back
Unduh aplikasi
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Wanita Bayaran Tuan Muda

Wanita Bayaran Tuan Muda

Naurashafa

5.0
Ulasan
7.2K
Penayangan
184
Bab

Blurb Olivia dipaksa harus menikahi pria yang sama sekali tidak ia kenal. Eveline kakak tirinya memaksa Olivia menikahi pria yang melamar dirinya, Eve tidak mencintai pria itu sehingga ia menjebak Olivia untuk menikahinya. Jordan merasa tertipu akan pernikahannya setelah ia tahu bahwa yang ia nikahi bukanlah Eveline melainkan Olivia adik dari wanita yang ia cintai. Bagaimana tidak, Eveline menuangkan semua kesalahannya pada Olivia seolah dirinya dijebak oleh Olivia sehingga ia gagal menikah dengan Jordan. Sayang sekali tidak ada yang membela Olivia bahkan sang papah pun tidak mau mengakui Olivia sebagai anaknya lagi. Akhirnya Jo menawarkan untuk perjanjian dengan Olivia bahwa pernikahan mereka hanya sandiwara. Olivia pun menyetujuinya untuk menikah kontrak dengan bayaran yang cukup tinggi. Bagaimana kisah mereka selanjutnya apakah Jo akan meninggalkan Olivia setelah kontrak pernikahan mereka habis atau melanjutkan pernikahan mereka, saksikan terus kisah mereka hanya Bakisah.

Bab 1
Mengejutkan

"Ya ampun, Dion. Kemana sih dia kok belum datang juga, padahal hari ini kita sudah janji makan siang bersama," gerutu Olivia yang tengah menunggu sang pujaan hati sampai saat ini tidak kunjung datang.

Olivia gadis cantik 24 Tahun. Sipatnya yang lugu juga ia terkenal dengan nada bicaranya yang lembut membuat para Pria jatuh hati kepadanya. Wanita dengan rambut pirang sebahu dengan ciri khasnya yaitu gingsul gigi yang sangat cantik sekali terlihat. Alis tebal, bibir tipis dengan balutan liptin merah muda membuat kesan kecantikan wanita itu terpancar. Dion telah berhasil memenangkan hati Olivia dari sekian banyak Pria yang mendekatinya. Sudah dua tahun ini mereka berpacaran sampai kuliah pun mereka tetap bersama. Namun, sayang Dion belum berhasil memilik Olivia sepenuhnya. Olivia selalu menjaga kehormatannya untuk suaminya kelak, bagi dirinya Dion hanya kekasih dan belum tentu menjadi suaminya. Maka dari itu ia selalu menjaga dirinya dari hawa napsu.

"Evan, apakah kamu melihat Dion?" tanya Olivia pada temannya.

"Apa dia tidak memberitahumu! Katanya dia lagi tidak enak badan. Aku dengar sih dia mengalami demam. Coba kamu datang ke rumahnya, kebetulan di sana Dion hanya sendirian aku takut dia kenapa-napa," balas Evan tersenyum.

Evan Pria yang menyukai Olivia, apalah daya Evan hanya bisa mencintainya dalam diam setelah mengetahui bahwa Olivia sudah menjadi milik Dion.

"Terima kasih infonya, Evan," sahut Olivia. Perasaannya tidak karuan. Dirinya segera melajukan mobilnya menuju rumah Dion awalnya ragu ia datang ke rumah kekasihnya seorang diri tanpa di temani oleh Fani sahabat dekat Olivia.

Setelah beberapa menit ia lalui A

Akhirnya Olivia sampai di gerbang utama rumah Dion kekasihnya. Rumah mewah yang di kelilingi banyak satpam, kedua orang tua Dion sudah menyetujui pertunangan mereka bulan depan yang akan datang. Satpam yang melihat Olivia segera membukakan pintu gerbang yang menjulang tinggi besar bercat hitam dengan perpaduan warna kuning emas.

"Terima Kasih," ucap Olivia tersenyum.

Langkah kakinya terhenti saat dirinya mulai memegang knop pintu yang terbuat dari besi mahal terlihat sangat mengkilap. Rasanya ada sedikit ragu untuk masuk ke dalam rumah Dion seorang diri. Walaupun banyak para pelayan di rumah besar kekasihnya, akan tetapi Olivia selalu was-was.

"Aku harap dia baik-baik saja di dalam," gumam Olivia sambil membuka knop pintu.

Langkah kakinya di sambut hangat oleh para pelayan yang sudah berdiri di dekat anak tangga. Walaupun Olivia sama-sama dari keluarga kaya raya, akan tetapi, dirinya sungguh tidak mau diperlakukan seperti ini oleh pelayan, baginya Olivia hanyalah manusia biasa sama seperti para pelayan pada umumnya.

"Apa Dion ada di kamar?" tanya Olivia hati-hati.

Para pelayan hanya bisa tersenyum kikuk karena tidak tahu apa yang akan terjadi setelah Olivia masuk ke dalam kamar Tuan mudanya.

"Tuan, ada di dalam kamar Nyonya," ucap salah seorang pelayan.

Olivia tersenyum ramah, dirinya segera menaiki anak tangga yang menuju ke kamar Dion. Hatinya ada sedikit kecemasan dalam dirinya. Olivia pun akhirnya tiba di depan pintu kamar Dion. Mungkin Dion lupa ia tidak menyalakan pengedap suara di dalam kamarnya. Sehingga Olivia mendengar suara erangan dari balik pintu.

"Suara apa itu, aku yakin telingaku tidak salah dengar," ucapnya percaya diri sambil menempelkan daun telinganya ke pintu kamar. Karena Olivia sudah percaya kepada kekasihnya bahwa Dion itu tidak mungkin main belakang.

Suara itu semakin jelas di daun telinga Olivia sedikit demi sedikit Oliv membuka knop pintu kamar Dion. Cerobohnya Dion tidak mengunci kamarnya sehingga Olivia bisa segera masuk ke dalam.

Langkah kakinya bergetar setelah mendengar suara erangan wanita dan juga pria yang tidak lain dari dalam kamar. Jantungnya terkoyak sungguh dirinya tidak menyangka bahwa kekasihnya akan melakukan hal sekeji ini kepadanya. Terlihat di bawah lantai banyak berceceran baju dalam dan juga baju wanita berserakan di atas lantai. Tempat tidur mewah itu sudah terlihat acak-acakan membuat Olivia membekam mulutnya di barengi tetesan air mata yang mulai mengalir dari pelupuk mata.

Kerangka gunung kembar seorang wanita menggantung di depan cermin membuatnya semakin sakit. Olivia menghentikan langkahnya mengatur semua deburan jantung yang terkoyak habis. Tetesan air mata mulai bercucuran membasahi semua pipi manisnya yang semakin banyak.

"Apa yang telah terjadi," isak tangis Olivia menuju sumber suara yang sangat sakit di telinganya.

Olivia Melangkah mantap menuju kamar mandi mewah yang ada di dalam kamar milik kekasih hatinya. Suara air mengalir dan juga erangan kebisingan antara Dion dan wanita itu semakin menyakiti hati Olivia.

Tangannya gemetar hebat, tubuh lemas kakinya sudah tidak kuasa untuk melangkah maju kedepan. Olivia perlahan membuka knop pintu kamar mandi. Terlihat dua insan yang sedang beradu kasih di guyuran air shower.

Tangisnya pun semakin pecah, Dion masih belum sadar atas kehadiran Olivia kekasihnya sendiri yang telah memergoki dirinya sedang bermadu dengan wanita lain.

"Kamu sangat jahat Dion, menjijikan!" pekik Olivia mengagetkan Dion yang sedang melakukan kegiatannya bersama wanita lain.

Alangkah terkejutnya mereka melihat Olivia yang sudah berada di ambang pintu melihat apa yang sedang mereka lakukan.

"Ol-liva," ucap pelan Dion.

Wanita itu segera pergi meninggalkan Dion yang sedang menatap ke arah Olivia. Bagai di sambar petir siang bolong melihat kekasih hatinya yang selalu dia puja dan selalu Olivia doakan. Ternyata ia adalah seorang bajingan yang kini tengah berbuat sekeji ini kepadanya, sungguh ini sudah di luar batas Olivia.

Kekasih yang selama dua tahun ini telah Olivia percaya tega mengkhianati dengan cara kotornya. Berbuat tidak terpuji olehnya sehingga Olivia malu dan juga tidak tahu harus bagaimana.

"Aku membencimu," pekik Olivia kembali menutup pintu kamar mandi dengan sangat keras. Sehingga Dion segera meraih handuk dan segera melilitkan ke lingkaran pinggang. Wanita itu terlihat sangat kusut dengan rambut yang berantakan tersenyum sinis.

"Olivia tolong jangan pergi, aku bisa jelaskan semuanya padamu," pekik Dion mengejar Olivia yang akan keluar dari kamarnya.

"Apa yang akan kamu jelaskan lagi padaku, aku tidak tahu harus bicara apalagi padamu. Kisah kita aku akhiri cukup sampai di sini. Aku mohon kamu menjauh lah dari kehidupanku," tegas tangis Olivia.

"Tidak, pertunangan kita akan berlangsung bulan depan sayang," bujuk Dion mendekati Olivia.

"Tidak! Aku tidak mau mengenal dirimu lagi, setelah apa yang telah aku lihat oleh kedua mata kepalaku sendiri kau berkhianat padaku, sungguh aku tidak mau mengenal dirimu lagi. Pergilah dari kehidupanku," pekik Olivia sengit.

Wanita yang sudah di boking oleh Dion pun malah tersenyum penuh kemenangan. Melihat dua insan yang sedang berperang dihadapannya membuatnya berpikiran untuk merebut Dion dari Olivia.

"Aku bisa jelaskan padamu," bujuk Dion memegang tangan Olivia.

"Jangan sentuh aku, menjauhlah dariku," timpal Olivia menangis dengan rasa sakitnya.

"Amerta kau pergilah dulu ke luar," titah Dion kepada Amerta.

Melihat Dion bersikap manis kepada wanita yang tengah memadu kasih dengan pacarnya sendiri membuat Olivia semakin geram. Sungguh ini di luar dugaan Olivia, hatinya pun sulit untuk ia artikan. Pikirannya melayang dan juga Olivia tidak berhenti dari tangisnya.

"Aku akan pergi, aku anggap kita tidak pernah kenal satu sama lain. Dan aku mohon tinggalkan semua kenangan yang pernah kita lalui bersama," ujar Olivia membalikan tubuhnya melangkah pergi.

"Tidak!" Pekik Dion segera merangkul tubuh Olivia dengan sangat erat.

Olivia tercengang apa yang telah Dion lakukan kepadanya.

"Lepaskan aku, kita sudah tidak punya hak satu sama lain lagi. Aku jijik sama kamu mengerti!" Bentak Olivia sambil melepaskan rangkulan Dion.

"Ini hanya salah paham, tolong percayalah padaku," ujar Dion memeluk hangat Olivia.

"Tolong lepaskan aku," lirih Olivia mencoba melepaskan rangkulan Dion dari tubuhnya dengan tegas.

Di dalam hidupnya Olivia tidak habis pikir, orang

yang sangat dia cintai dan sayangi tega berbuat sekeji ini kepadanya. Pengkhianatan cintanya akan terus membekas di dalam ingatan Olivia walaupun nanti dirinya akan memaafkan Dion. Tapi untuk berteman lagi dengannya sungguh Olivia tidak mau.

Rasa cinta yang selalu Oliv pelihara untuk Dion kini telah hilang dan musnah selamanya.

"Tega kamu melakuakan ini padaku," isak tangis Olivia. Tangannya meremas baju miliknya hingga badannya bergetar hebat. Olivia lemas dan tidak berdaya saat ini. Seketika dirinya terbayang dan terngiang suara merdu dari mulut kekasihnya saat bercinta dengan wanita lain membuatnya tidak bisa menerima semuanya, ini sudah sangat keterlaluan Dion sudah menghancurkan kepercayaan cintanya.

"Ini semua salahmu Oliv, selama dua tahun aku selalu memelihara tubuhmu yang so suci ini. Akan tetapi jiwaku meronta-ronta ingin sekali aku menikmatinya," seru Dion membuat Olivia yang sedang menangis tercengang di buatnya.

"Kau biadab! Setelah apa yang kamu perbuat kepadaku berani sekali kamu bicara hal kotor seperti ini kepadaku," pekik Olivia mencoba mengatur semua sulut emosinya.

"Aku tidak cukup kalau hanya memegang tanganmu saja, rasanya hambar. Aku ingin memilikimu sekarang juga," senyum licik menyeringai Dion membuat Olivia ketakutan.

Tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Olivia segera menampar Dion. Bukannya minta maaf kepada Olivia, Dion malah bicara hal yang tidak bisa dipungkiri dan menjijikan. Sungguh Olivia menyesal telah mencintai Pria seperti Dion yang telah menipunya selama bertahun-tahun lamanya.

Kesucian cintanya telah Dion nodai oleh Dion. Olivia memberontak melepaskan cengkraman tangan Dion, ia terus memberontak. Olivia menangis dalam ketakutannya, membuat Dion semakin tersenyum licik menyeringai. Kesempatannya untuk mencicipi tubuh Olivia hari ini bisa terlaksanakan.

Akan tetapi, Olivia dengan cekatan sekuat tenaganya ia menendang kepemilikan Dion dan berhasil membuat Dion sempoyongan hingga terjatuh ke lantai. Olivia berhasil melukai kepemilikannya oleh tendangan kakinya. Olivia segera membuka pintu kamar Dan berhasil keluar dari kamar maut yang membuatnya hancur berkeping-keping.

"Oliv, aku mencintaimu," pekik Dion. Akan tetapi Olivia sudah menghilang dari pandangannya.

"Sial, kenapa aku begitu nafsu hingga membuatnya sangat kecewa kepadaku. Tidak, aku tidak mau putus dengannya," seru Dion saat dirinya akan keluar kamar, Amerta datang ia berhasil mencegah Dion untuk mengejar mantan kekasihnya itu.

"Aku tidak mau kau mengejarnya, tugas kita yang tadi belum selesai. Aku mau kita melakukannya lagi, lupakan dia aku akan ada untukmu," rayu Amerta.

Melihat tubuh seksi milik Amerta yang masih menggunakan lilitan handuk membuat Dion menyeringai dan melupakan Olivia sekejap mata.

Olivia berlari dengan sekuat tenaganya yang tersisa. Sungguh ini sangat menyakitkan bagi dirinya. Impian yang ada di depan matanya kini hancur berkeping-keping setelah apa yang terjadi hari ini. Olivia segera masuk ke dalam mobil dan berlalu pergi dari rumah Dion.

"Kenapa aku sangat bodoh selama ini, cintaku, ke percayaanku telah usai di hancurkan olehnya. Aku membencimu," isak tangis Olivia di dalam mobilnya yang melaju kencang.

Di kantor Jordan.

Jordan pengusaha sukses juga pembisnis hebat. Rahasianya sudah banyak di seluruh penjuru dunia. Wajahnya yang sangat tampan dengan rahang tegas, bulu alis tebal, bibir tipis, dengan tubuh tinggi yang sangat gagah, cool juga Maco membuat siapa saja akan terpikat dengan suara yang menghisap semua wanita. Saat ini Jordan tengah memandangi sebuah photo semasa SMA-nya bertahun-tahun lalu di saat dirinya mengejar cinta seorang wanita yang sangat cantik kala itu. Akan tetapi sudah beberapa kali dia di tolak saat mendekati wanita itu, membuat Jordan ingin berubah total seperti pria lainnya. Namun, sosok culun pada masa itu memang Jordan sengaja supaya ia bisa melihat karakter para wanita saat bersamanya.

Jordan berusia 30 tahun. Di masa lalu pria berkaca mata yang terlihat sangat culun, gendut, juga tidak banyak bergaul dengan orang di sekitar membuatnya minder dan terus berusaha untuk berubah setelah lulus sekolah demi mendapatkan cinta pertamanya, Jordan rajin berolah raga, menjaga stamina tubuh agar cool dan mendapatkan roti sobek di bagian tubuhnya. Selama bertahun-tahun Jordan berhasil menjadi Pria yang rupawan.

"Aku mau dia menjadi istriku saat ini juga," ujar Jordan menatap penuh cinta kepada photo wanita yang ada di meja kerjanya.

"Sam, kau habisi orang yang telah menentang ku saat kita di jalan tadi. Matikan dia atau kau buat dia lumpuh seumur hidupnya," titah Jordan dengan nada dinginnya.

Tidak ada yang tahu, Jordan sangat kejam kepada orang yang berani mengahalangi-nya siapapun orang itu, Jordan akan segera bertindak sesuka hati. Termasuk seorang supir truk yang tadi pagi menghalangi jalanan mobilnya pada saat tengah melintas.

"Aku harus segera mendapatkan Evelin, tidak ada yang bisa memisahkan cintaku lagi. Teruntuk pacarnya akan aku lenyapkan dia , biar Evelin bisa menjadi milikku seutuhnya. Aku yakin Evelin akan cinta mati kepadaku saat dia tahu aku sudah sangat tampan saat ini hahahah," seru Jordan sambil menegug kembali minuman yang ada di tangannya.

Cinta untuk Evelin tidak pernah pudar, akan tetapi dirinya tidak tahu bahwa semasa mereka SMA dulu. Evelin lah yang membuat Jordan di tuduh mencontek di dalam kelas. Rahasia itu masih rapat sampai saat ini tidak ada yang memberitahu Jordan.

Jordan menyuruh para pengawal untuk melamar Evelin dan membawakan buket bunga mawar untuk di kirim ke rumahnya. Saat ini Evelin belum mengetahui perubahan Jordan, dengan percaya diri Jordan akan menikahi Evelin mau tidak mau Jordan sangat ambisius ingin memilikinya.

Saat ini Evelin berpacaran dengan Pria CEO kaya raya. Tetapi semua itu akan Jordan hancurkan dengan cara imelamar Evelin secara tiba-tiba. Keluarga Jordan hanya bisa menyetujui keinginan anaknya yang kini sudah berumur tiga puluh tahun itu.

Evelin wanita matre Kakak tiri dari Olivia, sipat mereka berbeda jauh dari keduanya karena mereka bukan adik kandung. Mamah Evelin lebih mencintainya dibanding Olivia anak yang penurut, cantik anggun, juga sopan kepada semua orang. Perbedaan itu tidak membuat Olivia berpikir buruk mengenai keluarganya. Dirinya selalu mengalah dalam setiap hal apapun. Berbeda dengan ayahnya yang selalu mendukung apa yang di lakukan Olivia.

Sikap manja juga matre, Evelin menjadi wanita yang selalu pilih-pilih kepada Pria yang akan mendekatinya. Saat ini Evelin merasa kesal kepada Olivia karena Dion akan melamarnya bulan depan. Dirinya tidak mau di kalahkan oleh Olivia saat ini Evelin merencanakan sesuatu untuk memisahkan hubungan Dion dan Olivia. Padahal sebelum dirinya menghancurkan semuanya hubungan Olivia dan Dion sudah berakhir.

"Sayang, ada kiriman paket bunga untukmu," teriak Mamah Ratna pada Evelin.

"Dari siapa Mah?" tanya Evelin yang saat ini sedang menuruni anak tangga.

"Dari Jordan Nata Negara," ucap Mamah Ratna.

"Apa aku tidak salah dengar, Jordan si Pria culun, bau, dekil itu berani sekali dia mengirimku bunga. Kenapa dia muncul lagi setelah bertahun-tahun lamanya kita tidak pernah bertemu lagi," ujar Evelin sambil duduk di sofa.

"Huushh, kau ini bicara apa sih sayang, dia Pria pengusaha kaya raya. Tampan, gagah Maco ahh pokonya siapa pun yang melihat Jordan pasti akan terpana olehnya. Mamah juga nih ya andai masih gadis Maman sudah sangat girang di kirimi bunga oleh pria seperti Jo," seru Mamah Ratna.

"Mamah ini, tidak usah bermimpi, dia itu Pria culun. Eve tidak mau menerima bunga itu darinya, buang saja ke tong sampah," seru Evelin masih sibuk di depan ponselnya.

"Kau lihat dulu wajahnya di google," titah Mamah Ratna.

"Eve tidak mau melihat dia Mah, ishh sumpah mukanya itu jelek sekali membuatku mual saja," ujar Evelin beranjak pergi meninggalkan Mamahnya.

Mamah Ratna sangat geram kepada anak gadisnya itu. Jordan yang sudah berubah untuk dirinya masih saja tidak di lirik oleh Eve. Andai saja Evelin tahu bahwa Jordan sudah berubah drastis ia tidak lagi culun dan bau saat ini.

Unduh Buku