I'm Your Wife : Bukan Dia Tapi Aku

I'm Your Wife : Bukan Dia Tapi Aku

Winter_Blue

5.0
Komentar
21.6K
Penayangan
65
Bab

Alan hanyalah seorang wanita nerd yang dijodohkan dengan seorang CEO tampan bernama Gavin Wildberg. Pernikahannya yang dilandasi perjodohan tak membuatnya bahagia karena sikap Gavin yang arogan. Diam-diam laki-laki itu memiliki affair dengan adik angkat Alan bernama Aluna Welington. Penderitaan Alan tak sampai di situ. Dia dipaksa bercerai dengan Gavin oleh ibu mertuanya karena mereka menganggap Alan hanyalah gadis buruk rupa dan dan tidak jelas asal usulnya. Keluarga Wildberg mengusirnya, ia dibuang dan diceraikan oleh suaminya. Kisah Alan belum berakhir sampai di situ. Ia putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya. Hingga seseorang menyelamatkannya dan mengenali siapa sosok Alan sesungguhnya. Pria itu membawa Alan pada keluarganya. Seorang konglomerat kaya raya. Hingga beberapa tahun merubah hidupnya dan menjadi seorang pewaris tahta, dan ia akan kembali untuk menuntut balas.

I'm Your Wife : Bukan Dia Tapi Aku Bab 1 Mimpi Buruk Alan

Alan baru terbangun dari atas ranjangnya. Jubah tidurnya bahkan masih belum berganti. Jam di nakas baru menunjuk pukul setengah 6 pagi, tapi suara ribut di bawah sudah membuat telinganya tak nyaman.

Wanita bernama Alanair Welington atau sekarang sudah berubah menjadi Alanair Wildberg, karena beberapa bulan lalu dia menikah dengan Gavin Wildberg, penerus tahta Wildberg, seorang tuan muda yang sekarang menjabat sebagai CEO WG Corporation.

Dia membuka kamarnya dan segera berlari menuruni anak tangga.

"Aku hamil."

Suara pertama yang tertangkap telinga Alan, seketika membuat tubuhnya membeku.

Dia melihat adik tirinya berlinang air mata. Duduk bersimpuh di tengah-tengah lingkaran keluarga Wildberg yang menggelilinginya.

"Kau serius!" teriak si bungsu Wildberg, gadis manis bernama Zenaya Wildberg.

"Untuk apa aku berbohong, Nay. I am serious!"

"Ternyata, kau memang perempuan jalang, Luna," ucap Nay yang terlihat mengepalkan kedua tangannya. Disusul suara tamparan yang cukup nyaring dilayangkan oleh Sang Nyonya besar Wildberg pada anak bungsunya.

"Nay!" Alan berteriak dari atas anak tangga. Dia menguatkan hatinya saat mendengar ucapan pedih yang keluar dari bibir adik tirinya.

"Bukankah, Alan lebih jalang dariku."

"Si pemalas, rupanya baru bangun." Grifida Wildberg menatapnya remeh. Wanita sosialita dengan gayanya yang angkuh itu sejak awal tidak pernah menyukai sosok Alanair.

"Alan, kau lihat, adik tirimu benar-benar mengkhinatimu. Dia menusukmu dari belakang."

"Apa katamu, aku dan Gavin sama-sama saling menyukai. Tetapi, perjodohan bodoh itu membuat semuanya buyar seketika." Grifida meraih bahu Luna. Wanita angkuh itu memeluk gadis itu begitu erat, membuat Alan seketika membuang wajahnya.

Hatinya terlalu pedih menyaksikan betapa sayangnya ibu dari suaminya ini pada Luna. Padahal dia adalah menantu di rumah ini.

"Jangan menangis, aku akan menyuruh Gavin bertanggung jawab dengan kehamilanmu," ucap Grifida sembari mengusap pucuk kepala Luna.

"Mama!" Nay berteriak. Dia melirik kakak iparnya yang hanya diam menunduk. Memilih diam dan tidak ingin bertindak.

Nay berdecak kesal. Dia menghampiri Alan yang masih berdiri layaknya patung di tempat yang sama.

"Al, kau jangan hanya diam, kau ingin Gavin direbut olehnya, aku yakin dia berbohong. Luna tidak benar-benar hamil, gadis pendusta."

"Nay, jangan bicara omong kosong. Untuk apa Luna berpura-pura." Lagi-lagi Grifida membelanya, membuat Nay semakin kesal dan Alan yang merasa hatinya semakin remuk.

"Mama, kau percaya padanya!" Jarinya menunjuk tepat di depan wajah Luna.

"Aku bisa membuktikannya." Gadis Welington itu mengobrak-abrik tas miliknya. Dia mengeluarkan selembar kertas dan menyerahkannya pada Nay yang langsung direbut paksa oleh gadis cantik bermata biru tersebut.

Sialan, Nay benar-benar marah. Dia meremat kertas itu dan membuangnya tepat di wajah Luna.

"Kau! Jalang, berani sekali kau mengkhianati Kakakmu, huh!"

"Dia bukan Kakakku, dia hanya gelandangan yang dipungut oleh keluarga Welington, seharusnya dia tahu diri."

Alan seperti kehilangan persendiannya. Tubuhnya lemas mendengar suara Luna yang menyudutkannya. Apalagi hatinya yang sekarang sudah tak berbentuk lagi.

Dia hanya bisa diam menunduk, tanpa bisa melakukan apa-apa.

Selama ini dia selalu diam.

Menjadi gadis bodoh, yang mengikuti arus. Dia terlalu menyukai Gavin yang selalu bersikap dingin padanya.

Dia membutakan matanya, cinta membuat akalnya hilang. Jika selama ini sikap Gavin padanya begitu kaku dan dingin, namun Alan selalu menutup semua panca inderanya.

"Ada apa pagi-pagi sudah berkumpul." Alan baru berani mendongak saat mendengar suara Joshep Wildberg, Tuan besar di rumah ini, suami Grifida sekaligus ayah mertuanya, datang dari luar bersama Gavin yang masih mengenakan pakaian olahraga.

"Gav!" Luna berlari dan langsung menubruk tubuh Gavin. Laki-laki itu masih memasang wajah datarnya, namun kilat di matanya begitu kentara, jika dia terlihat bingung dengan situasi yang sedang terjadi. Dia sekilas melirik ke arah Alan, gadis itu tidak menangis, hanya matanya yang terlihat kosong di balik kaca mata tebal ketinggalan jaman yang gadis itu kenakan.

"Ada apa?" Bahkan intonasi dari suara Gavin pun datar seperti biasa.

"Gav, aku hamil." Wajah cantiknya mendongak menatap Gavin yang tidak merubah raut di wajahnya. Laki-laki itu seperti tak memiliki ekspresi.

"Aku mabuk, saat itu," tutur Gavin.

"I know, but you do it because you have feelings for me."

"Omong kosong, jalang tetaplah jalang!" Nay berteriak lagi. Gadis itu memang tidak pernah menyukai Luna sejak awal.

"Aku bukan jalang, tapi Alan. Aku ingin Gavin menikahiku."

Joseph memijit pelipisnya. "Jangan membuatku pusing, cepat katakan Nona Welington. Apa benar kau hamil dengan putraku," ucapnya dengan mata berkilat dan menatap putranya yang sama sekali tak menunjukan reaksi apapun.

"Gavin, katakan sesuatu," ujar Joseph.

"Aku mabuk, jika dia hamil aku akan bertanggung jawab." Dia berkata begitu santai.

"Jadi, kau benar-benar menghamilinya." Nay bertanya lagi.

"Aku laki-laki normal yang butuh pelampiasan, malam ini aku akan melamar Luna."

Semua orang tercengang di ruangan ini. Alan bahkan sudah tak mampu menggerakan tubuhnya. Ini terlalu tiba-tiba, apa kabar dengan hatinya. Bahkan tubuhnya sekarang sudah merosot ke atas lantai, tanpa air mata tapi tubuh beku layaknya patung.

🍒🍒🍒

Buagh!

Ruangan tengah mansion mewah keluarga Wildberg menjadi saksi bisu di mana seorang Joseph Wildberg yang terkenal sangat menyayangi kedua anaknya dan sosok ayah yang penyabar untuk pertama kalinya memukul putra sulungnya hingga meninggalkan lebam di pipi kanannya.

"Joseph, hentikan!" Suara Grifida terdengar keras diiringi isak tangis melihat putranya jatuh terduduk di samping sofa dengan sudut bibir yang berdarah.

"Dia pantas mendapatkannya, lihat hal bodoh apa yang dia lakukan hingga membuat malu keluarga kita!"

"Gavin tidak bersalah, putraku tidak bersalah! Sejak awal kau lah yang bersalah, seharusnya Luna yang menjadi menantu di keluarga Wildberg, bukan si perempuan buruk rupa yang tidak jelas asal usulnya itu!" Jemari lentik Grifida menunjuk sosok Alan yang berdiri di samping Joseph dengan kepala tertunduk. Sakit yang ia rasakan. Sejak awal wanita anggun yang melahirkan Gavin dan Zenaya itu tak pernah menyukainya. Wanita itulah orang yang pertama kali menentang pernikahannya dengan Gavin 1 tahun yang lalu.

"Aku memilih Alan sebagai pedamping hidup Gavin, karena dia yang terbaik."

"Terbaik katamu, kau buta, dia seorang gelandangan, seorang wanita tidak jelas. Lihat saja, apa yang kita dapat setelah satu tahun menikah dengan Gavin. Mana cucu yang kuinginkan, dia tidak leboh dari perempuan mandul, dan apa yang kau lihat dari si buruk rupa ini, kau ingin keluarga kita punah!"

Luna semakin melebarkan senyumnya. Kemenangan sudah berada di depan matanya. Sebentar lagi, impiannya menjadi Nyonya Wildberg akan segera terlaksana.

"Apapun yang terjadi, aku akan menikahinya, tidak peduli jika Papa ingin membunuhku sekalipun," jawab Gavin dengan wajah tampannya yang dingin.

"Kau." Joseph geram. Dia membuang muka dan beralih menatap sosok menantunya yang kini memilih membisu tanpa ingin berusaha mempertahankan posisinya sebagai pendamping hidup putranya. "Alan," ucapnya kemudian.

Belum sempat lelaki paruh baya itu meneruskan kalimatnya. Buru-buru wajah berlinangan air mata si gadis lugu itu menatap Joseph dengan bibir bergetar. Sungguh ironis kenapa dia begitu cengeng. Istri macam apa yang tidak memiliki nyali hanya untuk mempertahankan posisinya di rumah ini. Selemah itukah dia? Kenyataannya memang dirinya adalah sosok pengecut yang hanya bisa mengalah.

"Aku akan mundur, Papa," ujarnya yang membuat Joseph dan Nay melotot ke arahnya.

"Apa maksudmu, Alan!" teriak Nay. Gadis itu menggoyang kasar tubuh kakak iparnya.

"Itu bagus, jadi aku tidak perlu susah payah untuk mendepakmu dari sini." Suara Grifida kembali membuat hatinya berdenyut nyeri.

"Tidak aku ijinkan kau melakukan itu, Alan adalah menantuku."

"Lalu, bagaimana dengan calon cucu kita, Joseph."

Pria itu mematung. Ingin rasanya dia tidak mempercayai omongan gadis Welington itu. Tapi bukti dari rumah sakit memperjelas semuanya, gadis itu memang tengah mengandung dan putranya sendiri mengakuinya jika Gavin memang pernah tidur dengan Luna. Apa yang harus dia lakukan, posisi Alan akan semakin sulit.

"Berapa uang yang kau inginkan, Nona Welington." Tawaran terakhir seorang Joseph Wildberg. Dia sudah diambang keputusasaan.

Mata Grifida melotot lebar mendengar penuturan suaminya. Kenapa Joseph begitu keras kepala ingin mempertahankan wanita norak itu, yang jelas-jelas akan merusak citra keluarga Wildberg jika publik tahu putranya menikahi anak pungut yang tidak jelas dari mana asal usulnya.

"Aku hanya butuh pertanggung jawaban, Paman. Bukan uang," tutur Luna percaya diri. Dagunya naik ke atas menyombongkan dirinya layaknya nona muda angkuh.

"Aku akan menikahi Luna, Papa."

"Aku tidak mengijinkanmu, Gavin!" teriak Joseph sekali lagi.

"Aku tidak peduli," sungut Gavin keras kepala. "Dan aku .., akan menceraikan Alan."

Bagai disambar petir. Degup jantung Alan menggila.

Cerai?

Dia tidak pernah siap untuk bercerai. Namun, dia tidak mampu melakukan apa-apa. Saat ini dia hanya bisa diam seperti orang bodoh.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Dari Pengantin Tercampakkan Menjadi Istri Saingannya

Dari Pengantin Tercampakkan Menjadi Istri Saingannya

Alvis Lane
5.0

Claudia dan Antonius telah saling mengenal selama dua belas tahun. Setelah tiga tahun berpacaran, tanggal pernikahan mereka telah ditetapkan. Berita tentang rencana pernikahan mereka mengguncang seluruh kota. Emosi memuncak ketika banyak wanita sangat iri padanya. Awalnya, Claudia tidak terlalu peduli dengan kebencian tersebut. Namun, ketika Antonius meninggalkannya di altar setelah menerima telepon, hatinya merasa hancur. "Dia pantas mendapatkannya!" Semua musuhnya menikmati kemalangan yang menimpanya. Berita itu menyebar dengan cepat. Suatu hari, Claudia memposting pembaruan di media sosialnya. Itu adalah foto dirinya dengan akta pernikahan yang diberi keterangan, "Panggil aku Nyonya Dreskin mulai sekarang." Di saat publik masih berusaha menyerap kejutan tersebut, Bennett-yang sudah bertahun-tahun tidak memposting di media sosial-mengunggah sebuah postingan dengan keterangan yang berbunyi, "Aku sudah menikah." Publik seketika heboh. Banyak orang menyebut Claudia sebagai wanita paling beruntung di abad ini karena berhasil menikahi Bennett. Semua orang tahu bahwa Antonius tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan rivalnya. Claudia menang pada akhirnya. Dia menikmati komentar terkejut dari musuh-musuhnya sambil tetap rendah hati. Orang-orang masih berpikir bahwa pernikahan mereka aneh. Mereka percaya bahwa itu hanyalah pernikahan formalitas. Suatu hari, seorang awak media dengan cukup berani meminta komentar Bennett tentang pernikahannya, yang dijawab pria itu dengan senyum lembut, "Menikahi Claudia adalah hal terbaik yang pernah terjadi padaku."

Membalas Penkhianatan Istriku

Membalas Penkhianatan Istriku

Juliana
5.0

"Ada apa?" tanya Thalib. "Sepertinya suamiku tahu kita selingkuh," jawab Jannah yang saat itu sudah berada di guyuran shower. "Ya bagus dong." "Bagus bagaimana? Dia tahu kita selingkuh!" "Artinya dia sudah tidak mempedulikanmu. Kalau dia tahu kita selingkuh, kenapa dia tidak memperjuangkanmu? Kenapa dia diam saja seolah-olah membiarkan istri yang dicintainya ini dimiliki oleh orang lain?" Jannah memijat kepalanya. Thalib pun mendekati perempuan itu, lalu menaikkan dagunya. Mereka berciuman di bawah guyuran shower. "Mas, kita harus mikirin masalah ini," ucap Jannah. "Tak usah khawatir. Apa yang kau inginkan selama ini akan aku beri. Apapun. Kau tak perlu memikirkan suamimu yang tidak berguna itu," kata Thalib sambil kembali memagut Jannah. Tangan kasarnya kembali meremas payudara Jannah dengan lembut. Jannah pun akhirnya terbuai birahi saat bibir Thalib mulai mengecupi leher. "Ohhh... jangan Mas ustadz...ahh...!" desah Jannah lirih. Terlambat, kaki Jannah telah dinaikkan, lalu batang besar berurat mulai menyeruak masuk lagi ke dalam liang surgawinya. Jannah tersentak lalu memeluk leher ustadz tersebut. Mereka pun berciuman sambil bergoyang di bawah guyuran shower. Sekali lagi desirah nafsu terlarang pun direngkuh dua insan ini lagi. Jannah sudah hilang pikiran, dia tak tahu lagi harus bagaimana dengan keadaan ini. Memang ada benarnya apa yang dikatakan ustadz Thalib. Kalau memang Arief mencintainya setidaknya akan memperjuangkan dirinya, bukan malah membiarkan. Arief sudah tidak mencintainya lagi. Kedua insan lain jenis ini kembali merengkuh letupan-letupan birahi, berpacu untuk bisa merengkuh tetesan-tetesan kenikmatan. Thalib memeluk erat istri orang ini dengan pinggulnya yang terus menusuk dengan kecepatan tinggi. Sungguh tidak ada yang bisa lebih memabukkan selain tubuh Jannah. Tubuh perempuan yang sudah dia idam-idamkan semenjak kuliah dulu.

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
5.0

Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra
4.8

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
I'm Your Wife : Bukan Dia Tapi Aku I'm Your Wife : Bukan Dia Tapi Aku Winter_Blue Romantis
“Alan hanyalah seorang wanita nerd yang dijodohkan dengan seorang CEO tampan bernama Gavin Wildberg. Pernikahannya yang dilandasi perjodohan tak membuatnya bahagia karena sikap Gavin yang arogan. Diam-diam laki-laki itu memiliki affair dengan adik angkat Alan bernama Aluna Welington. Penderitaan Alan tak sampai di situ. Dia dipaksa bercerai dengan Gavin oleh ibu mertuanya karena mereka menganggap Alan hanyalah gadis buruk rupa dan dan tidak jelas asal usulnya. Keluarga Wildberg mengusirnya, ia dibuang dan diceraikan oleh suaminya. Kisah Alan belum berakhir sampai di situ. Ia putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya. Hingga seseorang menyelamatkannya dan mengenali siapa sosok Alan sesungguhnya. Pria itu membawa Alan pada keluarganya. Seorang konglomerat kaya raya. Hingga beberapa tahun merubah hidupnya dan menjadi seorang pewaris tahta, dan ia akan kembali untuk menuntut balas.”
1

Bab 1 Mimpi Buruk Alan

12/12/2021

2

Bab 2 Si Perusak Rumah Tangga

12/12/2021

3

Bab 3 Alan Yang Malang

12/12/2021

4

Bab 4 Kesakitan Yang Nyata

12/12/2021

5

Bab 5 Rencana Licik

12/12/2021

6

Bab 6 Rencana Alan

13/12/2021

7

Bab 7 Alan dan Rencana Liciknya

13/12/2021

8

Bab 8 Malam Menyakitkan

16/12/2021

9

Bab 9 Alan Yang Malamg

16/12/2021

10

Bab 10 Hancur

17/12/2021

11

Bab 11 Alan Pergi

17/12/2021

12

Bab 12 Mencari Alan

17/12/2021

13

Bab 13 Kisah Cinta Bertabur Luka

18/12/2021

14

Bab 14 Sebuah Pertolongan

18/12/2021

15

Bab 15 Alan Yang Sesungguhnya

19/12/2021

16

Bab 16 Bayangan Masalalu

19/12/2021

17

Bab 17 Ternyata Dia Adalah...

21/12/2021

18

Bab 18 Percikan Dendam

21/12/2021

19

Bab 19 Ingatan Menyakitkan

21/12/2021

20

Bab 20 Kembali Ke Rumah

21/12/2021

21

Bab 21 Alexander Murka

22/12/2021

22

Bab 22 Luka Di Masa Lalu

23/12/2021

23

Bab 23 Bangkit Untuk Balas Dendam

23/12/2021

24

Bab 24 Perasaan Yang Terbawa Pergi

23/12/2021

25

Bab 25 Mulai Muak

24/12/2021

26

Bab 26 Akhirnya Zenaya Tahu

25/12/2021

27

Bab 27 Alan Yang Terjebak Masa Lalu

25/12/2021

28

Bab 28 Ada Apa Dengan Alanair

26/12/2021

29

Bab 29 Alana Hamil

26/12/2021

30

Bab 30 Menjadi Alan Yang Baru

27/12/2021

31

Bab 31 10 Tahun Kemudian

30/12/2021

32

Bab 32 Misi Balas Dendam

31/12/2021

33

Bab 33 Bertemu Kembali

01/01/2022

34

Bab 34 Menjadi Alan Yang Licik

03/01/2022

35

Bab 35 Api Dendam yang Membara

09/01/2022

36

Bab 36 Gavin Yang Menyedihkan

12/01/2022

37

Bab 37 Si Berengsek Gavin

17/01/2022

38

Bab 38 Rencana Menggoda Alan

23/01/2022

39

Bab 39 Alan Yang Tak Akan Pernah Goyah

07/03/2022

40

Bab 40 Menjerat Alan

27/04/2022