icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

The Princess Knight

Bab 5 Chapter 5

Jumlah Kata:2396    |    Dirilis Pada: 06/01/2022

a sudah reda. Saya sudah boleh pulang sekarang kan Pak Dokter?" Merlyn meraih tangan kanan Dok

ngatur saya?" Dengan ketus Dika membalas kata-kata Merlyn. Tapi tidak urung dia membelai

a kan? Tapi kenapa malah Pak Dokter yang merasa lebih tahu?

nter? Mungkin signalny

lah. Kalau begitu saya akan menghubungi bunda kamu saja. Saya akan mengatakan kalau kamu sud

in besar nomornya, maka semakin kecil lah diameter jarum. Demikian pula sebaliknya. Sementara Merlyn yang melihat dokternya meraih jarum suntik yang paling besar lagi ukurannya, langsung saja melompat dan berlari keluar ruan

ung tiang infus beroda yang membuatnya terjerembab jatuh seketika. Merlyn berlari tunggang langgang di sepanjang koridor rumah sakit sambil menangis ketakutan. Dia bahkan tid

GH

buhnya menabrak keras salah seorang pengunjung rumah sakit. Unt

rly

Abang polisi. Saya takut!" Merlyn langsung melompat ke atas tubuh Galih yang kebetulan sedang mengantar ibunya untuk medical check up rutin. Merlyn kini mirip dengan

ada leher Galih. Semakin Dika berusaha melepaskan, semakin kuat pula Merlyn mengunci leher Galih. Galih kini merasakan kalau lehernya telah basah oleh ai

yn, tapi malah sebaliknya tanpa sadar terus saja mengelus-elus punggungny

engapa ada rasa tidak suka di hatinya saat melihat kedekatan pasiennya dengan pria l

. Karena hal tersebut akan menjadikan mereka terpaksa bersikap agresif terhadap dua opsi yaitu fight atau flight. Fight disini diartikan ia akan bertarung, memukul karena berfikir sedang da

nya mengusap-usap punggung maupun bahu Merlyn yang berada dalam gendo

h dan Abang, kamu tidak boleh bersikap seperti itu terhadap orang lain." Dari jarak sekitar lima mete

, Pak Polisi?" Sindir Tama sinis. Galih hanya melirik sekil

ih mirip sebagai bodyguard keluarga Diwangkara alih-alih tetangga? Satu hal yang bisa saya katakan kepa

dan segera berjalan mengekori Merlyn dan Tian. Galih hanya bisa menatapi kepergian Merlyn dan kini digandeng ol

ri Mer sampai gembung. Sakit sekali, Bang." Merlyn mengibaskan tangan Tian saat a

celos seketika. Ia tidak tega mendengar suara ketakutan Mer dari ruang inap pasien di sebe

tuk lagi, Galih membuka begitu saja pintunya. Ia mengkertakkan giginya saat melihat Tian dan Tama memegangi masing-masing lengan kanan dan kiri Merlyn yang berteriak-teriak histeris ketakutan, sementara Dokter Dika memegangi lengan kanannya. Bermaksud untuk memasang kembali infus Merlyn. Karena punggung tangan sebelah kiri Merlyn membengkak, sepert

ihat ke arah pintu, wajahnya terliha

kan. Ada kepercayaan penuh di matanya saat mereka berdua saling bertatapan. Galih dan semua laki-laki normal di dunia, pasti tidak akan tega jika melihat seorang wanita me

s di lakukan. Tapi saya harap tidak dengan cara seperti ini. Tolong lakukan lah dengan cara yang lebih persuasi

nda. Ayolah, jangan membuatnya merasa ketakutan dan terancam. Selain itu, ada hukum hak azasi manusia yang ia miliki. Perlakukanlah sesama manusia dengan manusi

bertanya lembut pada Merlyn yang lan

membuat ka

meringis seolah-olah jarum infus itu sudah benar-benar ditusukkan ke punggung tangannya. Bingo

ka tas ranselnya dan mengeluarkan ponselnya. Mengotak-a

ian Merlyn dengan browsing-browsing berbagai macam video-video drama korea p

tuh, dipasangin pita beruangnya jadi lucu ya, Bang?" Merlyn dengan semangat menunjukkan cara-cara membuat boneka kain pada Galih. Setelah melihat perhatian Merlyn mulai beralih, Galih menggerakan kepalanya sekilas pada Dika agar segera dilakukan eksekusi.

ersenyum geli melihat Merlyn memandangi dengan takjub in

." Jawab Me

oda Merlyn karena jawaban Merlyn selalu tidak dapat diprediksi dan se

dibilang satu dua tiga sih, jadi kan saya nggak tahu." Jawaban Me

Semoga kamu cepat sembuh." Galih berdiri dan siap-siap untu

g." Kata-kata Merlyn membuat semua yan

g lain sesuka hatimu, Dek. Itu nggak sopan

k di kamar mandi, Mer bisa tinggal telepon abang polisi aja. Ah satu lagi, kalau Mer kedinginan juga. Pelukan abang polisi itu anget, harum lagi. Mer saja bisa sampai bisa ketiduran. Mer suka. Jadi ka

kecoak. Tapi untung saja hasil akhirnya bagus. Ia menyukai pelukannya, katanya. Itu adalah kata-kata pelipur lara paling dahsyat yan

Galih menyodorkan sebuat notes kecil dan pulpennya pada Merlyn, gadi

khusus untuk Abang, akan saya kasih diskon 10%." Galih hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya pada Merlyn. Ia kemudian menganggukkan kepala kembali kep

ah sakit. Galih diam saja karena dia juga tidak tahu harus menjawab apa. Di usianya yang mencapai angk

elayan masyarakat. Tidak ada hal-hal yang bersifat romansa di dal

s kita, Nak. Ibu tahu siapa orang tua gadis itu. Christian Diwangkara yang kemari

k menyangka ibunya tahu tentang

enggelengkan kepalanya. Ibunya adalah seorang guru sementara almarhum ayahnya dulu adalah seorang dosen filsafat. Cara berkomunikasi dalam keluarganya itu sangat unik. Tata bahasa kedua orang tuan

an harta paling berharganya pada se

berhak sama sekali mengintervensinya. Hidup kan tidak melulu soal harta. Sebaik-baiknya wanita itu kan dia yang mau diajak membangun hidup dari nol bersama-sama." Galih menja

a kamu banggakan. Karena itu tandanya kamu tidak siap pasang badan demi mengusahakan kebahagiaannya. Seumur hidup ayah d

kalau dia jatuh cinta. Tetapi lihat lah putranya ma

ohan dengan Arini, bukan?" Galih langsung menembak pada sasaran. Ia ti

ua ini kepadamu. Dengar Nak, Ibu tidak membenci gadis itu apalagi kekayaannya. Ibu hanya ingin memperingatkan kamu untuk sadar diri. Eling. Gadis itu jauh di atas kita keberadaannya, Nak. Ibu hanya ti

yang namanya kasta. Lalu untuk apa Tuhan menciptakan perasa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
The Princess Knight
The Princess Knight
“Merlyn Diwangkara-si Princess irit dengan tingkat keonengannya yang hakiki-ingin lepas dari bayang-bayang nama besar Diwangkara's. Kehidupannya yang selama ini bagaikan burung dalam sangkar emas, membuatnya bertekad untuk menunjukkan pada dunia, kalau ia mampu hidup mandiri di atas kakinya sendiri. Sementara itu, Galih Kurniawan Jati-polisi galak namun berprestasi negeri ini-selalu saja ketiban sial setiap kali bersinggungan dengan gadis berpemikiran 'minimalis' ini. Alih-alih menghukumnya, Galih malah acap kali menjadi kesatria berbaju zirahnya. "Anda ini bahkan tidak bisa membedakan mana kucing dan mana serigala. Bagaimana mungkin, Anda bisa survive hidup sendirian di luar sana?" -Galih Kurniawan Jati "Mungkin saya memang tidak bisa membedakan mana kucing dan mana serigala. Tapi, saya tahu apa persamaan mereka ; sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Saya benar, kan, Pak Polisi?" -Merlyn Diwangkara”
1 Bab 1 Chapter 12 Bab 2 Chapter 23 Bab 3 Chapter 34 Bab 4 Chapter 45 Bab 5 Chapter 56 Bab 6 Chapter 67 Bab 7 Chapter 78 Bab 8 Chapter 89 Bab 9 Chapter 910 Bab 10 Chapter 1011 Bab 11 Chapter 1112 Bab 12 Chapter 1213 Bab 13 Chapter 1314 Bab 14 Chapter 1415 Bab 15 Chapter 1516 Bab 16 Chapter 1617 Bab 17 Chapter 1718 Bab 18 Chapter 1819 Bab 19 Chapter 1920 Bab 20 Chapter 2021 Bab 21 Chapter 2122 Bab 22 Chapter 2223 Bab 23 Chapter 2324 Bab 24 Chapter 2425 Bab 25 Chapter 2526 Bab 26 Chapter 2627 Bab 27 Chapter 2728 Bab 28 Chapter 2829 Bab 29 Chapter 2930 Bab 30 Chapter 3031 Bab 31 Chaptet 3132 Bab 32 Chapter 3233 Bab 33 Chapter 3334 Bab 34 Chapter 3435 Bab 35 Chapter 3536 Bab 36 Chapter 3637 Bab 37 Chapter 3738 Bab 38 Chapter 3839 Bab 39 Chapter 3940 Bab 40 Chapter 4041 Bab 41 Chapter 4142 Bab 42 Chapter 4243 Bab 43 Chapter 4344 Bab 44 Chapter 4445 Bab 45 Chapter 45 (END)46 Bab 46 Extra Part47 Bab 47 Extra Part 2