icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Membongkar Kedok Tunangan Mafiakuku

Bab 4 

Jumlah Kata:431    |    Dirilis Pada: 07/11/2025

fina

a di kamar pribadi, tampak kuyu dan kecil di ranjang steril. Dia tid

nya me

acak-acakan. "Bos Besar ingin hasil kemarin, dan Olivia..

gelas air untuknya. Aku memainkan peran sebagai pengasuh yang pendiam dan kompeten yang selalu

gan yang menyusul, dia mengguma

kinya. Aku janji. Aku akan me

saja. Bahkan di alam bawah sadarny

"Lihat? Aku tahu kau akan datang. Kau tidak akan pernah meninggalkanku." Dia meraih tan

nik muncul di layar. Itu Olivia. Aku bisa melihat kata-katanya dari t

hancur, digantikan oleh kepanikan murni. Dia mencabut i

egas turun dari tempat tidur. "A

etak. Dia berhenti dan menatapku-bukan dengan cinta, tetapi dengan

lambaian tangan meremehkan. "Kau akan bai

dia

utup. Sisa rasa kasihan terakhir yang mungkin kurasakan untuknya tidak ha

waan terakhirku ke bagasi mobil. Saat aku membantingnya hingga tertutup, sebu

Bask

tasku di kursi belakang. Mulutnya terbuka

ang masih terhubung ke ponselnya, meny

a kali, dia menja

nya menenangkan. Dia kembali ke kursi pengemudi da

gema dari speaker mobil saat

aik-baik saja. D

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Membongkar Kedok Tunangan Mafiakuku
Membongkar Kedok Tunangan Mafiakuku
“Tunanganku, seorang Kepala Divisi mafia, berjanji obat pereda nyeri ini akan membantuku setelah 'kecelakaan mobil' itu. Itu bohong besar. Kecelakaan yang sebenarnya adalah amarahnya, dan aku adalah samsak tinju favoritnya. Dalam kabut obat-obatan, aku tak sengaja mendengar kebenaran yang sesungguhnya. Dia sedang menelepon penasihatnya, membual dengan angkuh tentang mencuri rancangan kasino triliunan rupiah milikku. Dia akan menggunakannya untuk menjadi Wakil Bos. Dia berencana melamarku, lalu menggunakan Sumpah Setia Keluarga kami untuk membungkamku selamanya agar aku tidak bisa mengklaim karyaku sendiri. Selingkuhannya, Olivia, akan menjadi wajah publik dari proyek itu. Bagian terburuknya adalah kebenaran tentang keguguranku. Itu bukan kecelakaan. Dia dan Olivia telah merancangnya dengan sengaja, menyebut bayi kami "pengganggu" yang akan membunuh ambisinya. Di sebuah pesta, dia membuktikan semuanya. Setelah mendorongku hingga jatuh di depan semua orang, dia pergi begitu saja bersama perempuan itu, meninggalkanku dalam tumpukan penghinaan yang meremukkan. Cinta yang kumiliki untuknya tidak hanya mati; cinta itu berubah menjadi kepastian yang dingin dan tak tergoyahkan. Dia telah mengambil karyaku, anakku, dan harga diriku. Jadi, aku mengiriminya satu email terakhir: sebuah file berisi bukti setiap kebohongan, setiap pengkhianatan, dan sebuah video kekerasannya. Judulnya tertulis: "Hadiah Pernikahanku." Lalu aku menaiki penerbangan satu arah ke Singapura untuk bermitra dengan satu-satunya pria yang benar-benar dia takuti. Ini bukan putus cinta. Ini perang.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10