Login to Bakisah
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Mute Husband
5.0
Komentar
2.2K
Penayangan
33
Bab

[COMPLETE] Menjadi anak pungut dikeluarga Park memang sebuah beban besar yang harus ditanggung oleh, Jihan. Apalagi ketika dirinya harus menggantikan posisi Jira, menikah dengan seorang pria aneh dan ternyata, pria tersebut memiliki kekurangan. Pria bisu yang baru Jihan ketahui. Bagaimana kelanjutannya setelah ini?

Bab 1 Prolog

"Saya tau kamu bukan anggota keluarga kami,Tapi saya harap kamu tau diri setidaknya dengan menggantikan Posisi Jira."

Ucapan itu terus terngiang di dalam ingatan gue.Seolah-olah itu merupakan tanda sebagai balas budi gue di keluarga Park.

Iya...

Gue tau gue bukan bagian dari mereka,Singkatnya Bibi dain yang nemuin gue di depan rumah.

Bibi dain sendiri cuman pembantu keluarga Park dan notabenenya bukan siapa-siapa di keluarga itu.

Tapi karena tuan Park emang punya hati nurani dia akhirnya mau membantu membiayai segala kebutuhan gue dari bayi sampe sekarang baru lulus SMA.

Keluarga Park punya 3 anak yang cantik - cantik sama ganteng.Beda sama gue yang rada-rada buluk jadi sekiranya kalau lagi ada acara bisnis di keluarga mereka gue gak akan pernah muncul.

Anak nya yang pertama udah berkeluarga namanya Park Sooyoung tapi sering dipanggil Joy.Terus yang kedua ada Park Woojin dia yang paling beda di keluarga ini.

Disaat Park Jira yang merupakan anak bungsu keluarga ini benci banget sama gue.Woojin justru orang yang paling ngerti gue.

Ibaratnya dia itu udah jadi sosok kakak yang selalu ngelindungin gue dimana pun dan kapanpun.

Bahkan kak joy pun gak jarang sering nyindir gue yang notabenenya parasit di keluarga mereka.

Tapi siapa sangka parasit di keluarga itu justru akan jadi penyelamat mereka.

Sekarang gue cuman bisa nunduk dan mikir apa yang akan terjadi kedepannya kalau gue nerima semua ini?!

"Mama juga gak mau jira sampe nikah sama anak keluarga Koo itu pa!" Nyonya Park aja sampe berani mengungkapkan kekesalannya dengan nada tinggi ke suaminya.

Tuan Park terlihat frustasi...Disampingnya ada Jira yang sekarang duduk santai seraya melirik kearah kuku cantiknya.

"Udah si pa! daripada pusing mending biarin aja jihan yang gantiin jira." Ucapnya gadis itu santai seraya melirik tidak suka kearah gue.

Demi tuhan! kalau aja tu anak bukan salah satu anggota keluarga disini udah gue sleding mulutnya.

"JIRA! kamu bisa gak sih sekali aja jangan terus ngorbanin Jihan?!"

"PAPA! papa kenapa malah bela anak gak tau diuntung ini sih." Jujur gue sedih saat nyonya park berkata demikian apalagi dia sampai menunjuk-nunjuk gue.

"Pa! Anak papa aku apa jihan!"

Tuan park keliatan gelisah,Jujur beliau merupakan orang yang baik,ramah serta peduli.Dari dalam lubuk hati gue tuan park udah gue anggap sebagai ayah gue sendiri.

"CUKUP JIRA! kalau gitu papa lebih milih kita hidup miskin daripada harus mengorbankan seseorang yang bahkan gak tau apa-apa!!" Setelahnya Tuan park pergi walaupun sebelum itu ia melirik sekilas ke arah gue.

Nyonya park perlahan mendekat kearah gue,Jujur saat ini gue takut banget kalau sampai dia ngelakuin tindak kekerasan misalnya jambak?

Maybe?

"Saya tau kamu bukan anggota keluarga kami,Tapi saya harap kamu tau diri setidaknya dengan menggantikan Posisi Jira."

....

"Tuan."

Gue memberanikan diri untuk masuk kedalam ruang kerja Tuan Park.Setidaknya semalaman suntuk gue udah mikirin ini semua.

Gue positif sama pilihan ini seenggaknya itu sebagai tanda balas budi karena selama 18 tahun ini mereka mau menampung gue.

"Ada apa jihan?" Tanya Tuan park tanpa mau mengalihkan pandangan dari beberapa tumpukan dokumen diatas mejanya.

"Tuan...Saya bersedia menggantikan posisi jira."

Tuan Park lantas menoleh dengan wajah terkejutnya.Laki-laki paruh baya itu kemudian bangkit dan mendekak kearah gue.

"Saya gak mau setuju sama pilihan kamu kalau kamu melakukannya dengan terpaksa." Tuan park menepuk bahu gue pelan seraya menatap lewat manik matanya yang tersirat sebuah harapan disana.

"Saya tidak merasa terpaksa tuan." Gue sedikit menunduk takut saat bertemu tatapannya.

Entah kenapa gue sulit sekali berbohong ketika menatap manik matanya.

"Baiklah kalau itu mau--"

"Tapi saya punya permintaan..."

###

Selamat datang!

Warning sebelumnya, cerita ini masih sedikit berantakan dan berlatar korea. Terimakasih eheheh

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku