icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

TERJEBAK GAIRAH DUDA

Bab 4 Bantuan Sang Duda

Jumlah Kata:1061    |    Dirilis Pada: 17/06/2022

s, membuat Sena merasa tidak tega. Tapi, tetap saja itu b

ue udah nggak bi

wok baru?" tanya Fabian

bilang masih jomblo, dia takut kalau Fabian bakal g

nya. Dia tidak percaya pada perkataan Sena barusan. "Sej

hu? Padahal kita baru saja ketemu hari ini setelah dua tahun?"

" Fabian

mantan kekasihnya ini memang sungguh mengerikan

era lepas dari lelaki ini? Sena melihat sosok s

u .

eorang yang tidak jauh darinya. Untungny

i yang dipanggil 'mas' itu hanya bisa melongo saat Sena semakin deka

enggelayut manja pada lengan Tristan. Rupanya yang

ia kini menatap ke arah Tristan yang sedang kebingungan. Lelaki

, tadi nyari

erutnya. Dia menoleh ke arah Sena yang s

wok itu," bisik Sena di belakang punggung Tristan.

n dari atas sampai bawah. Dia tersenyum mengejek. '

m saja, segera menggoyangkan lengan lela

ja. Aku janji nggak bakalan jutek la

elaki itu menjawabnya. Jantung Sena berdetak dengan kencang. Dia taku

ahkan saat ini meremas kencang lengan Tristan saking gugupnya.

gulurkan tangannya. Dia tersenyum ke arah Fabian. Sena yang

Ingin protes, tapi ini lebih baik dari pada Fabian terus saja mengejarnya. Sudahlah

an hati yang mendongkol. Dia masih belum bisa percay

o, Sayang." Dengan sengaja, Tristan merengkuh pinggang Sena. Meski dongkol, tetapi gadis it

dan Tristan dari kejauhan. Rasanya dia be

na mendelik tajam ke arah Tristan. Namun, lelaki itu justru nyengi

pai rumah lagi" Tristan menoleh ke arah Fabian

emang senekat itu. "Nggaklah! Mana mau gue dia datang ke rumah." Bibir Sena

h." Seperti apa yang dikatakan oleh Tristan, Sena hanya diam sampai ke par

ran. Bibirnya masih cemberut hingga saat ini. "Makasih!" Sena hendak berbal

ncekal lengan Sena. Enak saja, sud

ngan janjinya tadi. Nyatanya dia masi

kita hanya pura-pura?" Tristan menaikkan sebelah alisnya. Dia tersenyum saa

h bersembunyi di pohon yang berada tidak jauh dari parkiran. Di

an macam-macam, ya?" ancam Sen

senang. Meski Sena galaknya nggak ketulungan, tetapi ada k

il. Sena masih saja membuang muka, ti

na. Dia sedari tadi mencuri pandang ke arah Sena yang masih

tek. Dia masih kesal dengan Tristan y

annya dia ramah dan baik. Wajahnya juga nggak jelek-jelek amat. Meski masih gantengan aku, sih." Tristan menaikturunk

aja. Kalau aku muntah gimana?" Kesel? Emang. Sena begitu kesa

keh mendengar apa yang dikatakan ole

g ada yang lucu?" Bibi

da

pa

am

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
TERJEBAK GAIRAH DUDA
TERJEBAK GAIRAH DUDA
“WARNING!!!! AREA DEWASA (21+) BOCIL DILARANG MENDEKAT "Sena ... nikah, yuk." Dahi Sena mengernyit kala mendengar ajakan nikah dari tetangga rumahnya. Dia yang masih berusia dua puluh diajak nikah oleh lelaki yang hampir kepala empat? "No way!" balas Sena sembari membalik tubuhnya dan mengibaskan rambutnya di hadapan lelaki itu. Dia segera masuk ke dalam rumah miliknya dan menutup pintu dengan sangat keras. Lelaki itu pun hanya terkikik saat melihat kekesalan Sena. Sangat menyenangkan ternyata membuat gadis itu kesal. "Sena ... Sena ... kamu kok ngegemesin banget, sih." Setelahnya om-om itu segera masuk ke dalam rumahnya yang bersebelahan dengan milik Sena. "Dasar duda mesum. Masak ngajak nikah anak kuliah, sih? Nggak sadar umur apa, ya? Bener-bener kelakuan masih kayak ABG puber aja," gerutu Sena saat memasuki rumahnya. Namanya Sena Aurellia Subrata, umurnya masih dua puluh tahun dan dia juga masih kuliah semester empat di salah satu universitas negeri di Jakarta. Dia tinggal sendiri di rumah itu, rumah milik bibinya yang nganggur karena sang bibi dan keluarga memilih tinggal di luar negeri, mengikuti sang suami yang ditugaskan ke Thailand. "Apa dia pikir, gadis perawan kayak gue gini, mau apa sama duda tua kayak dia? Jangan harap!" Sena mengambil buku yang ada di atas nakas, dia segera menggunakan buku itu sebagai pengganti kipas karena kebetulan kipas di rumah itu sedang rusak. Sena tinggal di sebuah perumahan kecil tipe 36 yang tiap rumah saling berdempetan. Dan sialnya, tetangga samping rumah itu adalah seorang duda mesum berusia 37 tahun. Meski wajahnya sangat menipu, karena dia terlihat sepuluh tahun lebih muda. Sena dan Tristan lebih mirip seperti kucing dan tikus jika bertemu. Bagaimana satu malam bisa merubah keduanya?”