icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Terlambat untuk Pengampunannya

Terlambat untuk Pengampunannya

icon

Bab 1 

Jumlah Kata:836    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

an kunikahi, memintaku untuk men

menjelaskan bahwa ginja

ukan hanya ginjalku yang mereka inginkan. Tunanganku juga. Dia bilang, permintaa

argaku sung

engking. "Bella menyelamatkan nyawa Ayahmu! Dia memberikan sebagian

ia berkata jika aku tidak mau menjadi bagian dari keluar

melewatkan jadwal operasi transplantasi untuk Ayah. Dia mengambil alih posisiku, muncul sebagai pahlawan dengan bekas luka palsu

ereka jelas tidak tahu bahwa penyakit langka sudah menggerog

kemudian, suarany

ya. Dia, a

ekarang? Aku menatap pria yang pernah menjanjikanku keabadi

aku. "Akan

a

ndang Al

aku untuk menyelamatkan nyawa saudara perempuanku.

yu mengilap. Rahangnya mengeras, seutas otot berkedut tepat di bawah telinganya. Kelelahan di matanya bukan h

ah dan kasar, seolah dia menelan kerikil. "

i gemuruh yang tidak bisa lagi kuabaikan. Saudara kembarku, Bella, boneka porsele

ia butuh transpl

erpaku pada kertas-kertas itu. Kata-kata di bagian at

kir dengan rasa sakit yang begitu dalam hingga hampir te

s dengan kedok keputusasaan. Dia ragu-ragu, tangannya melayang di udara di antara ka

, suaranya semakin rendah. "Dia merasa... bersalah. Te

dari tenggorokanku kering dan hampa.

ti seorang pria yang membuat keputusan sulit tapi perlu. Tapi aku bisa melihat retakan di baj

ukan permintaan untuk organ tubuhku, bahkan bukan surat pembatalan pertunangan. Itu adalah kebohongan. Kebohongan l

emohon padaku. "Setelah semua ini berakh

ah janji dari seorang pria yang memintaku untuk menand

ng rapuh, kondisi tubuh yang tidak tahan stres. Dia adalah bunga mungil yang butuh perawatan terus-menerus, sementa

ium akhir. Kata-kata itu terdengar klinis, jauh, teta

satu permintaan terakhir seb

keluar dengan tergesa-gesa karena malu. "Itu... perminta

stri dari

ulia, tindakan belas kasihan terakhir untuk seorang gadis yang sekar

erakan panik. Dia sedang terkoyak, dan dalam keputusasaannya, dia telah

k rapi di samping garis kosong. Namanya, Bima Nugraha, sudah di

epanku kepada saudara perempuanku. Semua dalam satu transaksi b

at, terasa pahit sep

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terlambat untuk Pengampunannya
Terlambat untuk Pengampunannya
“Pria yang kucintai, pria yang akan kunikahi, memintaku untuk menyelamatkan nyawa saudara kembarku. Dia tidak menatapku saat menjelaskan bahwa ginjal Bella sudah rusak total. Lalu, dia menyodorkan surat pembatalan pertunangan kami di atas meja. Ternyata bukan hanya ginjalku yang mereka inginkan. Tunanganku juga. Dia bilang, permintaan terakhir Bella sebelum mati adalah menikah dengannya, walau hanya untuk sehari. Reaksi keluargaku sungguh brutal. "Setelah semua yang kami berikan padamu?" jerit Ibu dengan suara melengking. "Bella menyelamatkan nyawa Ayahmu! Dia memberikan sebagian dari dirinya! Dan kamu tidak bisa melakukan hal yang sama untuknya?" Ayah berdiri di sampingnya, wajahnya muram dan dingin. Dia berkata jika aku tidak mau menjadi bagian dari keluarga, aku tidak pantas berada di rumahnya. Aku diusir. Lagi. Mereka tidak tahu kebenarannya. Mereka tidak tahu bahwa lima tahun lalu, Bella memasukkan obat tidur ke dalam kopiku, membuatku melewatkan jadwal operasi transplantasi untuk Ayah. Dia mengambil alih posisiku, muncul sebagai pahlawan dengan bekas luka palsu, sementara aku terbangun di sebuah losmen murah, dicap sebagai pengecut. Ginjal yang berdetak di dalam tubuh Ayah adalah milikku. Mereka tidak tahu aku hanya punya satu ginjal tersisa. Dan mereka jelas tidak tahu bahwa penyakit langka sudah menggerogoti tubuhku, memberiku sisa hidup hanya beberapa bulan lagi. Bima menemukanku kemudian, suaranya terdengar parau. "Pilih, Alya. Dia, atau kamu." Ketenangan yang aneh menyelimutiku. Apa lagi yang penting sekarang? Aku menatap pria yang pernah menjanjikanku keabadian dan setuju untuk menandatangani surat kematianku sendiri. "Baik," kataku. "Akan kulakukan."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10