When Romeo meet Juliet

When Romeo meet Juliet

yumna31

5.0
Komentar
397
Penayangan
53
Bab

Romeo laki-laki yang dingin dan angkuh, tiba-tiba menjadi penuh perhatian pada seorang gadis. Dia adalah Juliet karyawan baru yang ada di kantornya. Juliet baru bekerja seminggu namun dia sudah mendapatkan perlakuan khusus dari bosnya. Apakah Juliet bakal tertarik pada bosnya yang bernama Romeo sementara dia sendiri telah memiliki kekasih? Siapa sangka kekasihnya justru selingkuh dan Romeo yang membuka perselingkuhan tersebut. Romeo terus memberikan perhatian khusus pad Juliet berharap jika gadis itu menerima cintanya, sedangkan kedua orang tuanya Romeo justru mempersiapkan jodoh khusus untuknya karena mereka menginginkan menantu yang sederajat dengan status sosial yang mereka miliki. Bagaimana Romeo memperjuangkan cintanya sementara kedua orang tuanya tidak setuju tentang hubungannya dengan Juliet.

When Romeo meet Juliet Bab 1 Dia milikku

"Siapa wanita itu Juan? Kenapa aku baru melihatnya?" seru Romeo yang baru saja masuk ke ruangannya. Juan pun bingung dengan apa yang sedang ditanyakan oleh bosnya itu.

"Yang mana, banyak wanita di sini Romeo," seru Juan mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. Ruangan tersebut memang transparan dari dalam siapapun bisa melihat ke luar namun tidak dari luar tak ada seorangpun yang tahu keadaan di dalam ruangan tersebut.

"Itu, wanita dengan blouse berwarna biru dan rok hitam selutut," ucap Romeo menunjuk pada wanita yang sedang dia tanyakan pada Juan.

"Aku tak tahu, sepertinya dia karyawan baru karena aku belum pernah melihatnya sebelum ini, baiklah nanti akan aku tanyakan pada bagian kepegawaian," ujar Juan.

"Tidak sebaiknya kau menanyakan sekarang karena aku ingin tahu sekarang Juan!" seru Romeo membuat Juan mau tak mau merogoh sakunya mengambil ponselnya.

"Hallo George, aku ingin kau membawakan data karyawan baru ke ruangan Mr. Romeo sekarang!"

"Baiklah, tunggu sebentar saya akan datang kesana."

Klik.

"Kita tunggu George datang dari sana kita bisa mengetahui siapa wanita itu apakah dia berstatus single, merried or widow?" ucap Juan terkekeh karena baru kali ini dia melihat sahabatnya Romeo sangat antusias terhadap wanita.

Biasanya Romeo akan cuek dan terlihat dingin dengan semua wanita yang mendekatinya.

Tok...tok...tok...

Juan pun segera membukakan pintunya, "Masuklah!" seru Juan.

"Duduklah George!" seru Romeo.

George pun duduk dan menyerahkan data karyawan baru yang diminta oleh Romeo. Romeo menelitinya dengan sangat cermat ada sekitar tiga puluh orang dan Juliet berada di nomor dua puluh lima.

Romeo langsung tertuju pada wanita yang terlihat formal namun tetap terlihat cantik, dialah yang sedang dia cari.

"Juliet Therano," gumam Romeo.

George yang mendengar pun langsung mengangkat wajahnya dia khawatir jika keputusannya menerima gadis itu akan menjadi boomerang untuknya karena dia lulus seleksi secara murni karena memang dia memiliki kemampuan yang sedang dibutuhkan oleh bagian tersebut.

"Apakah ada yang salah Tuan dengan dirinya?" ucap George memberanikan diri bertanya pada Romeo.

Romeo hanya menggelengkan kepalanya singkat. "Apa itu orangnya?" Romeo menunjuk pada seorang gadis yang sedang tersenyum kepada sesama rekannya.

"Oh benar Tuan dia yang namanya Juliet, dia yatim piatu ibunya baru meninggal sebulan yang lalu," ucap George membuat Romeo menaikkan sebelah alisnya.

"Kau begitu detail mengetahui semuanya, apakah kau mengintrogasi dirinya?" seru Romeo nampak tidak suka dengan cara George yang tidak profesional menurutnya.

"Saya memang menanyakan hal-hal tersebut padanya, karena saya ingin melihat motivasi apa yang membuatnya ingin bekerja di sini Tuan. Maaf jika Tuan merasa kurang berkenan dengan semua ini," ujar George pasrah jika Romeo akan marah padanya nanti.

"Baiklah, tolong kau perlakukan dia dengan baik," ucap Romeo membuat George pun tidak mengerti akan maksud dari perkataan Romeo.

"Kau tidak faham maksudnya George tolong kau perlakukan dia dengan baik, jadi biarkan dia bekerja sendiri dan jangan menyulitkan dirinya. Faham?" ucap Juan dan George yang baru faham maksudnya pun langsung mengangguk.

"Saya yakin dia bisa bekerja dengan baik karena riwayatnya bekerja pada perusahaan sebelumnya cukup bagus dan dia juga mahasiswa terbaik lulusan Harvard university jadi saya sangat yakin ketika memutuskan untuk menerimanya saat itu," ungkap George.

"Baiklah kau boleh kembali bekerja terima kasih untuk informasinya," seru Romeo meminta George kembali mengurus pekerjaannya.

"Juan kau awasi terus dia," seru Romeo.

"Eh, apa kau bilang?" ucap Juan dia tak percaya jika sahabatnya memintanya untuk mengawasi seorang gadis biasa yang cantik seperti Juliet.

"Tolong kau awasi dia untukku," ulang Romeo.

"Kau tidak takut jika dia jatuh cinta padaku? Wajahku cukup tampan jika hanya menariknya ke tempat tidur," seru Juan terkekeh membuat Romeo melotot mendengar perkataan Juan.

"Apa kau ingin aku tembak di tempat, jika kau ketahuan menggodanya maka jangan tanyakan uang gaji bulan depan oke!"

Romeo kembali memandang Juliet yang masih berkutat di depan komputer miliknya.

***

"Juliet apakah kau tidak capek dengan pekerjaanmu?" seru Christina teman satu kantornya.

"Tentu saja capek memangnya kau memiliki solusi dengan ini semua?" seru Juliet.

"Tentu saja, bagaimana kalau setelah pulang kantor kita makan malam bersama anggap saja itu sebagai obat stress kita?" ucap Christina menggerakkan kepalanya ke kiri. "Bagaimana kau setuju?" ulang Christina karena tak kunjung menerima jawaban dari Juliet.

"Tentu saja aku mau," ucap Juliet seketika.

"Baiklah nanti kita makan malam bersama, kau tidak ada janji dengan kekasihmu kan?" seru Christina.

"Tentu saja tidak," sahut Juliet.

"Oke kita pastikan nanti malam kita makan yang enak," lanjut Christina.

Percakapan keduanya tentu saja di dengar oleh Romeo karena dia baru saja menyadap CCTV yang ada di ruangan tersebut. Romeo tersenyum menyerigai mendengar rencana makan malam kedua gadis itu.

Jam pulang kantor pun datang, semua karyawan mulai pulang satu per satu. Juliet dan Christina sengaja pulang belakangan agar suasana jalanan tak ramai dan juga bisa dengan mudah mencari restoran jika waktunya sudah mendekati makan malam.

Begitu keluar dari kantor, Juliet dikejutkan dengan suara dentuman keras membuatnya mundur ke belakang namun hak sepatunya tergelincir mengakibatkan dirinya terpeleset dan di saat bersamaan, Romeo ada di belakangnya dan segera meraih tubuh Juliet.

"Awh!" pekik Juliet.

"Astaga kau tak apa-apa Nona?" seru Romeo nampak khawatir dengan keadaan Juliet.

"Eoh, maafkan saya," sahut Juliet segera membenarkan posisinya begitu melihat siapa yang ada di dekatnya itu.

"Tak masalah," ucap Romeo dalam dirinya detak jantungnya sudah berdetak dua kali lipat lebih kencang dari sebelumnya.

"Lain kali hati-hati," ucap Romeo segera pergi meninggalkan Juliet karena tak tahan dengan detak jantungnya yang lebih keras dan dia malu jika Juliet sampai tahu akan hal itu.

Setelah Romeo pergi dengan mobil yang menjemputnya di depan kantornya barulah Christina berani bicara.

"Kau tahu siapa tadi yang menolong dirimu?" seru Christina,

"Aku tidak tahu bahkan aku baru pertama kali melihatnya, memangnya siapa dia?" seru Juliet.

"Astaga kau yakin tidak mengenalinya?" ucap Christina meyakinkan Juliet yang hanya menggelengkan kepalanya singkat. "Dia adalah bos kita yang super dingin dan sangat menyebalkan sekali," seru Christina.

"Astaga benarkah? Mimpi apa aku kemarin malam,apakah aku akan dipecat olehnya karena telah mengganggu jalannya tadi?" ucap Juliet merasa bersalah dan juga takut jika besok bertemu kembali apakah dia akan dipecat dari perusahaan ini.

"Kenapa bukan kau saja yang menolongku, jika sudah begini aku harus bagaimana Christ, aku tak mau kehilangan pekerjaanku," ujar Juliet hatinya mulai gelisah memikirkan hari esok.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bosku Kenikmatanku

Bosku Kenikmatanku

Juliana

Aku semakin semangat untuk membuat dia bertekuk lutut, sengaja aku tidak meminta nya untuk membuka pakaian, tanganku masuk kedalam kaosnya dan mencari buah dada yang sering aku curi pandang tetapi aku melepaskan terlebih dulu pengait bh nya Aku elus pelan dari pangkal sampai ujung, aku putar dan sedikit remasan nampak ci jeny mulai menggigit bibir bawahnya.. Terus aku berikan rangsang an dan ketika jari tanganku memilin dan menekan punting nya pelan "Ohhsss... Hemm.. Din.. Desahannya dan kedua kakinya ditekuk dilipat kan dan kedua tangan nya memeluk ku Sekarang sudah terlihat ci jeny terangsang dan nafsu. Tangan kiri ku turun ke bawah melewati perutnya yang masih datar dan halus sampai menemukan bukit yang spertinya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari jariku masih mengelus dan bermain di bulu jembutnya kadang ku tarik Saat aku teruskan kebawah kedalam celah vaginanya.. Yes sudah basah. Aku segera masukan jariku kedalam nya dan kini bibirku sudah menciumi buah dadanya yang montok putih.. " Dinn... Dino... Hhmmm sssttt.. Ohhsss.... Kamu iniii ah sss... Desahannya panjang " Kenapa Ci.. Ga enak ya.. Kataku menghentikan aktifitas tanganku di lobang vaginanya... " Akhhs jangan berhenti begitu katanya dengan mengangkat pinggul nya... " Mau lebih dari ini ga.. Tanyaku " Hemmm.. Terserah kamu saja katanya sepertinya malu " Buka pakaian enci sekarang.. Dan pakaian yang saya pake juga sambil aku kocokan lebih dalam dan aku sedot punting susu nya " Aoww... Dinnnn kamu bikin aku jadi seperti ini.. Sambil bangun ke tika aku udahin aktifitas ku dan dengan cepat dia melepaskan pakaian nya sampai tersisa celana dalamnya Dan setelah itu ci jeny melepaskan pakaian ku dan menyisakan celana dalamnya Aku diam terpaku melihat tubuh nya cantik pasti,putih dan mulus, body nya yang montok.. Aku ga menyangka bisa menikmati tubuh itu " Hai.. Malah diem saja, apa aku cuma jadi bahan tonton nan saja,bukannya ini jadi hayalanmu selama ini. Katanya membuyarkan lamunanku " Pastinya Ci..kenapa celana dalamnya ga di lepas sekalian.. Tanyaku " Kamu saja yang melepaskannya.. Kata dia sambil duduk di sofa bed. Aku lepaskan celana dalamku dan penislku yang sudah berdiri keras mengangguk angguk di depannya. Aku lihat di sempat kagett melihat punyaku untuk ukuran biasa saja dengan panjang 18cm diameter 4cm, setelah aku dekatkan ke wajahnya. Ada rasa ragu ragu " Memang selama ini belum pernah Ci melakukan oral? Tanyaku dan dia menggelengkan kepala

Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder

Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder

Cris Pollalis

Raina terlibat dengan seorang tokoh besar ketika dia mabuk suatu malam. Dia membutuhkan bantuan Felix sementara pria itu tertarik pada kecantikan mudanya. Dengan demikian, apa yang seharusnya menjadi hubungan satu malam berkembang menjadi sesuatu yang serius. Semuanya baik-baik saja sampai Raina menemukan bahwa hati Felix adalah milik wanita lain. Ketika cinta pertama Felix kembali, pria itu berhenti pulang, meninggalkan Raina sendirian selama beberapa malam. Dia bertahan dengan itu sampai dia menerima cek dan catatan perpisahan suatu hari. Bertentangan dengan bagaimana Felix mengharapkan dia bereaksi, Raina memiliki senyum di wajahnya saat dia mengucapkan selamat tinggal padanya. "Hubungan kita menyenangkan selama berlangsung, Felix. Semoga kita tidak pernah bertemu lagi. Semoga hidupmu menyenangkan." Namun, seperti sudah ditakdirkan, mereka bertemu lagi. Kali ini, Raina memiliki pria lain di sisinya. Mata Felix terbakar cemburu. Dia berkata, "Bagaimana kamu bisa melanjutkan? Kukira kamu hanya mencintaiku!" "Kata kunci, kukira!" Rena mengibaskan rambut ke belakang dan membalas, "Ada banyak pria di dunia ini, Felix. Selain itu, kamulah yang meminta putus. Sekarang, jika kamu ingin berkencan denganku, kamu harus mengantri." Keesokan harinya, Raina menerima peringatan dana masuk dalam jumlah yang besar dan sebuah cincin berlian. Felix muncul lagi, berlutut dengan satu kaki, dan berkata, "Bolehkah aku memotong antrean, Raina? Aku masih menginginkanmu."

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
When Romeo meet Juliet When Romeo meet Juliet yumna31 Romantis
“Romeo laki-laki yang dingin dan angkuh, tiba-tiba menjadi penuh perhatian pada seorang gadis. Dia adalah Juliet karyawan baru yang ada di kantornya. Juliet baru bekerja seminggu namun dia sudah mendapatkan perlakuan khusus dari bosnya. Apakah Juliet bakal tertarik pada bosnya yang bernama Romeo sementara dia sendiri telah memiliki kekasih? Siapa sangka kekasihnya justru selingkuh dan Romeo yang membuka perselingkuhan tersebut. Romeo terus memberikan perhatian khusus pad Juliet berharap jika gadis itu menerima cintanya, sedangkan kedua orang tuanya Romeo justru mempersiapkan jodoh khusus untuknya karena mereka menginginkan menantu yang sederajat dengan status sosial yang mereka miliki. Bagaimana Romeo memperjuangkan cintanya sementara kedua orang tuanya tidak setuju tentang hubungannya dengan Juliet.”
1

Bab 1 Dia milikku

25/07/2022

2

Bab 2 Still virgin

25/07/2022

3

Bab 3 Romeo mulai gila

25/07/2022

4

Bab 4 Hubungan terlarang

25/07/2022

5

Bab 5 Calon untuk Romeo

25/07/2022

6

Bab 6 Juliet itu cantik

25/07/2022

7

Bab 7 Permintaan Romeo

25/07/2022

8

Bab 8 Kekasih brengsek

25/07/2022

9

Bab 9 Mulai terlena

25/07/2022

10

Bab 10 Job baru

25/07/2022

11

Bab 11 Harus pindah

25/07/2022

12

Bab 12 Please merry Me

25/07/2022

13

Bab 13 Aku wanita biasa

25/07/2022

14

Bab 14 Mulai tergoda

25/07/2022

15

Bab 15 Juliet mulai bimbang

25/07/2022

16

Bab 16 Akhirnya terlihat

25/07/2022

17

Bab 17 Kita putus!

25/07/2022

18

Bab 18 Steven mulai curiga

25/07/2022

19

Bab 19 Bertemu rivalnya

25/07/2022

20

Bab 20 Kenikmatan pertama (21+)

25/07/2022

21

Bab 21 Karena warisan

29/07/2022

22

Bab 22 Tamu yang tak diharapkan (1)

29/07/2022

23

Bab 23 Tamu yang tak diharapkan (2)

29/07/2022

24

Bab 24 Jangan terlalu memuji

29/07/2022

25

Bab 25 Diketahui Steven

29/07/2022

26

Bab 26 Kekhawtiran Juliet

29/07/2022

27

Bab 27 Sesuatu belum tersampaikan

29/07/2022

28

Bab 28 Keinginan Juliet

29/07/2022

29

Bab 29 Penolakan Romeo

29/07/2022

30

Bab 30 Juliet harus bersabar

29/07/2022

31

Bab 31 Bertemu dengan mantan

01/08/2022

32

Bab 32 William batal datang, Romeo senang

02/08/2022

33

Bab 33 Make over

03/08/2022

34

Bab 34 Perundungan

04/08/2022

35

Bab 35 Jangan ganggu dia!

05/08/2022

36

Bab 36 Janji suci

06/08/2022

37

Bab 37 Permainan Stefanie (21+)

07/08/2022

38

Bab 38 Besok kita menikah

08/08/2022

39

Bab 39 39. Minta Restu

02/03/2023

40

Bab 40 40. Bertemu Mantan

04/03/2023