icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hati Seorang Perempuan

Bab 7 Chapter 7

Jumlah Kata:1346    |    Dirilis Pada: 06/01/2022

pi karena jumlah mereka yang sangat banyak, ruangan itu menjadi sesak. Dengan banyaknya jumla

si, Senja sudah merasa sesak nafas. Apa

uhh

bahunya bersinggungan dengan siswa SMA lawa

nya sempit banget nih ruangan. Pegel se

sembari kembali memiringkan badannya ke kiri. Ruangan in

ih lo nempel-nempel kalo liat yang

iar diujung tembok aja, biar nggak ke

dengan Senja. Senja melirik sekilas wajah datar Cakra saat Revan memprovokasinya. Tapi sepertinya Cakra sama sekali tidak terprovokasi.

ah lebih baik dicari solusi bersama? Win win solution gitu. Apa nggak bisa? Zaman aja bisa berubah sesuai era. Mas

k baik-baik nggak mungkin juga kan lo ikutan ketangkul di sini barengan kita semua?"

i ada ditengah-tengah arena pertempuran, demi menyelamatkan anak didik saya yang kal

untung ini. Coba gue lihat wajah lo yang ngaku-ngaku jadi guru." Dengan sant

enepis kasar tangan Cakra, yang diikuti dengan

a sopan-sopannya ya s

m. Mau nih malam ini kita semua menginap di sini jadi santapan n

si. Wajah Senja memucat seketika, saat menyadari ada Irjen Elang Pramudya di antara para polisi gagah yang se

an tadi sore ya?" tanya Elang pada salah satu

semakin menundukkan wajahnya. Ia juga berupaya menyembunyikan tubuh mungilnya di bel

utan tawuran? Tidak malu kamu?" Elan

aimana kecewanya para orang tua kalian yang mencari nafkah siang malam membia

litas umum yang sudah dengan susah payah dibangun oleh pemerintah melalui devisa negara. Devisa negara itu didapat dari pembayaran pajak yang dibayarkan ol

ka. Senja yang nota bene adalah seorang guru

jawab? Apa kalian semua yang ad

oor pun menyahuti pert

erempuan, coba ma

ue, bati

m Elang. Dengan perlahan dia berjalan ke depan menghadap Elang. Tangan kanannya t

k di tengah-tengah kekacauanan. Kalau Bapak ingin mencari tahu sebab musabab ta

i dan mendorong Senja

akin naik darah melihat Revan yang terus

jelaskan kronologis kejadian

iam dan duduk kembali di lantai. Tetapi matanya menatap pen

Yang membawa ibu saya ke rumah sakit? Bagaimana ceritanya kamu ma

sa Jaya. Sewaktu mereka sedang tawuran, saya mencoba menghentikannya, sebe

rid-muridnya bukan? Elang menarik nafas p

idak, nanti kamu bisa bermalam di sini, Nja." Peringatan E

rik nafas panjang, Senja pun akh

at teleponnya dalam b

as? Kamu baik-baik saja kan? Atau...

ma, dan pernah menjadi suaminya selama beberapa bulan, pasti menjadikan Abi faham akan sifatnya. Jika tidak terjadi sesuatu hal yang

g ke kantor polisi nggak, Mas?Senja ditahan di

rang juga. Mas akan lan

rbuka. Seorang pria dewasa rupawan berusia sekitar akhir empat puluhan memasuki

ti ini ya, Cakra! Besok-besok kalau kamu berulah lagi, Papa akan biarkan kamu membusuk di

n banget. Cakra tetap bungkam. Ia tidak membalas sesuku katapun kalimat ayahnya. Tapi matanya tampak membangkang saat sek

gkin dia berpikir Senja adalah anak nakal yang hobby tawuran juga. Saat mereka saling berpandangan, entah kenapa suasana jadi berubah magis. Senja seolah

a jaket military armynya dan kemudian menghampiri Senja yang se

uka ikut tawuran. Nanti ayahmu jan

a Senja menerima perlakuan itu dengan... senang!As

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hati Seorang Perempuan
Hati Seorang Perempuan
“Senjahari Semesta Alam dengan ikhlas merelakan dirinya diceraikan oleh suaminya sendiri demi menikahi Mega Mentari--anak perempuan pemilik perusahaan yang mengaku dihamili oleh suaminya sendiri, Abimanyu Wicaksana. Sementara itu Halilintar Sabda Alam-- kakak sulung Mega Mentari. Pemilik beberapa perusahaan properti raksasa negeri ini, jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Senja, yang diperkenalkan oleh mertuanya sebagai adik bungsu Abimanyu. Abimanyu yang merasa dijebak sebagai kambing hitam dalam masalah hamilnya Tari, terus berusaha mencari kebenaran yang sesungguhnya agar bisa meraih kembali hati Senja. Sementara Sabda yang awalnya jatuh cinta pada Senja, menjadi salah faham saat secara tidak sengaja memergoki Abimanyu memesrai Senja bukan seperti seorang kakak terhadap adiknya, melainkan seperti seorang laki-laki yang tengah mabuk asmara. Sabda yang gelap mata malah akhirnya menjebak Senja dan menanamkan benihnya dirahim Senja. "Saya mohon, jangan memperlakukan Saya seperti ini. Saya punya salah apa pada Bapak? Laki-laki sejati tidak akan menggunakan kekuatannya untuk memaksakan dirinya terhadap seorang perempuan. Saya mohon jangan mengotori saya. Demi Allah saya bersumpah, saya tidak seperti apa yang ada dalam pemikiran, Bapak." (Senjahari Semesta Alam) "Salah kamu adalah, karena kamu telah menjadi duri dalam daging dalam rumah tangga adik saya! Kamu fikir saya tidak tahu akan hubungan terlarang kamu dengan Abimanyu? Kalian berdua itu incest, dan itu amat sangat menjijikkan! Kita lihat saja, setelah ini kamu masih bisa memandang dunia dengan kepala tegak, atau kamu akan melata seperti ular di kaki Saya!" (Halilintar Sabda Alam)”
1 Bab 1 Chapter 12 Bab 2 Chapter 23 Bab 3 Chapter 34 Bab 4 Chapter 45 Bab 5 Chapter 56 Bab 6 Chapter 67 Bab 7 Chapter 78 Bab 8 Chapter 89 Bab 9 Chapter 910 Bab 10 Chapter 1011 Bab 11 Perangkap mulai dipasang.12 Bab 12 Noktah dalam noda13 Bab 13 Salah Paham14 Bab 14 Memulai hari baru.15 Bab 15 Terjebak perangkap sendiri. 16 Bab 16 Dilema17 Bab 17 Dendam salah alamat.18 Bab 18 Benci tapi peduli19 Bab 19 Dipecat tanpa alasan.20 Bab 20 Tidak mengerti perasaan sendiri.21 Bab 21 Masih ada jalan.22 Bab 22 Murid rasa guru.23 Bab 23 Bohong putih.24 Bab 24 Masalah baru.25 Bab 25 Pemaksaan.26 Bab 26 Rahasia telah terkuak.27 Bab 27 Mulai cinta.28 Bab 28 Mengidam.29 Bab 29 Mengidam aneh.30 Bab 30 Cemburu.31 Bab 31 Pandai bersilat kata.32 Bab 32 Laki-laki aneh.33 Bab 33 Kesalahan berujung kebingungan.34 Bab 34 Salah paham (lagi).35 Bab 35 Pertemuan tak terduga.36 Bab 36 Rencana jahat.37 Bab 37 Eksekusi perencanaan jahat.38 Bab 38 Salah sasaran (konten dewasa).39 Bab 39 Terselamatkan.40 Bab 40 Rekonsiliasi dengan calon mertua.41 Bab 41 Cemburu dan drama penculikan.42 Bab 42 Sesal kemudian tiada berguna.43 Bab 43 Mencoba ikhlas.44 Bab 44 Pernikahan.45 Bab 45 Malam panjang (end).46 Bab 46 Langit Sabda Alam dan Bintang Sabda Alam (epilog).47 Bab 47 Penantian panjang (extra part 1).48 Bab 48 Extra Part 2 (the ugly duckling