/0/11004/coverorgin.jpg?v=3f487766eb55efe4faa0737a8aed7553&imageMogr2/format/webp)
Setelah tiga puluh enam jam shift di pusat penyembuhan, aku membawakan makanan kesukaan pasanganku, Alpha Baskara. Aku sudah tidak sabar untuk menikmati waktu tenang berdua dengannya.
Tapi aku malah menemukannya di sebuah vila rahasia di ujung wilayah kami, tertawa bersama wanita lain dan seorang anak laki-laki yang bahkan tidak pernah kuketahui keberadaannya.
Bersembunyi dalam bayang-bayang, aku mendengarnya menyebutku "Omega pajangan", sebuah alat politik yang akan dia campakkan di depan umum setelah perjanjian baru ditandatangani. Orang tua angkatku, sang Alpha dan Luna, juga terlibat dalam rencana busuk ini. Seluruh hidupku, ikatan takdirku, ternyata adalah sebuah kebohongan yang dirancang dengan sangat rapi.
Tepat pada saat itu, dia mengirimiku pesan lewat ikatan batin, "Aku merindukanmu, Sayang."
Kekejaman yang dilontarkan dengan begitu santai itu membuat air mataku mengering, hanya menyisakan amarah yang dingin dan membeku.
Mereka merencanakan penghinaan publik untukku di sebuah makan malam akbar. Tapi aku sudah menyiapkan hadiah untuk pesta ulang tahun putranya, yang akan diantarkan pada waktu yang bersamaan.
Di dalamnya ada sebuah kristal data yang berisi semua rahasia mereka.
Bab 1
Kirana POV:
Aroma antiseptik dan rempah kering yang sudah kukenal menempel di pakaianku, sebuah parfum yang akrab setelah tiga puluh enam jam berjaga di Griha Sehat milik kawanan. Otot-ototku terasa pegal, rasa nyeri yang dalam namun memuaskan setelah menyembuhkan ligamen yang robek dan memasang kembali tulang yang patah akibat pertempuran patroli perbatasan. Tapi kelelahan ini bukan apa-apa. Yang ada di pikiranku hanyalah dia.
Baskara. Pasanganku. Alphaku.
Makanan kesukaannya, bistik wagyu tebal setengah matang dengan jamur truffle, masih hangat di dalam wadah yang kubawa. Dia seharian ini terjebak dalam rapat dewan tingkat tinggi, merencanakan ekspansi perusahaan kawanan kami berikutnya. Aku membayangkan senyum penuh penghargaan yang akan menerangi wajah tegasnya saat aku masuk. Sebuah kejutan kecil, sebuah momen damai hanya untuk kami berdua.
Para penjaga di luar pintu kayu jati besar ruang dewan berdiri kaku, wajah mereka tanpa ekspresi.
"Aku di sini untuk bertemu Alpha Baskara," kataku, sambil tersenyum lelah namun penuh harap.
Salah satu penjaga, seorang prajurit bernama Marko, menghindari tatapanku. "Alpha sudah pergi satu jam yang lalu, Kirana."
"Pergi?" Kehangatan dari wadah makanan itu tiba-tiba terasa seperti beban mati di tanganku. "Rapatnya dijadwalkan sampai lewat tengah malam."
"Dia bilang ada urusan mendesak," gumam Marko, pandangannya terpaku pada satu titik di atas bahuku.
Rasa cemas yang mencekik mulai mengikat perutku. Mendesak? Dia pasti akan memberitahuku. Dia selalu memberitahuku.
Kami memiliki Ikatan Batin, sebuah hubungan suci yang dianugerahkan oleh Dewi Bulan kepada pasangan yang ditakdirkan. Itu adalah tempat perlindungan pribadi kami, aliran pikiran dan emosi yang seharusnya hanya mengalir di antara kami. Selama bertahun-tahun, aku merasakan cintanya seperti arus yang konstan dan stabil di bawah permukaan pikiranku sendiri.
Aku memejamkan mata, masuk ke dalam keheningan pikiranku dan mencoba menghubunginya.
*Baskara? Apa semuanya baik-baik saja?*
Hening.
Bukan hanya hening, tapi sebuah dinding dingin yang sengaja dibangun. Ikatan itu ada, tapi rasanya seperti berteriak ke dalam gua yang kosong. Rasa dingin yang tajam merayap di tulang punggungku. Ini terasa berbeda. Lebih dingin. Selama bertahun-tahun, aku salah mengira jarak mentalnya sebagai stres kepemimpinan, tapi ini adalah pintu yang sengaja dikunci rapat.
Kepanikan mulai bergejolak di dadaku. Aku menekannya, mencoba fokus. Aroma seorang pasangan adalah tanda tangan jiwa mereka, unik dan tak terbantahkan. Aku menarik napas dalam-dalam, menyaring bau tanah lembap dan pinus dari hutan di sekitarnya, mencari aromanya.
Itu dia. Samar, tapi tidak salah lagi. Kayu aras setelah badai, dengan sentuhan tajam angin musim dingin yang bersih. Itu adalah aroma yang pertama kali memberitahuku bahwa dia adalah milikku, aroma yang membuat serigala dalam diriku mendengkur dengan rasa nyaman seperti di rumah.
/0/29128/coverorgin.jpg?v=678a54cfd5d890246a6ff81bb3bc8de9&imageMogr2/format/webp)
/0/30792/coverorgin.jpg?v=35ba9ddb3aaeaf1def33f385f5c63106&imageMogr2/format/webp)
/0/27821/coverorgin.jpg?v=8a5b42e2d6b7ece62f84b9293886a386&imageMogr2/format/webp)
/0/26721/coverorgin.jpg?v=55ca6b45f05a0f84bcc69ff1723f8aad&imageMogr2/format/webp)
/0/34549/coverorgin.jpg?v=3d844c5a6c110c7f7d5e3a39cffe91d6&imageMogr2/format/webp)
/0/27795/coverorgin.jpg?v=0afa9402bd1af0c73652b3de5c7588c0&imageMogr2/format/webp)
/0/27347/coverorgin.jpg?v=92a16401adb97a1e33d2826b0187dfac&imageMogr2/format/webp)
/0/29166/coverorgin.jpg?v=4b0ce3d8236ccd5756b6cc155f41855e&imageMogr2/format/webp)
/0/29679/coverorgin.jpg?v=3ce2b19260a523e3b9a35975a260c831&imageMogr2/format/webp)
/0/27355/coverorgin.jpg?v=647fac5918a169e6e0070ea43b217991&imageMogr2/format/webp)
/0/29104/coverorgin.jpg?v=b2ee863357d0ba5469db48d386e5a957&imageMogr2/format/webp)
/0/27575/coverorgin.jpg?v=74626d9c39a6f054b168321c21c05c34&imageMogr2/format/webp)
/0/30070/coverorgin.jpg?v=1d516568456b2592bd713a426b3b7b30&imageMogr2/format/webp)
/0/34541/coverorgin.jpg?v=b69d8249f1454eb0720980e2fe2fa4c7&imageMogr2/format/webp)