Love and Hurt

Love and Hurt

Baby EL

5.0
Komentar
145
Penayangan
11
Bab

Kamu hanyalah domino jatuh untukku. Bertemu kembali denganmu adalah kesalahan Tuhan yang terbesar. (Tiffany Ananda Putri) Aku mencintaimu dulu, sekarang dan nanti. (Jimmy Stevano Cavarro)

Bab 1 Tiffany Ananda Putri

'Cinta pertama tak selamanya berhasil'

Sepertinya kalimat itu benar adanya.

Cinta pertama hanyalah bagian dari rasa penasaran seorang remaja yang masih kebingungan dengan jati dirinya, bumbu-bumbu cerita hiasan masa remaja bahkan mereka menganggap dirinya sudah dewasa hanya karena cinta.

Walaupun begitu aku juga pernah merasakannya,merasakan menjadi seorang remaja yang penasaran apa itu Cinta dan menganggap hanya dengan Cinta semua akan baik-baik saja dan bahagia selamanya layaknya animasi disney series yang sering ku tonton waktu masih kecil selalu berakhir happily ever after.

Naif? tentu saja tapi dengan kenaifan itu aku pernah merasakan kebahagian seakan dunia ada dalam genggaman tanganku yang mungil ini dan setidaknya aku perlu berterimakasih untuk itu.

Setiap ada orang yang bertanya seperti apa Cinta pertamaku,aku selalu teringat 'dia'.

Wangi vanilla selalu mengingatkan akan dirinya,dia... domino jatuh dan kebodohan terbesarku.

Aku bukan gadis populer seperti Selena ratu kecantikan lambang sekolah SMA GANDHI tapi aku juga bukan gadis culun kutu buku seperti Susan penghuni tetap perpustakaan.Aku hanya Tiffany seorang gadis yang menghargai waktunya, belajar jika waktunya belajar dan bermain jika waktunya bermain.Singkat kata aku hanyalah remaja 17 tahun dengan rutinitas monoton belajar,bermain dan... cinta.

Aku menjalani keseharian ku yang tertata bahkan hampir menyerupai jadwal harian yang wajib bahkan telah menjadi kebiasaan di setiap hari ku hingga...'dia' datang dan dengan seenaknya mengacaukan kehidupanku.

Mungkin sebenarnya bukan dia yang mengacaukannya tapi aku yang dengan rela menyerahkan diriku jatuh ke dalam pesonanya waktu itu dan berakhir menyesal hari ini.

"Hai kamu yang ada disana, setidaknya aku perlu mengucapkan terima kasih kepadamu untuk menjadi kenangan masa remaja ku dan sempat melukiskan pelangi cerah.Walaupun pada akhirnya kamu juga yang mendatangkan awan mendung di antara kita..."

"Mari berbahagia... dengan jalan masing-masing ah,aku harap kamu yang bahagia".

****************

12 Juli 2018

Biar aku perkenalkan diri secara resmi namaku Tiffany Ananda Putri mahasiswa baru angkatan 39 tahun 2018 jurusan sejarah kuno GM University.

kehidupan penuh tantangan mahasiswa baru akan segera dimulai dan selamat datang cerita baru.

menginjakan kaki untuk pertama kali nya di gerbang utama universitas impian membuat perasaan campur aduk yang tak bisa di jabarkan memenuhi hatiku.tak bisa dipungkiri rasa pencapaian yang membanggakan membuatku bahagia.

Kata orang usaha tak akan mengkhianati hasil tapi menurutku kadang hasil tak akan sepadan dengan usaha.Ya... itu hanya menurutku saja karena untuk masuk kesini aku berusaha lebih keras dari siapapun setidaknya semua telah aku korbankan.

"Bukankah ini seperti mencari jarum di luasnya samudra?" Sebuah suara imut yang sedang menggerutu membuyarkan lamunan mengenang perjalananku yang penuh duri.

Ok ini berlebihan tapi aku memang terharu sampai hampir menangis!

"Halo kakak, mau berteman denganku?"suara itu terdengar kembali tapi sepertinya kali ini dia berbicara kepadaku.

Aku menunjuk diri ku sendiri untuk memastikan bahwa yang ia ajak bicara adalah aku.Seorang gadis berkepang dua berdiri dengan senyum polos di sampingku mengulurkan tangan kanannya menunggu untuk ku sambut,aku memperhatikan dia dari ujung kepala hingga ujung kaki tak ada yang aneh dengan dirinya hanya saja aku merasa dia terlalu polos dan... lugu.

Sepertinya dia juga mahasiswa baru disini dan aku menebak dia sedikit lebih muda dari ku,sedikit hanya sedikit.

"Tiffany." Aku menyambut uluran tangan darinya.

"Aku tebak kita satu angkatan jadi jangan panggil aku kakak,"ucapku dengan mengisyaratkan bahwa kita sama-sama membawa koper besar untuk masuk asrama.

Gadis itu menganggukkan kepala seakan mengerti dan kembali tersenyum.

"Melanie, tapi panggil Mey lebih saja lebih praktis,"ucapnya sembari mengayunkan tanganku berulang kali.

Aku mencoba menarik bahkan sedikit memaksa Mey untuk melepaskan ayunan tangannya pada ku.

"Hey apa kamu masuk kemari juga karena dewa tampan itu?"Mey kembali bersuara tapi kali ini dengan sedikit berbisik bersiap untuk membuka bahan gosip.

Aku mengernyitkan dahi tidak mengerti apa yang gadis ini maksud.

Dewa tampan?

Siapa itu?

Dewa tampan yang satu-satunya aku tau hanya Dewa Hermes dalam mitologi Yunani.

Mey menghela nafas menatap tak percaya padaku.

"Kau tidak tau dewa tampan?"

aku menganggukkan kepala,tentu saja aku tau dewa tampan yang Mey maksud jika tidak bagaimana bisa aku menyebut diri ku sendiri sebagai mahasiswa sejarah?

"Tentu saja Dewa Hermes dewa paling tampan tapi Zeus juga tak kalah tampan,"ucapku sembari mengingat kembali pelajaran sejarah.

"Lupakan saja!" Belum selesai aku menjelaskan Mey sudah lebih dahulu menarik tanganku.

***

Universitas GM menggunakan sistem asrama sekolah yang akan rolling kamar setiap semester baru di mulai, sebenarnya itu tidak terlalu nyaman untuk orang introvert seperti diri ku yang harus berdaptasi dengan orang asing setiap semester baru dimulai.Tapi disitulah tantangan yang sebenarnya,karena aku telah memilih GM artinya aku akan merubah sifat introvert ku.

Aku menghembuskan nafas panjang memegang gagang pintu.Semoga teman sekamarku orang yang ramah mudah diajak bergaul walaupun tidak ramah sekalipun,setidaknya mereka bukan orang mysophobia bahkan kemungkinan terburuk mereka bukan orang yang suka memerintah.

"Halo aku Tiffany mahasiswa tahun pertama jurusan sejarah kuno,mari kita saling membantu dan berteman,"ucapku dengan sekali tarikan nafas.

Hening....

Tak ada suara yang terdengar bahkan aku tak mendengar suara helaan nafas seorang pun.

Apa aku salah masuk kamar?

Atau kamar ini kosong?

Itu tidak mungkin kan?

Mengepalkan genggaman tangan lebih kuat dan sedikit membuka mata,otak pintarku memikirkan banyak kemungkinan tentang keheningan di sini.

"Wow... perkenalan yang mengejutkan," ucap seorang gadis yang baru keluar dari kamar mandi dan melewatiku.

Ada tiga orang di dalam kamar,satu orang berambut pendek dan sedikit tomboy yang tadi keluar dari kamar mandi,satu orang yang sedang menatapku melongo tapi akhirnya dia hanya mengangguk dan kembali membuka bukunya di meja belajar,dan satu orang lagi yang sedang berbaring di atas ranjang sunsun dia... Mey.

"Halo Zeus,"ucap Mey menuruni ranjangnya dan menarik ku masuk ke dalam ruangan.

"Zeus?"ucap gadis-gadis itu bersamaan.

Mey nampak terkejut dengan suara mereka dan mengedipkan matanya untuk menenangkan diri.

"Benar zeus. Kalian tau Tiffany ini bahkan tidak tau siapa dewa tampan kampus kita yang dia tau hanya Zeus manusia purba yang paling tampan menurutnya,"ucapnya menggebu-gebu.

"Kau tidak tau dewa tampan?"

"Kau masuk kesini bukan karena dewa tampan?"

Ada apa dengan mereka?

Kenapa sekarang sangat bersemangat sekali berbeda dari saat aku datang?

Sebenarnya siapa dewa tampan itu?

Aku menggelengkan kepala sebagai jawaban dan reaksi mereka bahkan terkesan berlebihan menurutku.

"Sungguh surga telah memberimu kerugian yang besar untukmu,"ucap Mey penuh drama sembari mengotak-atik ponselnya.

"Lihat ini! dewa tampan pujaan semua gadis,kebanggaan fakultas sejarah kita,permata berharga GM University," lanjutnya yang tak kalah lebih drama.Hampir saja aku muntah mendengar pujian yang lancar mengalir dari mulut Mey.

Tapi tunggu...kenapa orang yang ada di photo yang di tunjukan Mey ini tidak asing?

Sepertinya aku mengenalnya tapi tidak mungkin dia kan?

"Siapa dia?" aku harus memastikan itu bukan dia.

"Jimmy Stevano Cavaro dewa tampan kita." Dan ucapan Mey mengantarkan petir di siang bolong ke arah ku.

***

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
5.0

Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

Pemuas Nafsu Keponakan

Pemuas Nafsu Keponakan

kodav
5.0

Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel Aku, Rina, seorang wanita 30 Tahun yang berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku untuk sementara tinggal bersama kakakku dan keponakanku, Aldi, yang telah tumbuh menjadi remaja 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan untuk menemukan ketenangan, namun perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui setiap langkahku. Aldi, keponakanku yang dulu polos, kini memiliki perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Perasaan itu berkembang menjadi pelampiasan hasrat yang memaksaku dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Di antara rasa bersalah dan penyesalan, aku terjebak dalam perang batin yang terus mencengkeramku. Bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam, membuatku bertanya-tanya bagaimana aku bisa melanjutkan hidup dengan beban ini. Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi di balik pintu tertutup, tetap percaya bahwa segala sesuatu berjalan baik di rumahnya. Kepercayaannya yang besar terhadap Aldi dan cintanya padaku membuatnya buta terhadap konflik dan ketegangan yang sebenarnya terjadi. Setiap kali dia pergi, meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku. Di tengah ketegangan ini, aku mencoba berbicara dengan Aldi, berharap bisa menghentikan siklus yang mengerikan ini. Namun, perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuat Aldi semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis. Kisah ini adalah tentang perjuanganku mencari ketenangan di tengah badai emosi dan cinta terlarang. Dalam setiap langkahku, aku berusaha menemukan jalan keluar dari jerat yang mencengkeram hatiku. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan keponakanku dan kembali menemukan kedamaian dalam hidupku? Atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku