icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Empat Puluh Sembilan Buku, Satu Perhitungan

Bab 2 

Jumlah Kata:747    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

nah kukatakan membuatnya tampak dapat dipercaya. Dia mengikat dasinya dengan kemahiran yang te

iksa arlojinya. "Rapat komite keuangan

mbil menyeruput kopiku.

a-basi, dan menyambar tas kerjanya. "Ja

um memasang headphone dan membuka aplikasi di ponselku. Bluetooth mobil

kan oleh stasiun radio soft rock yang selalu d

mendesah di headphone-ku.

ri politisi serius menjadi sesuatu yang lebih l

tajam dalam suaranya, rasa posesif yang membuatk

anya, ada sedikit kel

tidak mengerti kenapa kamu masih bersamanya. Dia dingin sekali. Seperti rob

telah menulis pidato yang membuatnya terdengar brilian. Aku telah melatihnya melewati deba

tidak ada kekuatan di balik kata-kata

tlah. Aku punya kejutan untukmu. Sesuatu untuk mem

a? Ap

isikan konspirasi. "Ini tentang Pak Darcy. Aku menemu

ekor kucing yang mati beberapa tahun lalu. Dia memposting te

ra. "Kamu tahu aku akan menduku

edang menuju ke taman sekaran

ma

n hati dan jiwanya untuk membangun setelah ibuku meninggal. Pusatnya adalah sebuah kebun kenangan kecil dengan sa

dalam dua puluh menit," ka

cinta kamu,

hir. Musik soft roc

kencang di dada. Ini lebih dari sekadar perse

i taman. Taman itu adalah tanah publik, tetapi kebun kenangan itu didanai dan dipelihara secara

h tugu peringatan untuk kucingnya yan

langkah yang diperhitungkan. Cara untuk mengklaim wilayahnya,

Aku tidak menelepon ayahku. Aku menggulir kontakku ke

ian Wi

g lebih kejam dan pragmatis daripada yang bisa di

uaranya rendah dan s

. "Aku butuh bantuan. Aku butuh berkas

ngin menikahi Jelita, Rahardian menghentikannya. Dia tidak pernah mengatakan bagaimana caranya, hanya saja p

at," kata Rahardian akhi

curkan kampanye Baskara dan menodai nama keluarga Wiryawan secara perma

cinta atau pengkhianatan, tetapi tentang ke

Kali ini

n pintumu dalam satu jam," k

nya lima puluh lima men

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Empat Puluh Sembilan Buku, Satu Perhitungan
Empat Puluh Sembilan Buku, Satu Perhitungan
“Suamiku, Baskara, punya sebuah pola. Dia akan berselingkuh, aku akan mengetahuinya, dan sebuah buku langka akan muncul di rakku. Empat puluh sembilan pengkhianatan, empat puluh sembilan permintaan maaf yang mahal. Ini adalah sebuah transaksi: kebungkamanku ditukar dengan sebuah benda yang indah. Tapi pengkhianatan yang keempat puluh sembilan adalah puncaknya. Dia melewatkan upacara penghargaan ayaku yang sedang sekarat-sebuah janji yang dia buat sambil memegang tangan ayah-demi membeli sebuah apartemen untuk kekasih masa SMA-nya, Jelita. Kebohongan itu begitu enteng, begitu biasa, hingga rasanya lebih menghancurkanku daripada perselingkuhan itu sendiri. Lalu dia membawa perempuan itu ke taman kenangan ibuku. Dia hanya berdiri di sana sementara perempuan itu mencoba mendirikan sebuah monumen untuk kucingnya yang sudah mati, tepat di sebelah bangku ibuku. Ketika aku mengonfrontasi mereka, dia punya nyali untuk memintaku menunjukkan belas kasihan. "Tunjukkanlah sedikit belas kasihan," katanya. Belas kasihan untuk perempuan yang menodai kenangan ibuku. Belas kasihan untuk perempuan yang telah dia ceritakan tentang keguguranku, sebuah duka suci yang dia bagikan seolah-olah itu adalah rahasia kotor. Saat itulah aku sadar, ini bukan lagi sekadar soal patah hati. Ini tentang membongkar kebohongan yang telah kubantu dia bangun. Malam itu, saat dia tidur, aku memasang alat penyadap di ponselnya. Aku seorang ahli strategi politik. Aku sudah menghancurkan karier orang dengan modal yang jauh lebih sedikit. Buku kelima puluh tidak akan menjadi permintaan maafnya. Buku itu akan menjadi pernyataan penutupku.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 8