icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pembantu dan pewaris muda

Bab 4 Permainan Sang Master

Jumlah Kata:690    |    Dirilis Pada: 10/11/2025

a Enzo, segelas anggur di tangann

mu," tambah Dante, tertaw

ti denyut buatan. Melalui jendela, halaman belakang berkilauan di bawah sinar bulan. Rumah besar itu tena

embuatnya bicara?" tanya Luc

engangk

ngepel seperti berhuta

melempar kail tanpa tergesa-gesa. "Lima ribu, aku yakin kau takkan mamp

ngannya, memperhatikan wisk

ya gratis. Hanya unt

mah-rumah orang kaya. Ia menuruni tangga marmer, tangan di saku. Ia tak peduli siapa pun yang melihatn

g perpustakaan yang tertut

anggul, seragam abu-abu usang, wajah

perti cermin. Luciano berjalan tanpa tergesa-gesa

mengga

runya, berpura-pura riang. "Bukankah mereka

lah-olah dia tidak ada di sana! Se

mendecak

elembar uang kusut dari sakunya. Dia mengulurkannya dengan elegan,

uang seratu

a ber

antara mere

itu melayang sesaat dan men

eheningan semakin pekat. Seluruh d

an yang terasa menghina, dia

ua. Tig

up, kotor, terinjak-injak ka

n suara rendah namun tajam. "Ini leb

kebencian. Tanpa rasa takut. Hanya keteg

alinya. Suaranya tegas, tenang, tanpa nada merendahkan. "Dan berh

ara terkutuk itu, ia berdiri di sana seolah-olah Luciano tak berarti apa-apa. Seolah-ola

pa?" bentaknya, ha

tak bisa dijua

es air jatuh dari kain pel dan m

arfum murahan Luciano, merasakan uap dari pekerjaannya menempel di kulitnya. Jantungnya be

yang te

ahkan tak meminta maaf karena telah berbicara seperti itu padanya. Ia hanya berd

kertas itu masih ada di sana. Se

Ia tersenyum, meskipun i

membungkuk, mengambil uang kertas

ir, Sayang. Ini b

g lorong. Ia tak mendesah. Ia tidak hancur. Ia hanya men

enuh dengan permainan bodoh.

hatinya, ada sesuatu yan

h bertahun-tahun, ia merasa dirinya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pembantu dan pewaris muda
Pembantu dan pewaris muda
“Amelia membersihkan lantai marmer keluarga De la Vega sementara hidupnya hancur berantakan di seantero kota. Ayahnya telah menghilang, meninggalkan utang kepada orang-orang berbahaya; adik perempuannya menangis kelaparan setiap malam; dan ia hanya tahu satu hal yang pasti: tak seorang pun akan datang untuk menyelamatkannya. Sampai Luciano, putra sulung keluarga kaya itu, muncul. Seorang pria arogan dengan senyum keemasan, tipe pria yang tak pernah melihat ke tanah... sampai ia melihatnya. Apa yang awalnya provokasi berubah menjadi permainan lirikan, keheningan, sentuhan sembunyi-sembunyi, dan emosi yang mengancam untuk melahapnya. Ia memiliki segalanya kecuali kebebasan. Ia tak memiliki apa pun, kecuali martabat. Dan hati yang mulai berdetak untuk seseorang yang seharusnya tak pernah menyentuhnya. Namun ketika skandal itu meledak, rahasia-rahasia terbongkar, dan ancaman lintas kelas sosial, Amelia harus memutuskan apakah akan berpegang teguh pada cinta yang membuatnya merasa terlihat untuk pertama kalinya... atau meninggalkannya untuk melindungi satu-satunya yang tersisa: adiknya, dan masa depan tak pasti yang tumbuh di dalam dirinya. Cinta yang mustahil. Kota yang terpecah belah. Sebuah kisah yang dahsyat, memusingkan, dan membuat ketagihan tentang apa yang terjadi ketika dua dunia yang seharusnya tidak pernah bersilangan... terbakar seperti mesiu.”