icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Menjadi Tahanan Mafia

Bab 3 3. Pertemuan Penting

Jumlah Kata:1046    |    Dirilis Pada: 27/12/2021

g cerah jatuh di pegunungan tandus ini, memotong bayangan atap

aman di taman. Demora tersen

u dan membawanya pergi dari sana. Bulu di tubuh kucing itu basah oleh hujan, dan menemp

cing itu. Demora menyuruh pelayan untuk membuat susu hangat, dan memberikannya pada si kucing.

yang menghilang dari kehidupan sebelumnya. Kalimat te

kepergian orang tuanya, dan dengan lembut mema

, merentangkan tangannya un

ng mengeringkan tubuhnya lalu mengenakan pakaian. Usai mengenakan penutup tu

emora, tetapi bagian belakang tubuhnya seperti terperangkap oleh selimut,

imut tebal itu. Shisan kini berada dalam pelukan Demora, tubuhnya

erjalan ke luar dari kamar dan menemui Wo

terlihat jauh menakutka

g menyakitkan?" ujar Wood s

i mereka berjalan menuju ke Mansion utama dan me

kan peralihan kepemimpina

langkah masuk ke dalam ruangan itu dan melihat ada bany

seorang pria paruh baya yang selam

enang melihat ka

maafk

h karena sudah beru

a di bagian ujung ruangan. Duduk di tempat sang ayah biasa memimpin rapat,

nan Papa sebelum tiada. Aku sudah pernah berbicara mengenai posisi ini dengan Papa, semua telah

yang harus ditempatkan dengan baik. Bahkan ada beberapa ruang kosong yang harusn

memberikan Yuka sebuah selebaran untuk di

sekarang. Karena aku ingin tahu, bagaimana perkembangan perusahaan itu hingga bi

lvador tidak ada hubungannya dengan semua ini, dan bukan

gan tatapan mata yang tajam mengelua

nnya menggantung ke bawah, kaki kirinya ditekuk, tangan kirinya bertumpu pada lututnya, tangan kanannya memegang sebuah b

alanya, matanya beralih dari Demora,

ingga kau menyinggung rekan lama, aku

annya yang akan meraih baretta yang ada di pinggang Yuka, men

anda sudah mempermalukan diri di depan para pemegang saham. Apakah tidak

iba-tiba melompat, tubuhnya seperti sangat ringa

o

u menarik pelatuknya. Pria yang terlihat ramah itu justru tidak ak

berubah menjadi marah, dia melepaskan kakinya, memegang Baretta di mas

di sana terkejut hingga tidak bisa berkata lagi. Demora berdiri dengan arahan dari

milikku," ucap Yuka dengan

akhiri pertemuan hari ini. Mereka yang masih bernapas terliha

*

tnya! Aku tidak akan melepaskan siapapun yang b

belumnya. Hanya Tuan Mara yang mengenali wajah da

a itu mundur ke pintu dengan punggung bersandar pada dinding. Berjalan di sepanjang t

ta itu duduk di balkon dan menatap ke langit gelap penuh awan mendung.

gan, sebuah lahan terbakar dengan lambing dari mafia Salvador. B

i yang akan membunuhmu, Salvador!" ger

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Menjadi Tahanan Mafia
Menjadi Tahanan Mafia
“Sebuah salah paham terjadi di antara dua kelompok mafia. Demora Salvatrucha menuduh pemimpin Salvador yang membunuh ayahnya. Pembalasan pun terjadi dengan berpura-pura menjadi seorang wanita lemah. Demora hanya ingin menjadi pengganti yang bisa membalaskan dendam ayahnya. Namun, aksinya itu tidak bisa berjalan lancar. Berpura-pura menjadi sosok wanita lemah bernama Erica, Demora pun tenggelam dalam permainannya sendiri. Akankah Demora kembali menjadi dirinya sendiri atau justru dia akan terus menjadi sosok Erica? Berhasilkah aksi balas dendamnya pada pemimpin Salvador di tengah rasa cinta yang tumbuh dalam dirinya?”