icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Membongkar Kedok Tunangan Mafiakuku

Bab 2 

Jumlah Kata:480    |    Dirilis Pada: 07/11/2025

rgetar hampir seketika.

yang tak terduga dan me

anya. Rencana Baskara. Rancangan yang dicuri. Kehidupan yang akan kutinggalkan. Keinginanku untuk bermitr

jantungku berdeba

terkesan, sampai-sampai aku menyuruh seseorang mengambil foto candid dirimu malam it

asi yang begitu kuat hingga hampir membuat lut

ja. Beberapa menit kemudian, aku sudah memesan pener

ya, Chika, suaranya terdengar kaku. "Beliau sedang rapat stra

tu terang-terangan

m Olivia yang menyengat dan kepuasannya yang sombong. Dia menc

sayang," katanya, matanya berbinar. "Sesua

an kosong yang telah kusempurnakan se

anya. Udara dipenuhi asap cerutu, parfum mahal, dan gumaman rendah para p

nganku dan menarikk

kan?" desisku, men

senyum kemenangan m

di sunyi. Dia menoleh padaku, wajahnya memasang topeng pemujaan untuk penonton, dan berl

. Inilah dia. P

rbicara, keributan meletus dari ke

i dadanya, wajahnya pucat, sebelum

aca

u, yang masih berdiri di sana di bawah sorotan lampu, dan melompat ke kerumunan. Dia mencapai Olivia dalam hitungan detik, men

ivia mengangkat kepalanya dari bahunya. Mat

eringai penu

wahnya, ketenangan yang aneh menyelimutiku. Dia te

anggung, melebur kembali ke dalam baya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Membongkar Kedok Tunangan Mafiakuku
Membongkar Kedok Tunangan Mafiakuku
“Tunanganku, seorang Kepala Divisi mafia, berjanji obat pereda nyeri ini akan membantuku setelah 'kecelakaan mobil' itu. Itu bohong besar. Kecelakaan yang sebenarnya adalah amarahnya, dan aku adalah samsak tinju favoritnya. Dalam kabut obat-obatan, aku tak sengaja mendengar kebenaran yang sesungguhnya. Dia sedang menelepon penasihatnya, membual dengan angkuh tentang mencuri rancangan kasino triliunan rupiah milikku. Dia akan menggunakannya untuk menjadi Wakil Bos. Dia berencana melamarku, lalu menggunakan Sumpah Setia Keluarga kami untuk membungkamku selamanya agar aku tidak bisa mengklaim karyaku sendiri. Selingkuhannya, Olivia, akan menjadi wajah publik dari proyek itu. Bagian terburuknya adalah kebenaran tentang keguguranku. Itu bukan kecelakaan. Dia dan Olivia telah merancangnya dengan sengaja, menyebut bayi kami "pengganggu" yang akan membunuh ambisinya. Di sebuah pesta, dia membuktikan semuanya. Setelah mendorongku hingga jatuh di depan semua orang, dia pergi begitu saja bersama perempuan itu, meninggalkanku dalam tumpukan penghinaan yang meremukkan. Cinta yang kumiliki untuknya tidak hanya mati; cinta itu berubah menjadi kepastian yang dingin dan tak tergoyahkan. Dia telah mengambil karyaku, anakku, dan harga diriku. Jadi, aku mengiriminya satu email terakhir: sebuah file berisi bukti setiap kebohongan, setiap pengkhianatan, dan sebuah video kekerasannya. Judulnya tertulis: "Hadiah Pernikahanku." Lalu aku menaiki penerbangan satu arah ke Singapura untuk bermitra dengan satu-satunya pria yang benar-benar dia takuti. Ini bukan putus cinta. Ini perang.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10