icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Teror Berdarah

Bab 4 Kapak Berdarah

Jumlah Kata:1584    |    Dirilis Pada: 06/12/2021

sebesar ini?" tanya Kak Maya-kakak Malil

tiga," sa

di mana? Roda?" Kak Maya tertawa kecil memb

a adeknya yang mau disimpan

ar. Nanti bonekan

juga, masih SMA! Main sebut kakak

sama aja galakny

aya. Jangan dibawa se

areng kita, yok. Bakso

sekalian cucunya, nih? Ha

nyatukan dua meja sekaligus aga

yang diinginkan. Semua perempuan memesan makanan yang sama, yaitu bakso beranak yang menjad

tunia izin ke toilet yang kebetulan

sambal lagi, dan justru mengarahkan satu sendok penuh sambal itu

akan, nanti pe

h harap, tetapi mendapat penolak

di rumah. Nah, habis itu, kamu bisa tambah sambal banyak-banyak

seolah tidak mendengar saran nakal Kak Maya. Luther tahu pasti gadisnya tidak akan melakukan

di toilet? Ini kuah baksonya sampai dingin, l

a!!! T

ung pasar malam yang berada di sekitar lokasi itu. Nampak seorang gad

enoleh menatap Yonna yang b

Akia membiarkan dahi

gesa mendekati Siri. Ditangkapnya tubuh perempuan itu

pa yang

ana! Di dala

aaa!

i bawah rok agar lebih mudah berlari. Seketika mata Yonna membeliak kaget menyaksikan di belakang gerombolan wanita itu ada seoran

n yang jatuh tersungkur. Teriakan perempuan malang itu terhenti bersamaan dengan darah segar ya

k memanggil teman-temannya yang menatap kejadian tadi dengan horor. Tidak ingin membua

arah belakang, di mana perempuan berkapak berlari seraya meng

ilah kesayangan saja belum," pekik Clovis

s menjadi pertanda nyawa sudah melayang tinggi ke udara lepas. Seolah tidak melihat siapa yang berada di hadapan, tangan kej

n baru diwarnai dengan cairan merah. Tangisan tak ayal m

ke toilet itu, 'kan?" Yonna mena

alau sudah takdirnya, kamu bisa melihat dia besok." Lut

ap

g saya!!" pekik s

erkejut melihat ternyata Petunia berusaha melepa

na ini?! Aku har

mu bisa jadi sasa

!" Yonna melepaskan secara paksa genggaman Luthe

riak Luther menyu

agar bisa terlepas dari seretan wanita itu, di tangan kirinya

/

Yonna kebingungan semba

merasa tarikan semakin memberat, wanita berkapak tersebut menoleh ke belakang. Ia menggeram, tapi kemudian seny

sambil terus menarik Petunia terlepa

nna ke permukaan tanah. Meneror melalui tawa. Dengan kepala terangkat ke atas, muka yang

a wanita itu dengan panca

udmu?! Le

unia, Yonna pun

an dia

lutmu! M

gin hidup tenang

ewujudkannya kau ya

ahak-bahak. Namun, pada detik berikutnya,

teriaknya

at kapak setinggi mungkin. Dijatuhkannya tubuh ra

kin panik, Petunia meraung-r

tersedia di salah satu stan olahraga, dengan cepat Yonna mengambilnya. Dengan tepat, i

g menghantam dasar memasuki pendengaran. Teriakan penuh ketakutan P

ia menjauh. Melihat itu, wanita berkapak meman

au menghentikank

tak henti-hentinya menoleh ke belakang. Ia menangkap amarah besar yang membara dari dalam tubuh wanit

dak akan kubiarkan kau h

nia c

aya c

tirahat sekarang! Tahan sebe

lian akan k

eka. Dadanya naik turun, napas memburu, darah yang mengalir

it Petunia sbari bersembun

pesan terakhir?" Selangkah demi s

gsung diikuti oleh wanita berka

terakhir? D

aku, ta

Sayang sekali waktu habis, sa

il nyawa mereka, Petunia berteriak keras. Jar

terbaring dengan mata membelalak kaget. Kapak jatuh tergeletak bersama dengan

maman wanita tersebut berhenti sebelum selesai

ngaku Pertez itu, Luther melempar senjata yang dia gunakan. Berlar

the

ku terlambat, kamu piki

kita semua sudah aman. Kamu menyelamatk

i tidak selembut tatapan yang dilayangkannya ke arah

. Yang lain pasti khaw

ngangguk dan ikut berjalan. Sebelum mel

an kepolisian mulai berdatang

a!" panggil M

a, 'kan?" tanya Akia

ami semua aman

a semua hampir mati ke

a nggak bisa biarin

nggak gitu juga caranya,

sampai monster itu bawa Petunia

robos jalur, omongin dulu ke kita. Nanti

aktu buat di

embuang n

nggak ada luka serius selain tergores. Polisi mengambil alih. Lebih

siapa?" tanya Yonna sebe

di-dia yang j

nin sampai Pa

an Yonna, Luthe

. Sa-saya bisa

h, kami

ha-hat

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Teror Berdarah
Teror Berdarah
“Awalnya, kehidupan Yonna terasa biasa saja, pergi ke sekolah dibonceng Luther-pacarnya, makan sambil mengobrol di kantin bersama dua sahabatnya, mengejek Dovis yang selalu menerima penolakan cinta dari Malilah, meski terkadang ia merasa muak dengan sikap kedua orang tuanya yang saling abai ke satu sama lain. Namun, semua itu terasa tidak ada apa-apanya setelah semakin hari, Yonna justru semakin menemukan kejanggalan dalam setiap hal yang ia temui. Banyaknya kasus bunuh diri untuk alasan yang tidak masuk akal, dan puncak ketegangan berada di acara Halloween. Apakah ini adalah tanda awal dari mimpi buruk yang selalu ia jumpai dalam tidur? Arti dari merah? Kasus bunuh diri? Kenapa Halloween? Anak baru?”
1 Bab 1 SMA2 Bab 2 Mimpi Buruk3 Bab 3 Roh Vasha4 Bab 4 Kapak Berdarah5 Bab 5 Clove 6 Bab 6 Golok Lampu Merah7 Bab 7 Berondong8 Bab 8 Bee9 Bab 9 Petunia Dan Luther 10 Bab 10 RIP Gisel11 Bab 11 "Jaga mulutmu, Yonna!"12 Bab 12 Rencana Sang Adik13 Bab 13 "Mungkin ini akan sakit."14 Bab 14 Dua Minggu15 Bab 15 Penembak Di Restoran16 Bab 16 Ibu Gisel17 Bab 17 Bertengkar18 Bab 18 Hampir Melompat19 Bab 19 Bertemu Ayah20 Bab 20 Tersampaikan21 Bab 21 Mulai Dari Awal22 Bab 22 Korban Di Dua Sekolah23 Bab 23 Berbicara Tentang Kelemahan24 Bab 24 Fobia25 Bab 25 Sebuah Pola26 Bab 26 Diskusi27 Bab 27 Debat Kontroversi28 Bab 28 Sensitif