Cinta yang Terkhianati

Cinta yang Terkhianati

Veibe Hontong

5.0
Komentar
1.5K
Penayangan
22
Bab

Aulia merasa terjebak dalam pernikahan yang penuh kepura-puraan dengan suaminya, Arman, yang semakin menjauh dan sering pulang larut dalam keadaan mabuk. Kenangan manis masa awal pernikahan mereka mulai memudar, tergantikan oleh kesepian dan kesedihan. Suatu hari, Aulia bertemu dengan Rika, rekan kerja Arman, yang memberitahunya bahwa suaminya telah berselingkuh dengan seorang wanita bernama Maya. Hancur oleh berita tersebut, Aulia bertekad untuk tidak lagi membiarkan dirinya terjebak dalam kebohongan. Ketika Arman pulang malam itu, Aulia menunggu dengan tekad baru. Ia langsung menghadapkan suaminya dengan kenyataan perselingkuhan tersebut, menuntut kejelasan tentang perasaan Arman. Arman yang terkejut tidak bisa memberikan alasan yang memadai, menyadari bahwa maafnya tidak akan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah dalam. Aulia kini dihadapkan pada pilihan sulit: apakah ia akan terus berjuang untuk pernikahannya atau melepaskan Arman demi kebahagiaan dan martabatnya sendiri.

Cinta yang Terkhianati Bab 1 Sakit hati yang selama ini dipendam

Aulia menghempaskan tubuhnya ke sofa di ruang tamu, memandangi jam dinding yang terus berdetak tanpa henti. Malam semakin larut, namun tak ada tanda-tanda Arman akan pulang. Ia sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini, namun rasa sakit di hatinya tidak pernah hilang. Ia hanya bisa menunggu, memerhatikan detik yang terus berlalu. Rasanya seperti menanti sesuatu yang tidak akan pernah datang.

Pikiran Aulia berkelana, mengingat masa-masa awal pernikahan mereka. Saat itu, Arman adalah sosok pria yang hangat dan penuh perhatian. Dia sering memberi kejutan manis, dan tak jarang mengajak Aulia makan malam romantis. Namun, semua itu kini hanya tinggal kenangan. Kehangatan yang dulu terasa kini hanya digantikan oleh dinginnya kesepian dan kehampaan yang menyelimuti rumah mereka.

Pukul sebelas malam, suara deru mobil terdengar dari luar. Aulia segera bangkit dari sofa, melangkah ke pintu depan. Ketika pintu terbuka, Arman muncul dengan langkah terhuyung. Aroma alkohol yang menyengat langsung tercium. Mata Aulia berkaca-kaca, menahan emosi yang sudah lama ia pendam.

"Arman, bisa kita bicara?" suara Aulia terdengar bergetar, namun tekad di dalamnya tidak bisa disembunyikan.

Arman hanya melirik sekilas. Wajahnya kusut, rambutnya acak-acakan. "Bicara apa lagi, Aulia? Aku lelah," ucapnya singkat, lalu melangkah ke arah kamar tanpa sedikit pun menatap wajah istrinya.

Aulia menahan diri untuk tidak berteriak. Ia mengikuti Arman ke kamar, menatap punggung suaminya yang sedang melepaskan dasi dengan sembarangan. "Apa kamu tidak sadar kalau kamu semakin jarang pulang? Setiap hari, aku menunggumu di sini, berharap kita bisa bicara seperti suami-istri pada umumnya."

Arman mendengus pelan, lalu menoleh. "Apa lagi yang kamu harapkan dariku, Aulia? Aku sudah bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhanmu. Apa itu masih kurang?"

"Ini bukan soal uang, Arman! Aku butuh kamu. Aku butuh seorang suami yang hadir dalam hidupku, bukan sekadar bayangan yang datang dan pergi sesuka hati," ucap Aulia, suaranya meninggi.

Arman memutar matanya dengan malas. "Kamu selalu mengeluh tentang hal yang sama. Kalau memang tidak suka, kenapa kamu masih bertahan?"

Pertanyaan itu membuat Aulia terdiam. Mengapa ia masih bertahan? Mungkin karena ia pernah mencintai Arman dengan sepenuh hati, atau mungkin karena ia masih berharap bahwa suatu hari nanti, suaminya akan kembali menjadi pria yang dulu ia kenal. Tapi harapan itu semakin lama semakin pudar, seperti nyala lilin yang ditiup angin.

"Aku bertahan karena aku masih mengharapkan perubahan, Arman. Aku ingin kita bisa kembali seperti dulu. Tapi, sepertinya kamu sudah tidak peduli lagi," balas Aulia dengan suara lirih, matanya mulai berkaca-kaca.

Arman tidak menjawab. Ia hanya melepas pakaian kerjanya dan melangkah ke kamar mandi. Ketika pintu kamar mandi tertutup, air mata yang sejak tadi ditahan akhirnya mengalir di pipi Aulia. Ia duduk di tepi ranjang, memeluk lututnya. Sakit hati yang selama ini dipendam kini semakin menghimpit dada.

Keesokan paginya, Aulia terbangun sendirian di tempat tidur. Arman sudah pergi bekerja seperti biasa, meninggalkan jejak kehadirannya yang hanya terasa samar. Aulia beranjak ke dapur dan melihat sarapan yang sudah ia siapkan semalam masih utuh. Hatinya kembali tercekat. Betapa ia ingin kehidupan rumah tangganya kembali seperti dulu, namun semua itu terasa begitu jauh dari jangkauan.

Aulia memutuskan untuk menghabiskan hari itu di luar. Ia pergi ke sebuah kafe yang biasa ia kunjungi, berharap segelas kopi panas bisa sedikit menenangkan pikirannya. Ketika ia sedang duduk sendiri di pojokan kafe, seorang wanita tak dikenal menghampirinya.

"Maaf, apakah Anda Aulia, istri Arman?" tanya wanita itu dengan nada sopan namun sedikit gemetar.

Aulia mengerutkan kening, merasa aneh dengan pertanyaan itu. "Ya, saya Aulia. Ada apa, ya?"

Wanita itu menelan ludah sebelum melanjutkan. "Saya... saya Rika. Saya bekerja di kantor yang sama dengan Arman." Ia berhenti sejenak, lalu menunduk. "Saya harus memberitahu sesuatu yang mungkin tidak ingin Anda dengar, tapi saya pikir Anda berhak tahu."

Hati Aulia langsung berdebar kencang. "Apa yang ingin kamu katakan?" tanyanya, mencoba tetap tenang meski hatinya mulai dipenuhi kecemasan.

"Arman... dia... sudah lama berselingkuh dengan rekan kerja kami, seorang wanita bernama Maya. Saya tahu ini sulit, tapi saya pikir Anda perlu mengetahuinya," ucap Rika dengan nada penuh penyesalan.

Kata-kata itu menusuk jantung Aulia seperti sembilu. Dunia seakan berputar di sekelilingnya, dan perasaannya bercampur aduk antara marah, kecewa, dan terluka. Ia menatap Rika dengan tatapan tidak percaya, berharap apa yang baru saja didengarnya hanyalah mimpi buruk yang akan segera berakhir.

"Kenapa kamu memberitahuku?" suara Aulia terdengar bergetar.

Rika menatap Aulia dengan penuh simpati. "Karena saya tidak tahan melihat Anda terus berada dalam kebohongan ini. Anda tidak pantas diperlakukan seperti ini, Aulia."

Aulia meremas kedua tangannya di bawah meja, berusaha menenangkan dirinya. "Terima kasih...," katanya akhirnya. "Terima kasih sudah memberitahuku."

Setelah Rika pergi, Aulia hanya duduk terpaku di kursinya. Kopi yang ada di depannya sudah mendingin, tapi ia tidak peduli. Pikirannya terlalu kalut memikirkan bagaimana ia harus menghadapi kenyataan ini. Pernikahan yang ia kira masih bisa diperbaiki ternyata sudah lama retak tanpa ia sadari.

Malam itu, ketika Arman pulang, Aulia sudah menunggunya di ruang tamu. Kali ini, ia tidak akan tinggal diam. Ia tidak akan membiarkan dirinya terus terjebak dalam hubungan yang penuh kepura-puraan. Jika Arman memilih untuk tidak setia, maka ia harus siap menghadapi konsekuensinya.

Arman masuk dengan langkah gontai, seperti biasa, namun kali ini ada kilatan tekad di mata Aulia. "Arman, kita perlu bicara. Dan kali ini, aku tidak akan menerima alasanmu lagi," ucapnya tegas.

Arman memandang istrinya dengan pandangan yang penuh kebingungan. "Apa lagi sekarang, Aulia? Aku lelah."

"Aku tahu tentang perselingkuhanmu dengan Maya," ucap Aulia langsung, tanpa basa-basi.

Wajah Arman berubah pucat seketika. Kata-kata Aulia bagaikan tamparan yang telak, membuatnya terdiam seribu bahasa. Ia mencoba mencari-cari alasan, namun tidak ada kata yang bisa keluar dari mulutnya.

"Aku mencintaimu, Arman. Tapi kalau kamu tidak lagi mencintaiku, aku tidak akan memaksa. Aku hanya ingin tahu, apa yang sebenarnya kamu inginkan?" suara Aulia bergetar, tapi ada kekuatan di dalamnya yang tidak bisa diabaikan.

Arman terdiam lama, lalu akhirnya berkata dengan suara rendah, "Aulia, maafkan aku..."

Namun, maaf saja tidak cukup untuk menyembuhkan luka yang sudah begitu dalam.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Veibe Hontong

Selebihnya
Dilahirkan Sebagai Ancaman

Dilahirkan Sebagai Ancaman

Romantis

5.0

Zaira Callista Ramadhani adalah seorang gadis berhati lembut, meskipun kehidupannya jauh dari kata hangat. Nama "Zaira" diberikan langsung oleh sang kakek, yang menambahkan unsur "Kliwon" dalam doa-doanya-berdasarkan weton hari lahir Zaira-karena sejak awal, ia tahu bahwa kelahiran cucunya itu tidak pernah benar-benar diinginkan oleh sang ibu. Kakeknya berharap, nama itu bisa menjadi pengingat kekuatan dan keteguhan hati, sekaligus sebagai pelindung bagi cucunya. Dan seperti firasatnya, Zaira tumbuh di bawah bayang-bayang dinginnya sikap kedua orang tuanya, terutama sang ibu. Gadis pendiam yang lebih sering dipanggil Zee itu, kerap menjadi sasaran kemarahan. Dimarahi tanpa sebab, dihina dengan kata-kata tajam, bahkan tak jarang menerima hukuman yang tidak pantas. Sang ibu seolah menolak mengakui kehadirannya di rumah-menganggapnya bayangan dari kesalahan masa lalu yang tak pernah bisa dimaafkan. Zaira memiliki seorang kakak perempuan bernama Ayla, yang selalu mendapatkan kasih sayang dan perhatian lebih. Kedekatan orang tuanya dengan Ayla menjadi jurang yang makin memperlebar kesenjangan antara Zaira dan keluarganya. Namun, meski sering diperlakukan tidak adil, Zaira tetap berusaha menghormati ayah dan ibunya-meski perlahan hatinya mulai lelah. Perlakuan dingin yang ia terima setiap hari membuat Zaira tumbuh menjadi gadis yang tertutup. Hatinya membeku, ucapannya minim, dan sikapnya mulai memberontak dalam diam. Ia tidak lagi menuruti setiap perintah dengan patuh. Ia hanya menunjukkan senyum tulusnya kepada satu orang: sang kakek, satu-satunya orang yang selalu memeluknya tanpa syarat. Namun, suatu hari, sesuatu yang disembunyikan keluarga selama ini perlahan terkuak-sebuah kebenaran tentang kelahirannya, yang bukan hanya mengubah cara Zaira memandang keluarganya... tapi juga membangkitkan keberaniannya untuk melawan takdir yang selama ini mencoba menginjaknya.

Buku serupa

Dari Pengantin Tercampakkan Menjadi Istri Saingannya

Dari Pengantin Tercampakkan Menjadi Istri Saingannya

Alvis Lane
5.0

Claudia dan Antonius telah saling mengenal selama dua belas tahun. Setelah tiga tahun berpacaran, tanggal pernikahan mereka telah ditetapkan. Berita tentang rencana pernikahan mereka mengguncang seluruh kota. Emosi memuncak ketika banyak wanita sangat iri padanya. Awalnya, Claudia tidak terlalu peduli dengan kebencian tersebut. Namun, ketika Antonius meninggalkannya di altar setelah menerima telepon, hatinya merasa hancur. "Dia pantas mendapatkannya!" Semua musuhnya menikmati kemalangan yang menimpanya. Berita itu menyebar dengan cepat. Suatu hari, Claudia memposting pembaruan di media sosialnya. Itu adalah foto dirinya dengan akta pernikahan yang diberi keterangan, "Panggil aku Nyonya Dreskin mulai sekarang." Di saat publik masih berusaha menyerap kejutan tersebut, Bennett-yang sudah bertahun-tahun tidak memposting di media sosial-mengunggah sebuah postingan dengan keterangan yang berbunyi, "Aku sudah menikah." Publik seketika heboh. Banyak orang menyebut Claudia sebagai wanita paling beruntung di abad ini karena berhasil menikahi Bennett. Semua orang tahu bahwa Antonius tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan rivalnya. Claudia menang pada akhirnya. Dia menikmati komentar terkejut dari musuh-musuhnya sambil tetap rendah hati. Orang-orang masih berpikir bahwa pernikahan mereka aneh. Mereka percaya bahwa itu hanyalah pernikahan formalitas. Suatu hari, seorang awak media dengan cukup berani meminta komentar Bennett tentang pernikahannya, yang dijawab pria itu dengan senyum lembut, "Menikahi Claudia adalah hal terbaik yang pernah terjadi padaku."

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Cinta yang Terkhianati Cinta yang Terkhianati Veibe Hontong Romantis
“Aulia merasa terjebak dalam pernikahan yang penuh kepura-puraan dengan suaminya, Arman, yang semakin menjauh dan sering pulang larut dalam keadaan mabuk. Kenangan manis masa awal pernikahan mereka mulai memudar, tergantikan oleh kesepian dan kesedihan. Suatu hari, Aulia bertemu dengan Rika, rekan kerja Arman, yang memberitahunya bahwa suaminya telah berselingkuh dengan seorang wanita bernama Maya. Hancur oleh berita tersebut, Aulia bertekad untuk tidak lagi membiarkan dirinya terjebak dalam kebohongan. Ketika Arman pulang malam itu, Aulia menunggu dengan tekad baru. Ia langsung menghadapkan suaminya dengan kenyataan perselingkuhan tersebut, menuntut kejelasan tentang perasaan Arman. Arman yang terkejut tidak bisa memberikan alasan yang memadai, menyadari bahwa maafnya tidak akan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah dalam. Aulia kini dihadapkan pada pilihan sulit: apakah ia akan terus berjuang untuk pernikahannya atau melepaskan Arman demi kebahagiaan dan martabatnya sendiri.”
1

Bab 1 Sakit hati yang selama ini dipendam

15/10/2024

2

Bab 2 Aulia meninggalkan rumah

15/10/2024

3

Bab 3 Nadya memberi Aulia sedikit ketenangan

15/10/2024

4

Bab 4 cahaya di ujung lorong gelap

15/10/2024

5

Bab 5 Hubungan antara Aulia dan Arman

15/10/2024

6

Bab 6 Arman merasa hatinya semakin berat

15/10/2024

7

Bab 7 Setelah beberapa jam tanpa kabar

15/10/2024

8

Bab 8 Arman merasakan beban di pundaknya semakin berat

15/10/2024

9

Bab 9 Jejak Masa Lalu

15/10/2024

10

Bab 10 Tanda-Tanda Tak Terduga

15/10/2024

11

Bab 11 Kegelisahan

15/10/2024

12

Bab 12 Kegembiraan

15/10/2024

13

Bab 13 Perubahan

15/10/2024

14

Bab 14 Menghadapi rintangan

15/10/2024

15

Bab 15 Persiapan Menyambut Si Kecil

15/10/2024

16

Bab 16 Detik-Detik Menunggu

15/10/2024

17

Bab 17 Malam di rumah sakit terasa damai

15/10/2024

18

Bab 18 Menangani Ketegangan

15/10/2024

19

Bab 19 Ujian yang Lebih Berat

15/10/2024

20

Bab 20 Hari yang Penuh Kebahagiaan

15/10/2024

21

Bab 21 Setelah beberapa jam

15/10/2024

22

Bab 22 Kebahagiaan dan Tantangan

15/10/2024