icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terpaksa Menikahi Tetangga

Bab 7 Part 7

Jumlah Kata:1404    |    Dirilis Pada: 14/10/2021

saya mengal

a?" Lama-kelamaan bikin t

idur se

**

el di atas meja depan sofa, untuk melihat sekarang udah pukul berapa. Ternyata baru pukul enam pagi.

muda kek, aku gak akan peduli. Atau sekalian pergi dari dunia ini juga bagus. Eh, artinya dia mati dong? Dan aku auto jadi janda dong? Gak p

ang. Iya, tadi malem aku tidur di sofa dan menolak untuk tidur seranjang dengan dia. Sorry banget ya, gak sudi aku tidur

di sofa, dan beginilah akibatnya. Semua ini gara-gara manusia batu itu, seandainya saja tadi m

ar tante Mariska kemarin. Tanpa membuang-buang waktu lagi, aku kembali memejam

g masih terpejam. Belum juga lima menit, udah ada gang

nya ini rumahmu yang

ni kerjaannya s

mpang lah di sana cowok hitam manis ting

aja," sungutku kesal. Bagaimana gak kesal coba, dia main nyiprat-

harusnya yang rajin, masa jam segini belum bang

ya, pake nyipratin air segala, kayak gak bisa pake cara yang baik-baik. Mamaku aja yang

gue udah bangun kok, terus emangnya kenapa kalau gue bangun siang begini? Masalah buat lo! Dan f

pagi, apalagi sekarang status kamu udah jadi istri

nampol. Gimana gak pengen nampol coba, dari dulu sampai sekarang, kata-kata yang

bilang jadi istri harus bangun duluan? Baru tahu gue ada teori kayak gitu. O

tanya Rey dengan disertai tatapan matanya yang men

agian gue juga pengen ngerasain kali tidur di ranjang yang super duper nyaman ini." Bagus Key, terus aja b

ngalah, apalagi sama manus

sar kam

gatain aku

masih punya hati, gak kayak lo,

kamu." Rey menghembuskan nafasnya kasar

h punya banyak stok sabar, kalau enggak, udah aku b

t juga rasa badan ini, dari kemarin belum mandi. Seandainya saja tadi malem aku menerima ajakan Rey

bisa ... mati. Ah, kenapa gak kepikiran buat bunuh dia dengan cara halus seperti itu ya? Kan aku gak bakalan dijadii

**

semua kan?

pa?" Aku ba

ut sekarang juga,

ang?"

pengen di sini, ngabisin waktu berdua den

nding berduaan sama kambing dari p

kan berikan kambing buat kamu, anggap saja

ari kemarin lo ngasih gue m

cincin yang kamu pakai itu sebaga

doang belagu amat." A

kayak gini, dia udah pantes banget kalau jadi pemeran antagonis di si

a diremehin

elah saya berikan sama kamu sebagai mas kawin, at

*

sama resepsionis. Modus banget kan, bilangnya mau ngurusin check out, gak taunya sekalian tebar pesona.

ri tadi nungguin sambil duduk di sofa ini. Mana orang yang pada s

i sekarang." Akhirn

rjalan mengikuti Rey. Kan, ber

derasnya, mau tidak mau kami berbali

di luar, kini berhamburan m

langsung pulang aja

ar lagi hujan kan

ung naik mobil, jadi ng

asar manusia aneh bin plin-plan, tadi pengen cepet-

liatin mbak-mbak resepsionis yang d

pintarku dari saku celana jeansku, d

ng berisi ucapan-ucapan selamat dari kerabat-kerab

muda, dari yang balita, sampai kerabat papa yang udah kakek-kakek. Dari yang giginya masih rapi sampai

ereka berhalangan gak bisa hadir, apalagi ini mendadak banget dan tanpa perencanaan, jadi wajar aja kalau yang jauh-jauh

para saudara, tiba-tiba ada seseorang yang

y .

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka