icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

The Princess Knight

Bab 2 Chapter 2

Jumlah Kata:2596    |    Dirilis Pada: 06/01/2022

Abang kayaknya nggak yakin dan percaya sama kata-kata

i ada yang salah di sini. Saat ini mereka berada di parkiran cinema. Film telah usai dan Karin rib

untuk meyakinkan Tama. Udah, Abang jalan aja sama Karin kalau mau ke club. Mer nunggu Bang Tian nya di sini aja. Cepetan jalan, Bang. Itu udah di klakson-klakson sama pengemudi lain. H

ekali tidak membawa power bank. Tetapi kalau dipikir-pikir, buat apa juga juga dibawa-bawa. Orang power banknya juga rusak. Ia heran, tiga kali ia membeli power bank, tiga-tiganya rusak terus. Mulai yang bentuknya kecil kayak stabillo, pe

nget bukan? Memang ya, karma itu cepat sekali datangnya. Baru saja sepuluh menit yan

ika mobil terakhir juga akhirnya meninggalkan tempat parkir, ia makin ketakutan. Mau tidak mau ia harus berjalan keluar gedung

ng sedang berlarian. Suara-suara tembakan terdengar satu dua kali. Demi Tuhan, ia ketakutan! Ini sebenarnya ada apa sih? Shooting film action? Tapi kok tidak ada kameranya? Terus tidak ada lagi yang mengu

a kali suara tembakan lagi sebelum terdengar suara bruk seperti be

tak-bentak dan dipaksa untuk berdiri. Saat ini posisinya sedang berjongkok dipinggir halte. Ia juga mengubur kepalanya dalam-dalam di atas lututnya karena ketakutan. Ked

rumah sakit dengan mobil patroli, Komandan. Kami semua a

a telah membohongi petugas pintu masuk cinema karena telah melakukan kecurangan membawa makanan dan minuman dari luar. Padah

a malam ini ia akan menginap di kantor polisi. Tapi dia memang salah 'kan? Padahal tadi ia sudah diperingatkan oleh abangnya kalau nanti ia bisa kena razia. Inilah jadinya kalau ia keras kepala dan m

kin salah satu anak buahnya Rudi yang kemarin bertugas mengirim paket ke beberapa cinema dan club-club papan atas ibukota. Naik 'kan sa

tidak bisa bekerjasamalah dengkulnya. Merlyn benar-benar lemas karena kedinginan dan ketakutan. Tapi dia memaksakan diri untuk berdiri tegak dan menaiki mobil patroli dengan langkah gemetaran tidak karuan. Tepat pada saat ia akan membuka pintu mobil, salah satu mobil patroli lainnya mengarahkan lampu ke arah tempatnya berdiri. Karena silau, Merlyn refleks mengangkat tangan

erti ini lagi. Ia langsung melepas jaket kulitnya dan memakaikannya pada tubuh Merlyn. Penampakan tubuh indah Mer sepertinya telah membuat para an

mendapati polisi jutek yang di temui di

ndengar Merlyn memanggil Galih dengan sebutan abang, alih alih

" Galih mengubah pembicaraannya dengan bahasa sandi, saat Merlyn yang nota bene adalah masyarakat sipil ada di antara mereka. Mereka mema

dalam mobil patroli, ia juga hendak menyusul masuk. Tangannya baru saja

kan tidur di hotel prodeo ya?" Galih menarik lengan Merlyn

ji besi. Kantor polisi punya Abang beda ya?" Tanya Merlyn bingung. Istimewa sekali berarti kantor polisinya si abang polis

mana pada si oneng ini. Lebih aman kalau dia memutuskan saja topik pembahasannya. Buang-buang n

meyakinkan keputusan Galih atas dirinya. Galih lagi-lagi menarik napas panja

merasa kalau kamu harus ditahan.

eingatnya satu-satunya orang yang bernama Rudi yang ia kenal adalah Rudi anaknya Cang Su

gkan kepalanya. Anak buah gembong narkoba? Lah dia aja pagi-pagi sarapannya masih minum susu, apa pantes jadi anak

ala?" Galih merasa lama-lama ia jadi seperti sedang menginterogasi

arena saya menyembunyikan ini semua di dalam tas 'kan waktu di cinema? Abang sedang merazia makanan dan minuman 'kan?" Merlyn membuka tas over

lahuakbar! Galih memijat

ran yang berlebih dalam menghadapi kesederhan

ngkap gembong Narkoba. Bukannya mau menangkap kamu. Lagi pula ngapain k

pan menit! Mati! Pasti Tama telah dieksekusi oleh ayah dan abangnya saat ini. Ia harus segera cepat-cepat pulang ke rumah. Selain itu tubuhnya mula

njam ponsel Abang sebentar? Sa--say

oleh jaket kulitnya. Besarnya jaket yang menutupi hingga setengah pahanya, membuatnya jadi seperti tidak menggunakan bawahan. Belum lagi sepatu hitam seruncing pensil yang dikenakan kaki mungilnya. Gadis ini tampak seksi sekali. Sumpah

au? Saya kebetulan membawa beberapa baju bersih di mobil. Kamu bisa memakainya dulu untuk semen

m sepertinya, Mer." Galih kasihan juga melihat tubuh m

tapi da--dalemannya tidak di ga--ganti y

ang tidak memiliki dalaman perempuan di mobilnya. Gila saja jika dia punya dalaman perempuan di sana. Memangnya dia banci apa?

an gelisah sepertinya. Galih menghentikan kendaraannya sejenak dan meraih sebuah selimut dari baris kedua mobilnya. Pekerjaanya sebagai seora

as dalam keadaan sepi sehingga ia masih bisa berkendara dengan hanya bermodalkan satu lengan saja. Nafas hangat Merlyn yang menyapu-nyapu lehernya membuat darah Galih berdesir da

aat di perkebunan kopi. Untung saja ia mengingat alamat rumah ini. Coba kalau tidak, ia pasti terpaksa harus

g. Ia mengenali Chris dan Tian. Ayah dan abang gafis ini. Namun ia tidak mengenali seorang laki

TOK

et. Matanya mengerjap-ngerjab bingung sejenak sebelum akhirnya terlihat ketakutan saat memandangi orang-orang yang mengetuk jendela mobil dengan kasar. Bukannya turun ia mala

h melakukan kebohongan beruntun hari ini. Saya takut, Bang. Disana gelappp sekali

AK

ini. Yang dipukul kaca mobil, tapi yang histeris malah gadis dalam pelukannya ini. Siapapun suami dari g

a dan Catur Prasetya. Jadi sebagai seorang warga negara kamu pasti akan saya lindungi dengan segenap jiwa raga. Ayo, kita keluar." G

h sebagai seorang polisi yang dulu pernah

n? Tapi Tian malah menelepon Abang karena kamu tidak pulang-pulang sampai pukul dua

ng takutnya. Ini masih satu orang yang marah. Kemarahan ayah dan abangnya masih waiting list. Alamat bisa pecah gendang teli

di--di--" Chris tidak sanggup meneruskan kata-katanya. Ia ngeri dengan asumsinya sendiri. Sementara Merly

lihat jelas. Makanya saya meminjamkan jaket saya. Putri Anda ini juga kedinginan dan sedikit demam sepertinya. Alangka

adalah putri kesayangannya. Melihatnya gemetaran dan ketakutan begini sebe

rnya dan melapisi jaket kulit Galih dengan s

i mobil tadi nggak."

? Pak Galih mematikan ac mobil?" C

luk terus sama Abang polisi. Jadi

aaa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
The Princess Knight
The Princess Knight
“Merlyn Diwangkara-si Princess irit dengan tingkat keonengannya yang hakiki-ingin lepas dari bayang-bayang nama besar Diwangkara's. Kehidupannya yang selama ini bagaikan burung dalam sangkar emas, membuatnya bertekad untuk menunjukkan pada dunia, kalau ia mampu hidup mandiri di atas kakinya sendiri. Sementara itu, Galih Kurniawan Jati-polisi galak namun berprestasi negeri ini-selalu saja ketiban sial setiap kali bersinggungan dengan gadis berpemikiran 'minimalis' ini. Alih-alih menghukumnya, Galih malah acap kali menjadi kesatria berbaju zirahnya. "Anda ini bahkan tidak bisa membedakan mana kucing dan mana serigala. Bagaimana mungkin, Anda bisa survive hidup sendirian di luar sana?" -Galih Kurniawan Jati "Mungkin saya memang tidak bisa membedakan mana kucing dan mana serigala. Tapi, saya tahu apa persamaan mereka ; sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Saya benar, kan, Pak Polisi?" -Merlyn Diwangkara”
1 Bab 1 Chapter 12 Bab 2 Chapter 23 Bab 3 Chapter 34 Bab 4 Chapter 45 Bab 5 Chapter 56 Bab 6 Chapter 67 Bab 7 Chapter 78 Bab 8 Chapter 89 Bab 9 Chapter 910 Bab 10 Chapter 1011 Bab 11 Chapter 1112 Bab 12 Chapter 1213 Bab 13 Chapter 1314 Bab 14 Chapter 1415 Bab 15 Chapter 1516 Bab 16 Chapter 1617 Bab 17 Chapter 1718 Bab 18 Chapter 1819 Bab 19 Chapter 1920 Bab 20 Chapter 2021 Bab 21 Chapter 2122 Bab 22 Chapter 2223 Bab 23 Chapter 2324 Bab 24 Chapter 2425 Bab 25 Chapter 2526 Bab 26 Chapter 2627 Bab 27 Chapter 2728 Bab 28 Chapter 2829 Bab 29 Chapter 2930 Bab 30 Chapter 3031 Bab 31 Chaptet 3132 Bab 32 Chapter 3233 Bab 33 Chapter 3334 Bab 34 Chapter 3435 Bab 35 Chapter 3536 Bab 36 Chapter 3637 Bab 37 Chapter 3738 Bab 38 Chapter 3839 Bab 39 Chapter 3940 Bab 40 Chapter 4041 Bab 41 Chapter 4142 Bab 42 Chapter 4243 Bab 43 Chapter 4344 Bab 44 Chapter 4445 Bab 45 Chapter 45 (END)46 Bab 46 Extra Part47 Bab 47 Extra Part 2