back
Unduh aplikasi
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Tawanan Cinta Calon Abang Ipar

Tawanan Cinta Calon Abang Ipar

Syafridawati

5.0
Ulasan
48.7K
Penayangan
142
Bab

Warning! Untuk 21+ Bijaklah dalam membaca tidak disarankan untuk di bawah umur, semua hanya kisah fiktif belaka. Kegagalan pernikahan Shakira Gwenie McQuin dan Andreas Brandon Karl membuatnya berlibur ke Skotlandia, dimana ia bertemu dengan Adam Felix Karl, seorang playboy dan pengusaha sukses yang seharusnya menjadi kakak iparnya. Adam jatuh cinta akan kebaikan dan kegigihan Shakira di dalam bekerja juga kecantikannya serta ketabahan yang dimilikinya. Shakira bagaikan satu paket komplit, membuat Adam berusaha untuk menawannya di dalam sebuah ikatan cinta dan pernikahan. Namun, Shakira sudah sangat sakit hati kepada Andreas dan tidak ingin berhubungan lagi dengan keluarga Karl, tetapi selalu saja takdir mempertemukan keduanya. Shakira membuat sandiwara telah bertunangan dengan Jamie Meyer membuat Adam marah dan menculik dan menyekap Shakira menjadikannya mainan cintanya. Bagaimanakah kisah cinta keduanya? Akankah Shakira jatuh cinta kepada Adam?

Bab 1
Tawanan Cinta Calon Abang Ipar
Suka cita menjadi duka

Shakira mengenakan baju yang sangat cantik di hari pernikahannya. Baju selayar putih dan bunga indah tersemat di kepala di atas sanggulnya,

Tangannya dihiasi kuteks berwarna merah muda. Wajahnya di make up oleh make up artis terkenal. Ia teramat cantik, ia mengenal Andreas baru sebulan di sebuah pesta di kantornya.

Shakira yang tidak ingin berpacaran langsung saja mau dinikahi oleh Andreas yang sangat baik, rupawan, dan bertanggung jawab. Jatuh cinta pada pandangan pertama yang menggoda, Andreas dengan rasa tanggung jawab melamarnya kepada kedua orang tuanya. Tuan Darius dan Tina McQuin, "Ibu, Ayah! Saya ingin melamar putri Ayah dan Ibu yang bernama Shakira!" ujar Andreas.

Shakira terperanjat ia tidak menyangka jika Andreas benar-benar datang dan ingin menikahinya. Shakira begitu bahagianya, ia sangat beruntung menemukan pasangan suami seperti Andreas, "Ayah dan Ibu tergantung Shakira. Jika dia mau ya, Ibu dan Ayah tidak bisa melarangnya, Nak!" ujar Darius.

Ia memandang putrinya yang duduk tidak jauh di depannya, "Apakah kau menerima lamaran Andreas, Nak?" tanya Darius McQuin. Shakira menganggukan kepalanya, "Iya, Ayah!" jawabnya malu-malu.

"Baiklah, Nak Andreas … berhubung Shakira mau, ya silakan. Bawalah orang tuamu, Nak!" balas Ayah.

"Baiklah, Ayah!" ujar Andreas.

***

Berselang 2 minggu kemudian hari bahagia itu pun tiba. Hari ini, Shakira dan Andreas pun menggelar acara pernikahan. Kedua orang tua Andreas dan abangnya hadir begitu juga dengan sanak saudara.

Andreas dengan tampannya memakai jas berwarna hitam, kemeja putih, dan celana pantalon.

Seorang pendeta langsung mengadakan pemberkatan, "Andreas Peter Karl bersediakah engkau menerima Shakira Gwenie McQuin menjadi istrimu di dalam suka dan duka?" tanya pendeta.

"Saya ber-" balas Andreas terpotong.

"Tunggu!" sela seseorang di depan pintu.

Semua mata menoleh ke arah pintu. Di pintu seorang wanita berdiri dengan perutnya yang membundar, ia sedang hamil besar, "Silakan, masuk! Anak ini siapa?" tanya Darius bingung.

Ia merasa tidak memiliki keponakan maupun kerabat seperti wanita di depannya. Wanita yang sangat cantik dan modis. Berpakaian sangat seksi dan begitu menggoda kaum lelaki. Si wanita hanya mendengus tanpa sopan maju ke arah Shakira dan Andreas.

Wajah Andreas memucat, "Mengapa Wilona di sini?" batin Andreas.

"Andreas, kamu sungguh terlalu! Kamu tidak bertanggung jawab dengan anakmu yang sedang aku kandung! Kamu malah enak-enakan mau menikah?" hardik Wilona marah.

Semua orang terperangah, begitu juga dengan Shakira. Tubuhnya bergetar hebat, kesedihan melanda jiwa. Air mata meluncur di wajah cantiknya.

Shakira menoleh ke arah Andreas mencari kebenaran, "Andreas, apakah benar?" tanya Shakira.

"A-aku—" Andreas bingung harus menjawab apa.

"Andreas, apakah kamu tidak ingat? Apakah perlu aku katakan kepada semua orang di mana saja kita melakukannya?" teriak Wilona dengan berderai air mata.

"Shakira, terserah kepadamu. Apakah kamu mau menikah dengan pria yang tega mencampakkan calon anak dan istrinya?" tanya Wilona kepada Shakira.

"Apakah semua ini benar Andreas?" tanya Arnold ayah Andreas. Ia merasa sangat malu atas perbuatan putra bungsunya.

Ia tidak menyangka jika putra bungsunya yang terkenal baik menyimpan keburukan dan mempermalukannya.

"Maafkan aku, Pa! A-aku tidak sengaja!" balas Andreas, "aku tidak menyangka jika Wilona hamil," balas Andreas sedikit malu dan takut.

"Sudah batalkan saja pernikahan ini, kalian telah mencoreng nama baik putriku!" hardik Darius McQuin.

Shakira hanya mampu meneteskan air mata. Jiwa dan sikapnya yang lembut, tidak mampu berkata apa pun lagi.

Impiannya yang indah hancur berderai, Andreas yang dikira pria yang baik, bersahaja, dan bertanggung jawab, Ternyata mengerikan bagaikan monster,

"Kau menyuruhku untuk menggugurkan bayi ini kan, Andreas! Apakah kau tidak ingat? Aku tidak ingin menambah dosa lagi, hiks hiks!" sela Wilona.

Arnold dan Stefanie orang tua dari Andreas merasa sangat marah atas perbuatan putra mereka, "Andreas, dasar anak kurang ajar! Apa pernah aku dan Papa mengajari kamu untuk menyakiti wanita?" teriak Stefanie berdiri menampar putranya.

Plak! Plak!

"Kamu nikahi Wilona sekarang juga! Kasihan anak kalian! Bertanggung jawablah atas perbuatanmu?" teriak Stefanie.

"Ta-tapi Bu? Bagaimana dengan Shakira? Aku mencintainya?" balas Andreas.

"Tidak! Aku tidak ingin menjadi perusak rumah tangga di antara kalian, nikahilah dia!" balas Shakira. Ia berusaha untuk terlihat tegar, walaupun sebenarnya ia sudah ingin menjerit dan pingsan.

"Maaf Pak Darius, karena ulah Andreas pernikahan ini jadi begini. Akan tetapi, kami sangat ingin Shakira menjadi menantu kami." Arnold memandang ke arah Darius, "Maaf, Pak! Anak saya tidak ingin dimadu dan menjadi duri di dalam rumah tangga mereka," balas Darius dingin.

Ia sangat ingin marah dan memukul Andreas, tetapi ia masih memiliki adab dan kesopanan. Sehingga membuat ia mencoba untuk mengurungkan niatnya,

"Saya tahu, saya ingin menikahkan Shakira dengan putra sulung saya, Adam!" balas Arnold.

Adam yang dari duduk disebuah kursi sedikit terhenyak, ia tidak menyangka akan menjadi kambing hitam di sana. Semua karena adiknya yang suka bermain-main dengan wanita.

"Sialan, mengapa aku yang harus menikahinya? Aku punya kekasih!" batinnya.

"Tapi, Pa!" sanggah Adam.

Adam ingin protes, ia tidak ingin menjadi kambing hitam dibalik semua malapetaka yang diciptakan adiknya,

"Tidak ada, tapi-tapian! Kamu harus menikahi Shakira. Mama dan Papamu sudah setuju jika Shakira jadi menantu Ibu," hardik Stefanie.

Semua tamu menjadi riuh, Shakira merasa kasihan jika karena dirinya Adam merasa terbebani menikah dengannya. Selain itu dirinya merasa seperti barang yang tidak laku harus di oper ke sana kemari, "Sudahlah Ma, Pa! Aku tidak apa-apa ... terima kasih buat semua yang hadir. Acara telah selesai," ucap Syakira.

Semua tamu berbisik-bisik, "Kasihan banget ya? Nasib Shakira! Masa dia nggak tahu, kalau pacarnya brengsek begitu, sih?" bisik-bisik semua orang.

"Shakira benar-benar gadis yang malang. Begitulah jika tidak pernah bergaul, tahunya hanya kerja dan kerja! Memilih suami pun tidak mengerti mana yang baik mana buaya darat!" bisik-bisik semangkin memanas.

"Kalau aku jadi Shakira nggak bakal mau deh dinikahi sama Abangnya. Adiknya saja begitu," ujar seorang ibu lain lagi.

Adam semangkin kesal dan panas, "Keluarga bejat, begitu!" balas seseorang lagi.

Adam sangat murka dan ingin marah, tetapi apa yang dilakukan oleh Andreas memang pantas jika mereka menuai semua itu,"Shakira, Mama mohon, menikahlah dengan Adam. Adam nikahilah Shakira, semua ini untuk kebaikan semua.

"Baik keluarga kita dan keluarga Shakira. Andreas telah mencoret nama baik keluarga Shakira dan kita. Siapa lagi yang mau menikahi Syakira, mungkin banyak yang mau.

"Namun, dia dan keluarga kita akan menjadi cemoohan. Mama mohon!" isak sedih Stefanie.

Ia benar-benar malu atas perlakuan putra bungsunya, "Bagaimana, Nak?" tanya Stefanie kepada Shakira dan Adam.

Shakira terdiam ia tidak tahu harus menjawab apa. Syakila memandang Wilona dan Andreas yang duduk berdampingan,

Wilona telah menggenggam tangan Andreas.

Syakira merasa hatinya bagai tertusuk ribuan jarum, "Kamu jahat sekali, Andreas! Kamu tega ...," batin Shalira bersedih.

Buku serupa
Unduh Buku