searchIcon closeIcon
Batalkan
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dear Allah

Asal kalian puas

Asal kalian puas

titiktitikcahaya
Kedua orang yang memegangi ku tak mau tinggal diam saja. Mereka ingin ikut pula mencicipi kemolekan dan kehangatan tubuhku. Pak Karmin berpindah posisi, tadinya hendak menjamah leher namun ia sedikit turun ke bawah menuju bagian dadaku. Pak Darmaji sambil memegangi kedua tanganku. Mendekatkan wajahnya tepat di depan hidungku. Tanpa rasa jijik mencium bibir yang telah basah oleh liur temannya. Melakukan aksi yang hampir sama di lakukan oleh pak Karmin yaitu melumat bibir, namun ia tak sekedar menciumi saja. Mulutnya memaksaku untuk menjulurkan lidah, lalu ia memagut dan menghisapnya kuat-kuat. "Hhss aahh." Hisapannya begitu kuat, membuat lidah ku kelu. Wajahnya semakin terbenam menciumi leher jenjangku. Beberapa kecupan dan sesekali menghisap sampai menggigit kecil permukaan leher. Hingga berbekas meninggalkan beberapa tanda merah di leher. Tanganku telentang di atas kepala memamerkan bagian ketiak putih mulus tanpa sehelai bulu. Aku sering merawat dan mencukur habis bulu ketiak ku seminggu sekali. Ia menempelkan bibirnya di permukaan ketiak, mencium aroma wangi tubuhku yang berasal dari sana. Bulu kudukku sampai berdiri menerima perlakuannya. Lidahnya sudah menjulur di bagian paling putih dan terdapat garis-garis di permukaan ketiak. Lidah itu terasa sangat licin dan hangat. Tanpa ragu ia menjilatinya bergantian di kiri dan kanan. Sesekali kembali menciumi leher, dan balik lagi ke bagian paling putih tersebut. Aku sangat tak tahan merasakan kegelian yang teramat sangat. Teriakan keras yang tadi selalu aku lakukan, kini berganti dengan erangan-erangan kecil yang membuat mereka semakin bergairah mengundang birahiku untuk cepat naik. Pak Karmin yang berpindah posisi, nampak asyik memijat dua gundukan di depannya. Dua gundukan indah itu masih terhalang oleh kaos yang aku kenakan. Tangannya perlahan menyusup ke balik kaos putih. Meraih dua buah bukit kembarnya yang terhimpit oleh bh sempit yang masih ku kenakan. .. Sementara itu pak Arga yang merupakan bos ku, sudah beres dengan kegiatan meeting nya. Ia nampak duduk termenung sembari memainkan bolpoin di tangannya. Pikirannya menerawang pada paras ku. Lebih tepatnya kemolekan dan kehangatan tubuhku. Belum pernah ia mendapati kenikmatan yang sesungguhnya dari istrinya sendiri. Kenikmatan itu justru datang dari orang yang tidak di duga-duga, namun sayangnya orang tersebut hanyalah seorang pembantu di rumahnya. Di pikirannya terlintas bagaimana ia bisa lebih leluasa untuk menggauli pembantunya. Tanpa ada rasa khawatir dan membuat curiga istrinya. "Ah bagaimana kalau aku ambil cuti, terus pergi ke suatu tempat dengan dirinya." Otaknya terus berputar mencari cara agar bisa membawaku pergi bersamanya. Hingga ia terpikirkan suatu cara sebagai solusi dari permasalahannya. "Ha ha, masuk akal juga. Dan pasti istriku takkan menyadarinya." Bergumam dalam hati sembari tersenyum jahat. ... Pak Karmin meremas buah kembar dari balik baju. "Ja.. jangan.. ja. Ngan pak.!" Ucapan terbata-bata keluar dari mulut, sembari merasakan geli di ketiakku. "Ha ha, tenang dek bapak gak bakalan ragu buat ngemut punyamu" tangan sembari memelintir dua ujung mungil di puncak keindahan atas dadaku. "Aaahh, " geli dan sakit yang terasa di ujung buah kembarku di pelintir lalu di tarik oleh jemarinya. Pak Karmin menyingkap baju yang ku kenakan dan melorotkan bh sedikit kebawah. Sayangnya ia tidak bisa melihat bentuk keindahan yang ada di genggaman. Kondisi disini masih gelap, hanya terdengar suara suara yang mereka bicarakan. Tangan kanan meremas dan memelintir bagian kanan, sedang tangan kiri asyik menekan kuat buah ranum dan kenyal lalu memainkan ujungnya dengan lidah lembut yang liar. Mulutnya silih berganti ke bagian kanan kiri memagut dan mengemut ujung kecil mungil berwarna merah muda jika di tempat yang terang. "Aahh aahh ahh," nafasku mulai tersengal memburu. Detak jantungku berdebar kencang. Kenikmatan menjalar ke seluruh tubuh, mendapatkan rangsangan yang mereka lakukan. Tapi itu belum cukup, Pak Doyo lebih beruntung daripada mereka. Ia memegangi kakiku, lidahnya sudah bergerak liar menjelajahi setiap inci paha mulus hingga ke ujung selangkangan putih. Beberapa kali ia mengecup bagian paha dalamku. Juga sesekali menghisapnya kadang menggigit. Lidahnya sangat bersemangat menelisik menjilati organ kewanitaanku yang masih tertutup celana pendek yang ia naikkan ke atas hingga selangkangan. Ujung lidahnya terasa licin dan basah begitu mengenai permukaan kulit dan bulu halusku, yang tumbuhnya masih jarang di atas bibir kewanitaan. Lidahnya tak terasa terganggu oleh bulu-bulu hitam halus yang sebagian mengintip dari celah cd yang ku kenakan. "Aahh,, eemmhh.. " aku sampai bergidik memejam keenakan merasakan sensasi sentuhan lidah di berbagai area sensitif. Terutama lidah pak Doyo yang mulai berani melorotkan celana pendek, beserta dalaman nya. Kini lidah itu menari-nari di ujung kacang kecil yang menguntit dari dalam. "Eemmhh,, aahh" aku meracau kecil. Tubuhku men
Romantis R18+FantasiCinta yang dipaksakanPerkosaanBudak seksualMenarik
Unduh Buku di App

“Kriiinnngg.....kriinnnggg...kriiinggg..” suara jam berdering pukul 03.00 membangunkan gadis cantik dari tidurnya.

As-Syifa Anaya Khumaira, atau yang sering disapa Syifa. Gadis berparas cantik dengan mata yang meneduhkan, pipi yang sedikit berisi, dan bibir yang mungil.

Setelah mendengar jam berbunyi dia bangun dan bergegas kekamar mandi untuk mandi dan mengambil wudhu. Setelah itu dia menunaikan shalat tahajud dan membaca Al-Qur’an sembari menunggu adzan subuh berkumandang. Saat sudah memasuki waktu subuh Syifapun menunaikan sunnah dua rakaat sebelum subuh dan dilanjutkan shalat subuh.

Setelahnya Syifa kembali Mengulang hafalan Al-Qur’annya, biasanya dirinya akan melakukan murajaah hinggah waktu dhuhah tiba, tapi untuk kali ini dirinya hanya sampai pukul 06.00 saja karena Syifa harus bersiap untuk mengikuti peragaan busana di kota Jakarta.

Yaa, Syifa adalah seorang desainer muda yang berbakat. Setelah menyelesaikan pendidikannya selama empat tahun di Istanbul Turki, kini syifa telah menyandang gelar S1 tafsir Al-Qur’an dan D2 tata busana, Syifa kembali ke negara kelahirannya dan menjadi seorang desainer muda sekaligus membantu Abinya di pesantren sebagai guru tafsir Al-Qur’an.

Syifa adalah putri pertama dari Pak Rahmad dan ibu Nisa, pemilik salah satu pesantren di kota Bandung. Dia memiliki adik perempuan yang kini telah menempuh pendidikan di Kairo Mesir.

“Assalamualaikum Abi, umi.” Ucap Syifa menghampiri abi dan uminya yang berada di ruang makan.

“Waalaikum salam neng geulis, tumben anak umi jam segini udah turun ? Bukanya hari ini kamu nggak ada jadwal ngajar ?” Tanya umi yang heran karena baru pukul 07.30 tapi syifa sudah turun. Biasanya dia akan turun pukul 08.30, kecuali saat ada jam mengajar pagi dia akan turun pukul 07.00 dan menunaikan dhuha di Mushola pondok bersama santriwati disana.

“Iya umi, hari ini Syifa nggak ada jadwal ngajar, tapi masa umi lupa kalo hari ini Syifa ada jadwal peragaan busana di salah satu Mall di kota Jakarta.” Jawab Syifa dengan cemberut karena uminya tidak mengingat jika hari ini adalah hari penting untuk Syifa.

“Oh iya Umi lupa, hampura ya Neng Umi lupa.” Ucap umi.

“Ini ada apa atuh pagi-pagi kok udah ada yang cemberut aja, kumaha anak gadis pagi-pagi kok udah cemberut pamali loh, nanti jodohnya Om-om”. Goda Abi saat melihat Syifa yang sedikit badmood.

“Nggak papa Om-om yang penting sholeh, faham agama dan bisa bimbing Syifa menujuh Jannah.” Jawab Syifa bercanda.

“Awas loh Neng omongan adalah Do’a.” Goda umi.

“Sudah-sudah, ayo kita sarapan, kamu jadi berangkat jam berapa Neng ?” Tanya Abi pada Syifa.

“Nanti jam 08.00 Bi, soalnya nanti peragaan busananya jam 10.00, Abi sama Umi jadi datang kan ?” Tanya Syifa memastikan jika abi dan uminya bisa menghadiri acara pentingnya itu.

"Iya, Inshaa Allah nanti Abi sama Umi datang, kalau kamu berangkat sekarang berarti nggak bareng sama Abi sama Umi dong Syif ?” Tanya umi pada Syifa.

“Iya umi syifa kan harus cek in akhir juga sama model-model Syifa yang akan mengenakan baju rancangan Syifa, siapa tau nanti ada yang kurang pas, jadi Syifa masih bisa memperbaikinya.” Jelas syifa pada uminya.

“Lah terus kamu berangkat sama siapa Fa, dianter sama kang Giman ya.?” Tawar Abah yang tidak tega jika melihat putrinya harus menaiki kendaraan umum.

“Iya Bi nggak papa.” Ucap Syifa mengiyakan tawaran abinya, jika tidak akan jadi panjang urusannya nanti.

“Yaudah ayo sarapan dulu, nanti kamu terlambat lagi.” Ucap umi.

Mereka pun sarapan bersama dan sesekali membahas tentang kemajuan pesantren yang dipimpin oleh Abinya Syifa.

Setelah sarapan Syifapun bergegas pamit dan minta do’a pada abi dan umi agar diberi kelancaran segalanya.

“Abi, Umi Syifa pamit dulu ya, maaf ya Umi Syifa nggak bisa bantuin Umi hari ini.” Ucap Syifa tidak enak, pasalnya biasanya dirinya yang membantu umi mengurus pekerjaan rumah, tidak ada asisten disana karena rumah Syifa juga tidak terlalu besar.

“Tidak apa-apa sayang, Syifa berangkat aja, hati-hati ya dijalan jangan lupa berdoa biar semua dilancarkan. Nanti kalau Abi sama Umi sudah sampai disana Umi bakal hubungi Syifa.” Ucap Umi.

“Iya Umi, kalau gitu Syifa pamit dulu ya Umi Abi, mohon doanya ya.” Ucap Syifa kemudian menyalami tangan kedua orang tuanya.

“Iya Neng hati-hati ya “ ucap Abi.

“Assalamualaikum.” Pamit syifa kemudian berangkat.

“Waalaikum salam.” Jawab Abi dan Umi bersamaan.

Disepanjang perjalanan menuju Mall, Syifa memandangi jalanan dari jendela mobil dan menikmati hamparan kebun teh, hingga sampai akhirnya sampai di kota Jakarta, dia melihat berbagai gedung-gedung tinggi di sana, dirinya tidak menyangka jika dirinya bisa sampai dititik ini.

Menjadi seorang desainer adalah cita-citanya sedari kecil. Dirinya sering membuat gambar-gambar desain baju yang begitu cantik, meski baju tertutup tapi tidak tertinggal zaman. Dan kini akhirnya dirinya bisa mengikuti peragaan busana dengan baju rancangannya sendiri. Didalam hatinya tak henti-hentinya dirinya mengucap syukur pada Allah Swt.

Saat asyik dengan lamunannya, Syifa melihat seorang bapak-bapak yang sepertinya sedang kesakitan dipinggir jalan, dengan memegangi dadanya. Syifa yang tidak tegapun menyuruh supirnya untuk berhenti sebentar dan menghampiri bapak tersebut.

“Kang, kang maaf berhenti dulu kang.” Ucap Syifa.

“Kenapa neng, ada yang ketinggalan ?” Tanya kang Giman kemudian memberhentikan mobilnya tepat di belakang mobil bapak-bapak tadi yang dilihat Syifa.

“Enggak kang, kang Giman tunggu sebentar ya disini.” Ucap Syifa lalu keluar dan berjalan kearah laki-laki tersebut.

“Astaghfirullah bapak, bapak kenapa pak ?” Tanya Syifa yang mencoba menolong bapak tersebut yang sudah tergeletak di jalan.

Baca Sekarang
TAKDIR CINTA DARI ALLAH

TAKDIR CINTA DARI ALLAH

Tingkerbell30
Bagimana jadinya jika kita-kita dijodohkan bahkan di nikahkan dengan orang asing yang tidak kita kenal, bahkan bertemu baru beberapa jam yang lalu, dan tiba-tiba dia harus menjadi pasangan kita saat juga. sepertihalnya dengan Syifa dan Devan yang di jodohkan bahkan dinikakan saat itu juga, padahal,
Romantis R18+KeluargaSukuPerjodohanCinta yang dipaksakanCEO
Unduh Buku di App
DEAR RANIA

DEAR RANIA

Herofah05
Dua minggu sebelum pernikahannya, Rania mengalami kecelakaan parah hingga menyebabkan dirinya mengalami kebutaan. Pernikahan yang telah dipersiapkan dan hampir rampung sepenuhnya mendadak kacau balau. Hingga pada keputusan sang calon mempelai lelaki yang tiba-tiba saja membatalkan pernikahan tanpa
Romantis KeluargaTujuh kebajikanModernCinta masa kecilGuruAroganPria SejatiKilas balik
Unduh Buku di App
Dear Clarissa

Dear Clarissa

Vanilla MR
Clarissa tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah drastis setelah dua tahun menetap di Jakarta. Pekerjaannya sebagai perempuan malam, membuat Clarissa harus putar otak untuk menjaga tubuhnya sendiri. Saat seorang laki laki tampan muncul sebagai 'pelanggan' tetapnya, hari hari Clarissa mulai ti
Romantis R18+Role PlayHubungan rahasiaCinta pada pandangan pertamaCEOPlayboyPria SejatiTampan
Unduh Buku di App
Dear Ex and Mistakes

Dear Ex and Mistakes

Hapsari Rias Diati
Bagiku, lebih baik seperti ini. Hidup dalam kesendirian dan rasa hampa yang kuharap mampu mengobati kecewa dan luka dalam hati. enam tahun pergi dan sendiri, hatiku masih terasa nyeri. Tak apa, kuyakin waktu kan mengobati sakit ini seiring kesendirian yang kupertahankan. Kami menikah, dengan cinta
Romantis R18+Cinta pertamaPerceraianImutCEOPria SejatiTampan
Unduh Buku di App
To My Dear Mr. Huo

To My Dear Mr. Huo

BLEU BAYOU
"Dari mana binatang buas itu datang? Keluarkan mereka dari sini! Agh!" Hanya teriakan samar yang terdengar dari Hua Jing sebelum gonggongan anjing-anjing menenggelamkannya. Memiringkan lehernya untuk melihat, Yun Shang melihat sebuah halaman yang penuh dengan orang-orang yang berlarian dengan panik.
Romantis HumorPernikahan kilatCEOPria SejatiUrban
Unduh Buku di App
ARE YOU DONE, MY DEAR?

ARE YOU DONE, MY DEAR?

Hwali
Dulu, untuk kepuasan dirinya, Kinara merebut sang suami dari wanita lain. Saat ini, dia mendapatkan karma itu. Dia mengetahui jika sang suami memiliki anak dari sang mantan, hal itu diperkuat setelah seorang datang mengakui sebagai anak suaminya. Tidak terima hal itu, Kinara memilih bercerai dan m
Miliarder R18+PengkhianatanBalas dendamCEOLicik
Unduh Buku di App
Istri Bayaran Untuk Bos Galak

Istri Bayaran Untuk Bos Galak

Hamba Allah
"Jika hartaku tidak bisa membuatmu luluh, maka kupastian benihku akan tertanam di rahimmu," ucap Devan semakin menekan tubuh Cecil dalam tindihannya. . "Jangan. Aku mohon!" Devan semakin gila. "kembali padaku, atau aku akan menghamilimu!" "Aku tidak bisa, Devan! Kontrak kita sudah habis!" "Berar
Romantis Cinta yang dipaksakanPernikahan kilatCEOLicikMenarik
Unduh Buku di App
Dear Allah novel gratis tanpa aplikasiDownload Dear Allah novel PDF Google DriveDear Allah gratis tanpa beli koin dan offlineDear Allah
Yuk, baca di Bakisah!
Buka
close button

Dear Allah

Temukan buku-buku yang berkaitan dengan Dear Allah di Bakisah. Baca lebih banyak buku gratis tentang Dear Allah novel gratis tanpa aplikasi,Download Dear Allah novel PDF Google Drive,Dear Allah gratis tanpa beli koin dan offline.