icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Suara Hati Sang CEO

Bab 6 Keributan

Jumlah Kata:1086    |    Dirilis Pada: 17/09/2022

yang mau menampungku dan memberiku," ujar Bobby dengan songong. Memang Boby dan Hana ini te

tu hanyalah terpaksa untuk menjadikanmu bagus aja," ujar Hana

nanti jika kalian kehilangan kedua orang tua kalian? Pasti kalian akan merasa sendiri-sendiri. kalian itu harus membangun rasa kasih sayang tersendiri,

g mendalam," ujar Arsen, tentu saja Hana dan Bobby tidak menyalahkan hal itu karena itu semua benar. walaupun boby sering membua

i ke undangan

membereskan ini terlebih dahulu saja," ujar Arsen lalu berlalu begit

u ke undangan?

g maka dari itu mama dan ayah akan segera menuju ke pesta pernikahan it

dak adiknya tidak ayahnya dan tidak ibunya pasti selalu membahas calonnya saja.

l itu sungguh membuat Bobby tertawa keras. Dia paling suka menggoda sang kakak. a

-piring kotor. "Kenapa itu kakak mu kuma pasti kau membuat kesal Kak kamu sehin

alu melanjutkan makannya membuat Aira geleng-gelen

ekerja sedang ber sibuk-sibuknya. kota yang padat

irlah dua insan pria yang bernama Arsenio dan juga Aditya. tentu saja kalian sudah tahu

ampilan seperti penjabat umumnya. berbeda dengan Sang putra yang hanya mengenakan kemeja putih dan celana

tidak ingin merubah hidupmu menjadi seperti biasanya lagi?" tanya Aditya. Neo yang semula melih

hidup Arsen mulai sekarang. mungkin saja Papa sudah tahu alasannya untuk mencari oran

Baginya pola hidup anaknya itu dikendalikan oleh dirinya sendiri. D

i sang anak. Papa yakin kamu bisa mencari hidup yang lebih baik lagi dari sekarang dan kamu juga pasti akan membuka lembaran yang sangat baru dan memulainya dari bawah lagi," ujar Aditya. sebenarnya tent

. mungkin aku belum menjadi anak yang sempurna aku hanya

ng tak jauh dari kantor dan di garasi juga ada motor matic yang nanti kau akan pakai untuk pergi kemana-mana." ujar Aditya setidaknya Dia membantu s

2 insan yang tidak mengenal dan Oh iya dalam beberapa Minggu juga pasti aku akan mengunjungi Papa. kita juga pasti akan berkomunikasi. "ujar Arsen. Aditya Tentu saja tidak

dengan papa." ujar Aditya, Karena bagaimanapun Dia sangat membutuhkan

suci oleh Aditya. Aditya melihat kepergian Arsen, dia sama sekali tidak membawa baju-baju bagus.

ilangan bidadarimu. tapi ternyata kau malah makin membanggakan aku dan ibumu. Papa harap kamu bisa menjadi anak yang berbakti kepada Papa titik walaupun sekarang mungkin kau sangat berbakti, dan tentu saja bahwa berharap kau bertemu dengan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Permulaan 2 Bab 2 Bosan3 Bab 3 Wanita Spesial4 Bab 4 Persetujuan5 Bab 5 Firasat6 Bab 6 Keributan 7 Bab 7 Melangkah 8 Bab 8 Perkenalan9 Bab 9 Canggung 10 Bab 10 Undangan11 Bab 11 Berangkat ke kantor 12 Bab 12 Interaksi 13 Bab 13 Kesepian 14 Bab 14 Mendengarkan 15 Bab 15 Penjelasan 16 Bab 16 Cemas 17 Bab 17 Mengganggu 18 Bab 18 Menggeleng 19 Bab 19 Melawan Arus20 Bab 20 Mengusap air mata 21 Bab 21 Merasa Bersalah 22 Bab 22 Tega23 Bab 23 Manja24 Bab 24 Tersadar 25 Bab 25 Pemuda 26 Bab 26 Kewalahan 27 Bab 27 Kostan 28 Bab 28 Lebih berat 29 Bab 29 Depresi30 Bab 30 Terbangun 31 Bab 31 Memaksakan 32 Bab 32 Pengkhianatan 33 Bab 33 Berkas 34 Bab 34 Keringetan 35 Bab 35 Menduga-duga 36 Bab 36 Jabatan 37 Bab 37 Pembicaraan 38 Bab 38 Mengungkapkan 39 Bab 39 Berkorban 40 Bab 40 Pasangan hidup 41 Bab 41 Strategi 42 Bab 42 Dunia kerja 43 Bab 43 Merenung 44 Bab 44 Memikirkan 45 Bab 45 Mencari bukti 46 Bab 46 Kebenaran 47 Bab 47 Korupsi 48 Bab 48 Antisipasi 49 Bab 49 Penggelapan 50 Bab 50 Tersadar 51 Bab 51 Memikirkan 52 Bab 52 Menyelesaikan Masalah53 Bab 53 Tekad54 Bab 54 Bergetar55 Bab 55 Bersikap Biasa56 Bab 56 Terangsang57 Bab 57 Menghabiskan waktu bersama58 Bab 58 Pulang59 Bab 59 Hubungan60 Bab 60 Trauma61 Bab 61 Bertahun-tahun62 Bab 62 Memperjuangkan63 Bab 63 Senyuman64 Bab 64 Memberi cucu65 Bab 65 Kekurangan66 Bab 66 Mainan67 Bab 67 Pertemuan68 Bab 68 Mengantarkan69 Bab 69 Penguasa70 Bab 70 Miliknya71 Bab 71 Kembali72 Bab 72 Perselingkuhan73 Bab 73 Ucapan74 Bab 74 Perlakuan75 Bab 75 Basa-basi76 Bab 76 Larut malam77 Bab 77 Membereskan78 Bab 78 Terkekeh79 Bab 79 Serasi80 Bab 80 Tergesa-gesa81 Bab 81 Calon yang layak82 Bab 82 Perdebatan83 Bab 83 Tengah Malam84 Bab 84 Membenci85 Bab 85 Menidurkan86 Bab 86 Bertengkar87 Bab 87 Mendengar88 Bab 88 Mengajar89 Bab 89 Tingkah lakunya 90 Bab 90 Pipi merona91 Bab 91 Mencoba hal baru 92 Bab 92 Cinta dan jatuh cinta 93 Bab 93 Rencana 94 Bab 94 Gelak tawa 95 Bab 95 Konsentrasi 96 Bab 96 Gelisah 97 Bab 97 Terekam jelas 98 Bab 98 Makan bersama 99 Bab 99 Menyebrang jalan 100 Bab 100 Tatapan Tajam