The Ceo Is My Husband

The Ceo Is My Husband

rev3vn

5.0
Komentar
4K
Penayangan
52
Bab

Seorang gadis berusia 16th yang disukai seorang Ceo. "Ih kok om mulu sih?" "Emangnya salah?" "Ya salahlah, saya tu bosan liat wajah om" "Tapi saya gakbosan liat wajah kamu" ▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎ Start: 31 Mei 2022

The Ceo Is My Husband Bab 1 Prolog

Drreett... Drreett

Nawa terbangun dari tidurnya dan mematikan alarm paginya, bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.

Cukup lama bersiap siap akhirnya nawa selesai dan berangkat kesekolah.

Sampainya diseberang sekolah, nawa turun dari bus dan langsung menyebrangi jalan tanpa melihat kearah kiri dan kanan.

Tiba tiba dari arah kanan

TIINTT... TINNTT

Membuat Nawa terkejut berdiam diri ditempat, jarak Nawa dengan mobil hanya menyisakan beberapa Cm, Lalu Nawa menoleh ke arah mobil dengan penuh emosi dan memukul bagian depan mobil.

"WOII TURUN LO!!!" Seru Nawa dengan menunjuk orang didalam mobil. "Lo gak liat ha? Gue nyebrang?" Sambungnya dengan penuh kesal.

Pengemudi mobil itu turun "Maaf, tapi saya emang gak liat kamu tadi"

"Gak liat apanya? Gue segede ini" ketus Nawa

"Tapi benar saya gak liat kamu"

"Aggkkhh udahlah, ribet amat ngomong sama om om kayak lo" lalu pergi meninggalkan pria itu.

Gue? Om om? Masa gue setua itu? Pria berkata didalam hati, sambil memandangi nawa masuk kesekolahnya.

drrtt drrtt

Pria itu mengangkat teleponnya "Ya No, Gue bentar lagi sampe dikantor nih" lalu mengakhiri panggilan.

Pria itu kembali kedalam mobilnya dan melaju pergi

~🌱~

Sampainya dikelas Nawa masih emosi melihat pria tadi.

"Ihh, Awas aja kalau gue ketemu lagi sama tu om om" ucap nya sendiri dan didengar oleh temannya yang datang entah darimana.

"Om om siapa?" Hanni yang nongol di samping nawa.

"Woii!!! ngagetin gue aja lo"

"Gue denger lo bilang om om, om siapa sih?"

"Siapa yang bahas om om anjir" merebahkan kepalanya dimeja

~🌱~

Bell sekolah berdering...

Seluruh siswa siswi mengakhiri pelajaran akhir dan pulang.

"Eh hann, temanin gue bisa gak?"

"Bisa dong, Kemana?"

"Ke perpus sekolah ini doang"

"Oh kirain lo mau pergi keluar, tapi nanti temanin gue ya"

"Sipp" ujar Nawa mengacungkan jari jempol nya.

Mereka berdua keluar kelas dan menuju perpustakaan sekolah, sampainya didalam Nawa mengembalikan buku yang telah ia pinjam.

Saat berbalik Nawa yang tidak memperhatikan jalan lalu bertabrakan dengan seorang pria.

"Aduh maaf gue gak sengaja" lalu mengambil buku yang jatuh.

"Gak apa apa santai aja" menerima buku dari tangan nawa

Nawa lalu melihat ke arah pria itu dan meminta maaf sekali lagi atas ketidaksengajaannya.

"Maaf ya gue gak sengaja, maaf banget" ujar Nawa.

"Gak apa apa santai aja" ucap pria itu menahan tawa nya melihat ekspresi Nawa. "Gue gak pernah liat lo, Lo anak baru?" Sambungnya.

"Engga, Gue gak anak baru, cuma yaa baru kali ini gue masuk perpus"

"Oh pantesan gue gak pernah liat lo"

Nawa hanya tersenyum "Oh ya gue duluan ya" sahut Nawa dan berlalu pergi.

"Lo dikelas apa" teriak pria itu.

Nawa menoleh ke arah pria itu "kelas 11A" dan berlalu pergi.

Pria itu tersenyum melihat Nawa 'Gue baru tau kalau ada cewek secantik dia, Aiisshh hayolah apa gue pikirin sih' gerutu pria itu didalam hatinya dan tersenyum

"Bodoh banget gue anj, masa nanyain kelasnya bukan nama ataupun no telepon nya sih" kesal melihat kebodohannya sendiri.

"Ihh wa, lo lama banget sih? Ngapain coba?" Hanni mendengus kesal.

"Lama apaan monyet? Gue rasa bentar tadi loh" sahut Nawa.

"Yaudah deh ayo temanin gue" lalu mengandeng pergelangan tangan Nawa.

Selama diperjalanan, Nawa melihat ke kiri dan kekanan, "Ih Hanni, Lo mau kemana sih tujuannya"

"Kita ke cafe" ucap Hanni yang sedang mengendarai motor matic nya.

Nawa hanya mengangguk angguk saja mengikuti kemana tujuan sahabatnya satu itu.

Setelah 25menit berlalu akhirnya nawa dan hanni sampai di cafe starlight

Mereka berdua turun dari motor lalu memasuki cafe tersebut dan memilih tempat duduk bagian pinggir

"Lo mau minum apa wa?" Ujar Hanni yang melihat buku menu

"Gue mau frappucino"

"Oke, gue pesan dulu lo tunggu disini okee"

Nawa memainkan ponsel nya seraya menunggu Hanni dan pesanannya.

Nawa tidak sadar bahwa ada sepasang mata mengamatinya sambil tersenyum.

"Duhh, lama amat si Hanni" merebahkan kepalanya di meja cafe dan melihat ke arah pria yang menatapnya, awalnya Nawa tidak menyadari nya lama kelamaan Nawa teringat bahwa pria itu yang hampir menabraknya pagi tadi.

Pria itu terus menatap Nawa sambil meminum minumannya. Pandangannya selalu tertuju kepada Nawa, membuat Nawa ingin sekali memarahinya namun dicafe sangat ramai pengunjung.

Nawa pun mengurungkan niatnya, Dan hanya memalingkan wajahnya dari pria itu.

"Ish, Gue rasanya ingin pukul tu wajah om om" mendengus kesal.

Hanni datang dengan membawa pesanan mereka berdua "Ini minuman lo" memberikan minuman pesanan Nawa.

"Hann, kita minum ditempat lain aja yuk"

"Eh? Kenapa sih?" Ujar Hanni bingung "Tempatnya gakbagus ya?" sambungnya.

"Aduhh bukan masalah itu, t-tapii" perkataan nawa terhenti karna pria itu menghampiri mereka berdua.

Hanni pun melihat ke arah pria itu, "aduhh ada cowok ganteng wa" spontannya. Nawa yang malu melihat temannya langsung menutup mulut hanni dengan tangannya.

"Apa?" Ucap Nawa datar kepada pria itu.

Pria itu tersenyum dan tertawa kecil

"Aneh ini om om, ditanya malah ketawa lo" ketus Nawa.

"Om om apanya anjir? Jelas-jelas muda begitu" bisik Hanni ketelingan Nawa.

"Apaansih lo han" ujar Nawa lalu berjalan keluar meninggalkan hanni.

"Eh wa tungguin gue" siap siap ingin melangkah pergi.

"Hei tunggu" ucap pria itu kepada Hanni.

Hanni kembali menoleh ke arah pria itu, "iya ada apa?" Tersenyum manis.

"Siapa nama teman kamu tadi?"

"Oh yang tadi?" Menunjuk keluar, "itu namanya Nawa, biasalah kak bocil 16tahun mah gitu kelakuanya" sambungnya.

"Oh Nawa" tersenyum setelah mengetahui namanya.

"Oh iya saya hanni" memberi tangannya yang hendak berkenalan, "nama kakak siapa?"

"Saya Maven Williams" menerima jabat tangan Hanni.

"Oh tunggu, jangan jangan kakak ini Maven Williams robert kan?" Jawab Hanni antusias.

Maven hanya mengangguk berarti iya, Hanni pun langsung takpercaya bahwa ia bersalaman dengan ceo tampan.

Saat sedang bersalaman nawa meneriaki Hanni dari pintu luar, "WOII LO GAK PULANG HA? GUE TINGGALIN NIH"

"eh iya gue pulang, tungguin lah" sahut Hanni lalu berpamitan pulang dengan Maven.

Hanni menuju ke arah Nawa "Lama anjir, Bisa telat gue kerja nanti" cetus Nawa.

Mereka pun pergi dari cafe tersebut. Di perjalanan Nawa menikmati minuman nya.

"Eh wa, Lo ditanyain loh sama cogan tadi" ucap Hanni membuka pembicaraan

Nawa hanya diam berarti tak menanggapi perkataan hanni.

"Dia nanyain nama lo, Jadi yaaa gue kasih tau lah"

"Anj, kenapa lo kasih tau monyettt" kesal Nawa terhadap temannya yang caper itu

"Anjir lo gaktau siapa dia?"

"Gak, Lagian gue gak peduli" ucapnya dan meminum minumannya kembali.

"Dia itu CEO di perusahaan sandbox, monyettt" celetuk Hanni dengan nada yang agak kesal melihat sahabatnya ini gak tau apa apa.

"Oh" respon yang terdengar dari mulut Nawa

Sampainya di depan rumah Nawa, ia pun turun dari motornya Hanni "Oke thanks han"

"Cie ciee ciee, ditanyain CEO ganteng"

"Lo kalau mau dia ambil anjir, jangan ledekin gue mulu"

"Gue mau, cuma kayaknya dia suka lo" jawab Hanni berpura pura sedang memikir.

Nawa geli melihat tingkah sahabatnya itu "Udah sana lo balik"

"Dahh, Sahabatku semangat kerjanya nanti" menyalakan motornya dan melaju pergi dari sana.

To be continued

Nawa kallandra

Berusia 16tahun

Kelas 11A

Bekerja paruh waktu

Maven williams robert

Pendiri dan ceo sandbox

Berusia 27tahun

Baik, pintar, tampan, kaya raya

Cuek, anti cewek kecuali dengan nawa

Hanni aninda

17tahun

Kelas 11A

Sahabat setia nawa

Anak orang kaya

Jangan lupa di vote dan comment ya❤️

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder

Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder

Cris Pollalis

Raina terlibat dengan seorang tokoh besar ketika dia mabuk suatu malam. Dia membutuhkan bantuan Felix sementara pria itu tertarik pada kecantikan mudanya. Dengan demikian, apa yang seharusnya menjadi hubungan satu malam berkembang menjadi sesuatu yang serius. Semuanya baik-baik saja sampai Raina menemukan bahwa hati Felix adalah milik wanita lain. Ketika cinta pertama Felix kembali, pria itu berhenti pulang, meninggalkan Raina sendirian selama beberapa malam. Dia bertahan dengan itu sampai dia menerima cek dan catatan perpisahan suatu hari. Bertentangan dengan bagaimana Felix mengharapkan dia bereaksi, Raina memiliki senyum di wajahnya saat dia mengucapkan selamat tinggal padanya. "Hubungan kita menyenangkan selama berlangsung, Felix. Semoga kita tidak pernah bertemu lagi. Semoga hidupmu menyenangkan." Namun, seperti sudah ditakdirkan, mereka bertemu lagi. Kali ini, Raina memiliki pria lain di sisinya. Mata Felix terbakar cemburu. Dia berkata, "Bagaimana kamu bisa melanjutkan? Kukira kamu hanya mencintaiku!" "Kata kunci, kukira!" Rena mengibaskan rambut ke belakang dan membalas, "Ada banyak pria di dunia ini, Felix. Selain itu, kamulah yang meminta putus. Sekarang, jika kamu ingin berkencan denganku, kamu harus mengantri." Keesokan harinya, Raina menerima peringatan dana masuk dalam jumlah yang besar dan sebuah cincin berlian. Felix muncul lagi, berlutut dengan satu kaki, dan berkata, "Bolehkah aku memotong antrean, Raina? Aku masih menginginkanmu."

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
The Ceo Is My Husband The Ceo Is My Husband rev3vn Romantis
“Seorang gadis berusia 16th yang disukai seorang Ceo. "Ih kok om mulu sih?" "Emangnya salah?" "Ya salahlah, saya tu bosan liat wajah om" "Tapi saya gakbosan liat wajah kamu" ▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎ Start: 31 Mei 2022”
1

Bab 1 Prolog

18/07/2023

2

Bab 2 1-1 Part time work

18/07/2023

3

Bab 3 1-2 - TCIMH

18/07/2023

4

Bab 4 1-3 - TCIMH

18/07/2023

5

Bab 5 1-4 - TCIMH

18/07/2023

6

Bab 6 1-5 - TCIMH

18/07/2023

7

Bab 7 1-6 - TCIMH

18/07/2023

8

Bab 8 1-7 - TCIMH

18/07/2023

9

Bab 9 1-8 - TCIMH

18/07/2023

10

Bab 10 a little story about the sandbox company

18/07/2023

11

Bab 11 2-0 - TCIMH

20/07/2023

12

Bab 12 2-1 - TCIMH

20/07/2023

13

Bab 13 2-2 - TCIMH

21/07/2023

14

Bab 14 2-3 -TCIMH

21/07/2023

15

Bab 15 2-4 - TCIMH

21/07/2023

16

Bab 16 2-5 - TCIMH

23/07/2023

17

Bab 17 2-6 - TCIMH

23/07/2023

18

Bab 18 2-7 - TCIMH

23/07/2023

19

Bab 19 2-8 - TCIMH

24/07/2023

20

Bab 20 2-9 - TCIMH

24/07/2023

21

Bab 21 3-0 -TCIMH

27/07/2023

22

Bab 22 3-1 - TCIMH

31/07/2023

23

Bab 23 3-2 - TCIMH

02/08/2023

24

Bab 24 3-3 - TCIMH

07/08/2023

25

Bab 25 3-4 - TCIMH

11/08/2023

26

Bab 26 3-5 - TCIMH

12/08/2023

27

Bab 27 3-6 - TCIMH

18/08/2023

28

Bab 28 3-7 - TCIMH

19/08/2023

29

Bab 29 3-8 - TCIMH

24/08/2023

30

Bab 30 3-9 - TCIMH

26/08/2023

31

Bab 31 4-0 - TCIMH

01/09/2023

32

Bab 32 4-1 - TCIMH

02/09/2023

33

Bab 33 4-2 - TCIMH

08/09/2023

34

Bab 34 4-3 - TCIMH

09/09/2023

35

Bab 35 4-4 - PERNIKAHAN

15/09/2023

36

Bab 36 4-5 - TCIMH

16/09/2023

37

Bab 37 4-6 - TCIMH

22/09/2023

38

Bab 38 4-7 - TCIMH

23/09/2023

39

Bab 39 4-8 - TCIMH

28/09/2023

40

Bab 40 4-9 - TCIMH

30/09/2023