Yuki Shiota
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Yuki Shiota
The Betrayal
Romantis “Ya, apa sih? Kok elo harus minta maaf segala. Apa elo buat salah di belakang gue?”
“Iya Sil, sebenarnya gue ... gue ... ehmmm ... gue ssukaa ... sama Erga,” aku Malika berkata jujur, lalu ia menunduk penuh penyesalan.
Bagai tersambar petir, Silva pun tidak percaya apa yang baru saja ia dengar dari sahabatnya.
Malika, Shereen, dan Silva bersahabat, segala suka dan duka mereka lalui bersama. Namun, kini indahnya persahabatan sirna karena konflik percintaan di antara mereka. Seorang pria tampan bernama Erga hadir di tengah-tengah persahabatan mereka.
Hingga akhirnya masalah dan perdebatan bermula dari sini. Malika yang tiba-tiba menyukai Erga sampai pengakuannya kepada Erga dan Silva. Lalu Erga yang harus di hadapkan oleh pilihan yang sulit antara memilih Malika atau Silva? Sedang Shereen, apakah ia mampu menjadi penengah bagi hubungan mereka?
Bagaimanakah kelanjutan kisah persahabatan yang dibumbui oleh pengkhianatan?
Sumber Illustrasi by Canva Pro
Follow IG: @yenifri29 & @yukishiota29 Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.