icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

TERJEBAK GAIRAH DUDA

Bab 5 Kesempatan Dalam Kesempitan

Jumlah Kata:1239    |    Dirilis Pada: 17/06/2022

in dekat. Sena yang merasa jika Fabian masih sering mengikutinya, men

isa berangkat sendiri. Nggak perlu Om anterin." Sena kesal karena ternyata Trist

ka kamu itu hanya berbohong." Sena diam. Dia mengerutkan dahinya. Apa yang dikatakan oleh Tristan adalah benar. Fabian masih ser

Tristan agar diantar ke kampus. Meski sebenarnya kesal,

dan Tristan telah berada di dalam mobil. Sena pun sudah mulai merasa segan pada Tristan,

nyebelin, berubah serius. "Ah ... kamu belum kasih tahu aku, kenapa kamu kayak benci banget sama cowok yang bernama Fabian itu? Kayaknya dia

lihat muka orang itu." Sena kembali teringat akan kesalaha

ngsung menoleh. Dia menatap Tristan, menung

setelahnya dia kembali fokus melihat ke depan. Sedang Sena hanya bisa bengong mendeng

i aku suka sama Om." Wajah Sena sudah dipastikan jika tengah bersemu merah seperti udang rebus. Selam

ya aja males. Kamu tadi mau lihat aku berarti kamu suka aku, 'kan?" Entah da

i umur aku. Nggak mungkin banget pastinya." Sena mendengkus kesal. Jarak usia antara Sena dan Tristan sekitar tu

kamu kemakan omongan kamu, Sena.

kal! Jang

nyaris mati, menjadi lebih hidup. Beberapa waktu lalu dia mengalami patah hati yang ber

galihkan wajahnya dengan melihat ke arah luar mobil.

saja membuat Sena kaget. Dia tidak menyangka jika telah sampai di

mu mau ikut aku ...." Tristan mencondongkan tubuhnya ke arah Sena

ini dekat-de

... aw ...!" Tristan mengelus pinggang

makin mengesalkan saja sang duda, hingga sering membuat Sena sakit kepala. Baik, sih mau bantu

m-macam. Cuma s

marah sama Om!" Setelah mengucapkan hal itu, Sena berbalik dan membu

tadi nyaris copot karena mendengar bantingan pintu. "Kalau pintunya rusak gimana coba?" Tristan hany

sepertinya butuh makan agar emosinya tidak naik. Semakin hari

sama dia, tapi ngga gitu juga kali caranya. Mana mepet terus, jadi digunakan buat nyari kesempatan,"

Kenapa lo nggak denger panggilan gue?" Rupanya Tiara sudah memanggil Sena sedari tad

engan jari telunjuk dan jari tengahnya. Wajahnya jujur sehingga membuat Tiara yang he

! Mau sar

*

ir pekan dan dia ingin menghabiskan malam minggu di rumah. Tidak punya pacar maupun teman kencan me

. Mereka telah berada di dalam mobil Tiara. Rencananya mereka akan nongkrong ke

ar teman-temannya tidak curiga, terlebih Fabian yang masih sering terlihat berada dekat dengannya. Sena juga terp

iya yang udah punya co

Setelahnya dia melambaikan tang

a baca malam ini untuk menemani malam minggunya. Suasana kampus lumayan sepi, karena mema

njadi pemandangannya sehari-hari. Setibanya di kelas terakhirny

ika ada orang yang membuntutinya sedari tadi. Sena berhenti sejenak

Fabian?' tebak

, tetapi ada tangan besar yang menahan bahunya. Sejenak dia bahkan lupa c

sia

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
TERJEBAK GAIRAH DUDA
TERJEBAK GAIRAH DUDA
“WARNING!!!! AREA DEWASA (21+) BOCIL DILARANG MENDEKAT "Sena ... nikah, yuk." Dahi Sena mengernyit kala mendengar ajakan nikah dari tetangga rumahnya. Dia yang masih berusia dua puluh diajak nikah oleh lelaki yang hampir kepala empat? "No way!" balas Sena sembari membalik tubuhnya dan mengibaskan rambutnya di hadapan lelaki itu. Dia segera masuk ke dalam rumah miliknya dan menutup pintu dengan sangat keras. Lelaki itu pun hanya terkikik saat melihat kekesalan Sena. Sangat menyenangkan ternyata membuat gadis itu kesal. "Sena ... Sena ... kamu kok ngegemesin banget, sih." Setelahnya om-om itu segera masuk ke dalam rumahnya yang bersebelahan dengan milik Sena. "Dasar duda mesum. Masak ngajak nikah anak kuliah, sih? Nggak sadar umur apa, ya? Bener-bener kelakuan masih kayak ABG puber aja," gerutu Sena saat memasuki rumahnya. Namanya Sena Aurellia Subrata, umurnya masih dua puluh tahun dan dia juga masih kuliah semester empat di salah satu universitas negeri di Jakarta. Dia tinggal sendiri di rumah itu, rumah milik bibinya yang nganggur karena sang bibi dan keluarga memilih tinggal di luar negeri, mengikuti sang suami yang ditugaskan ke Thailand. "Apa dia pikir, gadis perawan kayak gue gini, mau apa sama duda tua kayak dia? Jangan harap!" Sena mengambil buku yang ada di atas nakas, dia segera menggunakan buku itu sebagai pengganti kipas karena kebetulan kipas di rumah itu sedang rusak. Sena tinggal di sebuah perumahan kecil tipe 36 yang tiap rumah saling berdempetan. Dan sialnya, tetangga samping rumah itu adalah seorang duda mesum berusia 37 tahun. Meski wajahnya sangat menipu, karena dia terlihat sepuluh tahun lebih muda. Sena dan Tristan lebih mirip seperti kucing dan tikus jika bertemu. Bagaimana satu malam bisa merubah keduanya?”