung untuk mengekori pria bermata biru itu.
āAda apa?ā tegur Marco yang menangkap gelagat ganjil dari Leah.
āTi-tidak.ā
āAku bertanya padamu untuk yang terakhir kalinya. Apa kau siap melayaniku atauāā
/0/4797/coverorgin.jpg?v=9ada8bfc009f12823e1fc56e8a759670&imageMogr2/format/webp)
/0/5031/coverorgin.jpg?v=5068a0af7ca7dd176caaff44f56e7ac9&imageMogr2/format/webp)
/0/2950/coverorgin.jpg?v=e6fde5412209ff4274eb219e935df5e8&imageMogr2/format/webp)
/0/30078/coverorgin.jpg?v=605fe512585f24940f64d16c5861ecfe&imageMogr2/format/webp)
/0/20687/coverorgin.jpg?v=cd1175ed73971d72d14a9d65cc1c01ff&imageMogr2/format/webp)
/0/31211/coverorgin.jpg?v=c8939994647cac030a92407421f68b8c&imageMogr2/format/webp)
/0/8941/coverorgin.jpg?v=864f0f64058e93043a2b482f1d24aa7b&imageMogr2/format/webp)
/0/29581/coverorgin.jpg?v=cef77ef63ec72ae6bb83987cf0e7c459&imageMogr2/format/webp)
/0/4255/coverorgin.jpg?v=d6865889fd38bc0b03be21f4feff243b&imageMogr2/format/webp)
/0/10592/coverorgin.jpg?v=0893ac17885e413ccdd7cacd9d5cddaf&imageMogr2/format/webp)
/0/4508/coverorgin.jpg?v=3f1d61d85694c58aa544c0c81f79d567&imageMogr2/format/webp)
/0/7966/coverorgin.jpg?v=3b03f6cba1a16a2dffd7c69b5b9bf4a6&imageMogr2/format/webp)
/0/17221/coverorgin.jpg?v=b9ad6680c7d9af69bd74c67906ede212&imageMogr2/format/webp)
/0/14716/coverorgin.jpg?v=cba4b48322f0a2eef4d918fbf55885ae&imageMogr2/format/webp)
/0/12790/coverorgin.jpg?v=88b5588692e190dcd05549a1b03750fe&imageMogr2/format/webp)
/0/3017/coverorgin.jpg?v=8138d9ac22c664cafb2df6a655de06b5&imageMogr2/format/webp)
/0/4260/coverorgin.jpg?v=20250121182431&imageMogr2/format/webp)
/0/21232/coverorgin.jpg?v=6140b1f88a61e38796028c11b852018c&imageMogr2/format/webp)
/0/2978/coverorgin.jpg?v=c19a7ba9c7837074dbd7c16855abe86e&imageMogr2/format/webp)
/0/2170/coverorgin.jpg?v=2158f4c7583e99d746e1ea0ca0f0009e&imageMogr2/format/webp)