icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
The Princess Knight

The Princess Knight

icon

Bab 1 Chapter 1

Jumlah Kata:2642    |    Dirilis Pada: 06/01/2022

h nonton kan, Bang? Cinema 21 deket ini. Mer tinggal ngesot

bersama mereka semua. Kedua orang tuanya ingin agar Bintang ada yang memperhatikan dan menjaga. Beginilah keposesifan para pria-pria Diwangkara dalam menjaga wanita-wanita mereka. Mirip banget kayak kehidupan garingnya si Birdy,

u. Bintang juga kurang begitu enak badan. Kamu tega a

snya. Ia tidak mau membuat Tian kecewa. Karena walaupun sedang mual-mual parah, suamin

sendiri, Bang. Bukan minta Abang temenin. Kalau Mer nggak boleh bawa

dengar suara mobil yang mendekat, Merlyn tersenyum sumringah. Bala bantuan telah datang. Kalau anak sholehah mah, pasti ada saja jalan keluarnya. Merlyn bergegas mendekati

a nggak ada. Berarti bunda bakalan lama di ru

menulikan telinganya. Pura-pura tidak mendengar

baru Abang tahu rasa," Merlyn kesal sekali karena terus dikacangin oleh abangnya. Mungkin seb

ludo, monopoli atau kuda-kudaan. Pokoknya jauh-jauh dari gue aja." Bisik Merlyn pelan. Ab

dan suaminya, membuat kakak iparnya ini bagai dipenjara di dalam rumahnya sendiri. Ia akan mencoba memban

uga. Kakak masih mual-mual ya? Mau Bintang pijitin nggak?" Bintang mengelus-elus lengan suaminya dengan mesra. Terpaksa

dielus-elus Bintang. Kakak iparnya ini walaupun usianya lebih muda darinya, tapi tingkahnya dewasa banget. Anak ibu gu

nggak? Oke... oke... gue akan suruh dia siap-siap sekarang juga." Tian menutup teleponnya. Merlyn cemberut. Seperti biasa, abangnya pasti akan menitipkannya pada Naratama Abiyaksa

mulu lagi dari mulai filmnya tayang sampai filmnya kelar, kayak bulan lalu. Mer sampai

ah, Abang batalin aja ya sama Tama. Ntar dia cap

adi menonton, lebih baik ia menebalkan telinganya. Anggap saja Karina itu si Leo, burung beo ayahnya. Ngoceh, ngoceh dah sana. Yang penting ia bisa ikut nonton. Ti

Mer? Kan nggak dibolehin bawa makanan dan mi

a para wanita akan berdandan paripurna dengan menyelipkan sebuah clutch mungil nan anggun di tangan mereka, t

an dan air minum sendiri dari rumah. Supaya nggak ketahuan, ya dimasukin dong semuanya dalam tas besar. Abang sih otaknya nggak dipake mikir. Boros kan jadinya?" Merlyn bangga sekali dengan pemikir

rsi nggak sekalian kamu bawa aja dari rumah, Mer?" Sindir T

Ntar takutnya nggak muat lagi mau dimasukin ke mobilnya Bang Tama." Tian hanya bisa mengelus dada saja. Cara berpi

tin..

canglong tas besar dan memakai sepatunya dengan

angan gangguin orang pacaran, dan tidak boleh apa-apa minta dibayarin sama orang.

g jangan ikutan ngidam bini muda ya? Riweuh nanti urusannya." Bintang dan Tian saling be

anita." Bintang terharu me dengar dukungan penuh adik iparnya terhadap dirinya.

an tujuan gue naseh

ntang menjinji

buat gue. Apalagi nambah satu lagi. Kan makin merana guenya. Ye kan?" Tian dan Bintang kembali berpandangan.

===========

ap kita mau kencan wajib bawa-bawa ini dakocan sebiji sih?" Omelan

ggantinya untuk mengawalnya. Menurut abangnya, Tama lolos kualifikasi menjadi pengawalnya karena dua hal. Pertama siapa yang tidak kenal dengan Naratama Abiyaksa? Putra sulung Narasangsa Abiyaksa dan Camelia Abiyaksa? Kedua orang tuanya adalah mantan jagoannya Gre

man sentosa kondusif serba guna, kalau memakai bahasa abangnya. Kata serba gunanya itu lo, kayak margarine aja serba guna. Ye kan? Kini ia kembali menjadi pend

esar-besarkan masalah yang tidak perlu." Tama mengelus pelan pipi pacar cantiknya. Karina kalau sudah ngomel panjangnya bahkan bisa mengalahkan rel kereta api panjangnya. Catet ya? rel nya,

ng Tama bilang keberatan, abang gue juga nggak bakalan maksa kali. Bang Tama keberatan nggak ini Mer ikut?" Merlyn memandang T

alah selesai. Case closed." Merlyn mengibaskan tangan ke udar

nya sembari menoleh ke belakang. Tepat di depan wajahny

. Bang Tama nggak keberatan. Gue apalagi, sangat tidak berkeberatan. Dua banding satu. Lo yang kalah leg

g sama-sama tidak mau mengalah ini. Semakin cepat acara menonton ini usai, semakin baik. Otaknya sudah panas teru

cinema. Ramainya orang-orang yang mengantri masuk membuatnya mengambil posisi berdir

at suara krak yang diiringi desis kesakitan terdengar dari arah belakangnya. Seorang pria muda terlihat mengaduh-aduh kesakitan sembari memegangi tangannya yang bentuknya tampak aneh

memelototi Tama. Beberapa temannya juga mulai berkerumun

erempuan kan? Hargailah perempuan, Bro. Lo pikir gue nggak ngeliat dari tadi mata lo ngarah kemana? Ke dada adek gue kan? Pertama gue diemin. Lo punya mata. Lo berhak memandang. Tapi begitu tangan lo mau pura-p

cuman gue yang mandangin. Semua laki-laki di sini juga begitu. Kalo lo bukan abangnya, pasti

si saja, pasti habislah mereka semua. Menantang Tama itu cari mati namanya. Dia bahkan menjadikan berkelahi sebagai olah raga untuk mencari-cari keringat. Apa jadi

rugikan, itu sudah bisa dikategorikan sebagai tindakan pelecehan seksual. Mengenai sikap gue. Itu bu

i kertakan sendi-sendi tubuh Tama yang sedang melakukan warming up, sepertinya membuat jiper pemuda-pemuda tadi. Tanpa banyak

" Merlyn setengah berlari berusaha mense

enapa Mbak?" Bahasa mereka sudah mulai sopan. Sepertiny

anget kan tiket mahal-mahal hangus semua.

inya malah berkurang lima menit. Incess irit mana lah boleh rugi, iya kan?" Tama membujuk Mer

ya juga udah kita bayar. Jadi harus kita tonton juga supaya tidak rugi. Iyakan, Bang?" Tama tersenyum. Cara ini se

rsandung atau terjatuh. Makanya ia menuntun keduanya dengan sabar. Setelah keduanya duduk dengan benar, Tama bergegas membeli beberapa camilan sebagi teman m

n kekar Tama. Dia tahu Tama pasti bimbang karena adanya si incess oneng ini bersama dengan mereka. Inilah yang paling tidak disukai olehnya. Setiap mereka akan hang out ke tempat yang di banner dewas

a kasihan Tama kebingungan harus memilih antara dirinya dan juga pacarnya. Lagi pula jam sebelas malam kan belum larut malam sekali. Ia akan naik taksi online saja pulangnya. Eh taksi mahal, bagusan di

ari tempat tujuan, tapi masih aja minta dijemput dan dianterin sama pacarnya yan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
The Princess Knight
The Princess Knight
“Merlyn Diwangkara-si Princess irit dengan tingkat keonengannya yang hakiki-ingin lepas dari bayang-bayang nama besar Diwangkara's. Kehidupannya yang selama ini bagaikan burung dalam sangkar emas, membuatnya bertekad untuk menunjukkan pada dunia, kalau ia mampu hidup mandiri di atas kakinya sendiri. Sementara itu, Galih Kurniawan Jati-polisi galak namun berprestasi negeri ini-selalu saja ketiban sial setiap kali bersinggungan dengan gadis berpemikiran 'minimalis' ini. Alih-alih menghukumnya, Galih malah acap kali menjadi kesatria berbaju zirahnya. "Anda ini bahkan tidak bisa membedakan mana kucing dan mana serigala. Bagaimana mungkin, Anda bisa survive hidup sendirian di luar sana?" -Galih Kurniawan Jati "Mungkin saya memang tidak bisa membedakan mana kucing dan mana serigala. Tapi, saya tahu apa persamaan mereka ; sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Saya benar, kan, Pak Polisi?" -Merlyn Diwangkara”
1 Bab 1 Chapter 12 Bab 2 Chapter 23 Bab 3 Chapter 34 Bab 4 Chapter 45 Bab 5 Chapter 56 Bab 6 Chapter 67 Bab 7 Chapter 78 Bab 8 Chapter 89 Bab 9 Chapter 910 Bab 10 Chapter 1011 Bab 11 Chapter 1112 Bab 12 Chapter 1213 Bab 13 Chapter 1314 Bab 14 Chapter 1415 Bab 15 Chapter 1516 Bab 16 Chapter 1617 Bab 17 Chapter 1718 Bab 18 Chapter 1819 Bab 19 Chapter 1920 Bab 20 Chapter 2021 Bab 21 Chapter 2122 Bab 22 Chapter 2223 Bab 23 Chapter 2324 Bab 24 Chapter 2425 Bab 25 Chapter 2526 Bab 26 Chapter 2627 Bab 27 Chapter 2728 Bab 28 Chapter 2829 Bab 29 Chapter 2930 Bab 30 Chapter 3031 Bab 31 Chaptet 3132 Bab 32 Chapter 3233 Bab 33 Chapter 3334 Bab 34 Chapter 3435 Bab 35 Chapter 3536 Bab 36 Chapter 3637 Bab 37 Chapter 3738 Bab 38 Chapter 3839 Bab 39 Chapter 3940 Bab 40 Chapter 4041 Bab 41 Chapter 4142 Bab 42 Chapter 4243 Bab 43 Chapter 4344 Bab 44 Chapter 4445 Bab 45 Chapter 45 (END)46 Bab 46 Extra Part47 Bab 47 Extra Part 2