icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka

Buku Adventure untuk Pria

Paling laku Berlangsung Tamat
Teratai Abadi

Teratai Abadi

Karena kejadian memilukan yang menimpa ibunya, Puti Bungo Satangkai terlahir prematur, bisu, dan hanya bisa mendengar dengan sebelah telinga kanannya saja. Meski demikian, berkat ketelatenan Inyiak Mudo yang menemukannya di lembah Ngarai Sianok dan merawatnya, dia tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan menguasai silat serta kesaktian. Bungo besar dan mendapat pengajaran Inyiak Mudo di sebuah pulau kecil, di lepas pantai barat Andalas, bernama Pulau Sinaka. Setelah kematian Inyiak Mudo dalam pertarungannya dengan Inyiak Gadih, Bungo akhirnya meninggalkan Pulau Sinaka menuju daratan utama Andalas melalui pelabuhan Bandar Bangkahulu. Berbekal sebuah liontin berbentuk satu kelopak teratai pemberian Inyiak Mudo, Bungo memulai pencarian atas jati dirinya. Langkah membawa pertemuannya dengan si Kumbang Janti, salah satu Hulubalang Kerajaan Minangatamvan. Dari si Kumbang Janti, Bungo mengetahui bahwa liontinnya itu adalah satu bagian dari tujuh kelopak Teratai Abadi, pusaka Kerajaan Minanga yang telah lama menghilang. Petunjuk-petunjuk yang didapat Bungo mengarah ke kerajaan yang sama. Maka, dia memutuskan untuk pergi bersama si Kumbang Janti menuju Istana Minanga di Batang Kuantan. Di Istana Minanga, Bungo justru terseret kasus asusila bersama si Kumbang Janti yang dituduhkan oleh si Balam Putiah kepada mereka. Meski demikian, Bungo tetap tenang dan mampu menyelesaikan permasalahan itu, meski harus mengalahkan Halimunan, pasukan rahasia penjaga Raja Minanga, Rajo Mudo. Di sini pula terungkap bahwa Bungo ternyata adalah keturunan Sialang Babega bersama Zuraya, dan dia memiliki seorang abang yang sakti bernama Mantiko Sati. Semua itu bersangkut-paut dengan liontin miliknya yang sejatinya adalah milik Sialang Babega, dan Sialang Babega mendapatkan kelopak Teratai Abadi itu dari tangan Datuak Rajo Tuo, Raja Minanga dua generasi sebelumnya. Dengan kata lain, Bungo adalah keturunan seorang yang terpandang dan dekat dengan istana. Terlebih lagi, Ratu Nan Sabatang adalah tetangga keluarganya semasa dahulu. Dari sinilah pertualangan Bungo memasuki masa yang lebih kejam dan menyakitkan. Demi memenuhi keinginan Rajo Mudo, mengumpulkan semua kelopak Teratai Abadi, Bungo harus berhadapan dengan tokoh-tokoh sakti Tanah Andalas, bahkan hingga ke Selat Malaka. Dalam perjalanannya menemani Bungo, si Kumbang Janti yang mencintai Bungo justru tewas. Namun cinta Bungo bukanlah kepada si Kumbang Janti, melainkan kepada Antaguna, seorang pimpinan Penjahat Berbaju Hitam. Sebab Antaguna juga mencintai Bungo, maka ia rela meninggalkan dunia hitamnya dan berjuang bersama sang gadis demi berbakti pada kerajaan. Di akhir perjalanannya mengumpulkan kelopak Teratai Abadi, Bungo akhirnya bertemu dengan satu-satunya keluarga kandung yang ia miliki, Mantiko Sati. Dan kala itu, Mantiko Sati yang beristrikan Ratu Mudo, pemimpin Minangatamvan sebelum Rajo Mudo, hidup dengan mengasingkan diri dari keramaian. Selesai dengan urusan istana, Bungo dan Antaguna menikah di Pulau Sinaka.
Keangkuhan dan Kesombongan

Keangkuhan dan Kesombongan

Di sebuah desa kecil di Jawa pada awal abad ke-19, hiduplah seorang gadis muda yang cerdas dan berjiwa teguh bernama Anisa. Anisa tinggal bersama keluarganya yang sederhana dan menjalani hidup dengan penuh semangat. Ketika seorang pemuda kaya dari kota, Raditya, pindah ke desa mereka, ia menarik perhatian banyak orang dengan pesona dan kekayaannya. Raditya tertarik pada kakak Anisa yang lebih tua, Maya, namun ketika ia bertemu dengan Anisa, ia merasa bahwa Anisa adalah gadis yang tidak pantas baginya. Anisa, di sisi lain, menilai Raditya sebagai pria yang sombong dan kurang menghargai orang lain dari latar belakang yang berbeda. Pertemuan pertama mereka penuh dengan ketidaknyamanan dan kesalahpahaman. Namun, seiring berjalannya waktu, keduanya mulai saling mengenal satu sama lain dengan lebih baik. Kisah ini diwarnai dengan konflik antara kekayaan dan kebaikan hati, serta antara tradisi dan ambisi pribadi. Anisa harus menghadapi tekanan dari keluarganya yang ingin menjodohkannya dengan pria kaya lainnya, sementara hatinya semakin terikat pada Raditya. Di sisi lain, Raditya juga harus belajar untuk melepas sikap sombongnya dan menghargai nilai-nilai kehidupan yang sebenarnya. Melalui perjalanan yang penuh dengan rintangan, Anisa dan Raditya akhirnya menemukan cara untuk melampaui perbedaan-perbedaan mereka dan menyadari bahwa cinta sejati tidak mengenal batasan kelas sosial. Cerita ini menyoroti tema tentang keangkuhan, kesombongan, dan kesulitan dalam mencari cinta yang sejati di tengah-tengah budaya dan tradisi Jawa.
Bu Claire

Bu Claire

Dalam novel "Bu Claire", kita diperkenalkan pada Bu Claire, seorang wanita muda yang menikah dengan Pak Budi, seorang pengusaha sukses di sebuah desa kecil di Indonesia. Meskipun hidup dalam kemewahan materi, hubungan mereka terasa monoton dan kurang memuaskan secara emosional. Bu Claire merasa terjebak dalam rutinitas yang membosankan dan merindukan kebebasan serta kehidupan yang lebih bersemangat. Ketika Bu Claire bertemu dengan Ridho, seorang pemuda tampan yang menggoda, semuanya berubah. Perselingkuhan yang terlarang mulai memenuhi hidupnya dengan sensasi yang belum pernah dirasakannya sebelumnya. Namun, konflik moral dan perasaan bersalah mulai menghantuinya ketika Bu Claire terjebak dalam perselingkuhan yang semakin rumit. Sementara itu, Pak Budi mulai mencurigai perubahan perilaku istrinya dan mencoba mencari tahu kebenaran di baliknya. Konfrontasi antara Bu Claire dan Pak Budi membawa rahasia perselingkuhan terkuak, menyebabkan perpecahan yang mendalam di antara mereka. Namun, setelah menghadapi kenyataan pahit, Bu Claire dan Pak Budi memutuskan untuk memperbaiki hubungan mereka. Mereka belajar untuk lebih terbuka dan jujur satu sama lain, membangun kembali kepercayaan yang terganggu dan memperkuat hubungan mereka. Meskipun perjalanan mereka penuh dengan rintangan, dengan tekad dan cinta yang mendalam, mereka berhasil mengatasi masalah-masalah tersebut. Novel "Bu Claire" adalah sebuah kisah tentang kesetiaan, komunikasi, dan cinta yang abadi. Melalui perjalanan emosional dan pembelajaran karakter utama, pembaca dihadapkan pada pengalaman yang mendalam tentang arti sejati dari pernikahan dan komitmen dalam hubungan romantis.
Rintangan Cinta Abadi

Rintangan Cinta Abadi

Di tengah dinamika cinta, "Rintangan Cinta Abadi" mengeksplorasi keputusan sulit, pertarungan batin, dan pencarian makna cinta sejati. Melalui keajaiban dan penderitaan, keenam pemain kunci ini menghadapi konsekuensi dari pilihan mereka, menggambarkan bahwa cinta tidak selalu lurus dan tak terduga. Dalam gemerlap kota metropolis, "Rintangan Cinta Abadi" mengungkap kisah cinta yang penuh intrik dan kebingungan, melibatkan enam karakter yang saling terjerat dalam jalinan asmara yang rumit. Aria, seorang pria tampan dan berkarisma, memiliki segalanya: kekayaan, ketampanan, dan kepintaran. Namun, rahasia kelam masa lalunya menghantuinya. Ia menjalin hubungan dengan Luna, kekasih masa kecilnya yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Aria, seorang pria berkharisma dengan hidup yang tampak sempurna, tiba-tiba dihadapkan pada masa lalu yang kelam ketika Luna, kekasih masa kecilnya yang hilang, tiba-tiba kembali. Rahasia Luna terbongkar, memicu gelombang pengkhianatan yang mengguncangkan dasar kepercayaan Aria. Sahabat setia Aria, Rian, tak dapat menyembunyikan perasaan cintanya pada Luna. Rian, sahabat setia Aria, ternyata menyimpan perasaan cinta yang dalam terhadap Luna. Konflik muncul saat persahabatan mereka diuji oleh perasaan yang tak terkendali dan pertarungan batin Rian yang melibatkan antara kesetiaan dan keinginan. Luna, wanita misterius dengan aura yang menyelubungi dirinya, kembali ke kehidupan Aria. Kehadirannya membangkitkan kenangan pahit, dan rahasia kelam Luna terkuak, membawa pengkhianatan yang mengguncang dasar-dasar kepercayaan Aria. Persahabatan mereka teruji, dan Rian harus memilih antara kesetiaan kepada Aria atau mempertaruhkan segalanya demi cinta yang terlarang. Masuk ke kehidupan mereka, Maya. Maya, seorang wanita kuat dengan masa lalu kelam, memasuki kehidupan Aria dan Rian. Cinta segitiga yang rumit menguji keterikatan hati mereka, dan Maya harus memilih antara menghadapi masa lalu atau melepaskan cinta sejatinya. Maya membawa konflik baru. Cinta segitiga yang rumit mempertanyakan batas-batas hati mereka, dan Maya harus menghadapi pilihan sulit antara menghadapi masa lalu atau melepaskan cinta sejatinya. Pertemuan dengan Evan, pria misterius pembawa rahasia, mengungkapkan keterkaitan antara Aria, Luna, dan masa lalu mereka. Evan membawa rahasia yang bisa mengguncangkan dasar-dasar hubungan, membuka pintu untuk pengkhianatan lebih dalam. Evan, pria misterius yang menghubungkan masa lalu Luna dan Aria, membawa rahasia yang bisa mengubah segalanya. Keterlibatannya memperdalam intrik cerita, menggoyahkan dasar-dasar hubungan di antara keenam karakter utama. Sementara itu, Nina, seorang perempuan dengan hati tulus, muncul dalam kehidupan Aria dan Rian. Cinta sejatinya membawa harapan baru, tetapi kenyataan pahit dan pengkhianatan mengancam untuk merusak impian bahagia mereka. Cinta sejatinya membawa harapan baru, tetapi kenyataan pahit dan pengkhianatan mengancam untuk merusak kebahagiaan yang mereka impikan. Dalam "Rintangan Cinta Abadi", keenam pemain kunci ini dihadapkan pada pilihan sulit, konflik batin, dan pencarian makna cinta sejati. Melalui perjalanan yang penuh liku-liku ini, cerita ini menggambarkan bahwa cinta tak selalu lurus, dan seringkali penuh kejutan yang mengubah takdir mereka.
PENDEKAR TAPAK DEWA

PENDEKAR TAPAK DEWA

Kebiadaban yang dilakukan oleh gerombolan La Kala (Kelompok Merah-Merah) di bawah pimpinan La Afi Sangia makin merajalela. Terakhir mereka membantai penduduk Desa Tanaru beserta galara (kepala desa) dan keluarganya sebelum desa mereka dibumihanguskan. Mayat-mayat bergelimpangan di mana-mana yang sebagian besarnya hangus bersama rumah-rumah mereka. Darah Jenderal Hongli alias Dato Hongli mendidih menyaksikan bekas aksi kebiadaban yang di luar batas kemanusiaan itu. Darah kependekarannya menangis dan jiwanya menjerit. Tetapi ada sebuah keajaiban. Di antara mayat-mayat bergelimpangan ada sesosok bayi mungil yang kondisinya masih utuh. Tubuhnya sama sekali tak bergerak. Sang bayi malang seolah-olah tak tersentuh api walau pakaiannya telah menjadi abu. “Oh...ternyata bayi ini masih hidup,” desah sang mantan jenderal perang kekaisaran Dinasti Ming. Diangkatnya bayi itu seraya lanjut berucap, “Akan kubesarkan bayi ini. Dia adalah sang titisan para dewa. Akan kugembleng ia agar kelak menjadi seorang pendekar besar. Kelak, biarlah dia sendiri yang akan datang untuk menuntut balas atas kematian keluarganya serta seluruh penduduk desanya. Akan kuberi bayi ini dengan nama La Mudu. Ya, La Mudu, Si Yang Terbakar...!” Lalu sang pendekar besar yang bergelar Wu Ying Jianke (Pendekar Tanpa Bayangan) itu mengangkat tubuh bayi itu tinggi-tinggi dengan kedua tangannya. Ia berseru dengan suaranya yang bergetar membahana: “Dengarlah, wahai Dewata Agung....! Aku bersumpah untuk menggembleng bayi ini agar kelak menjadi seorang pendekar besar yang akan menumpas segala bentuk kejahatan di atas bumi ini..!! Wahai Dewata Agung, kabulkanlah keinginanku ini...!! Kabulkan, kabulkan, kabulkan, wahai Dewata Agung...!” Sang Hyang Dewata Agung mendengar permohonannya. Alam pun seolah mengamininya. Cahaya petir langsung menghiasi angkasa raya yang disusul dengan guruh gemuruh yang bersahut-sahutan. Tak lama kemudian hujan deras bagai tercurah mengguyur bumi yang nestapa. Tangis sang bayi malang tiba-tiba pecah. Jenderal Hongli alias Dato Hongli atau sang pendekar besar bergelar Wu Ying Jianke (Pendekar Tanpa Bayangan) segera meninggalkan tempat itu. Ia membawa sang bayi ke arah barat dengan gerakan melesat bagai kilat.