icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Teror Berdarah

Bab 5 Clove

Jumlah Kata:1618    |    Dirilis Pada: 06/12/2021

aranya menjauh dari lokasi semula. Memacu kendaraan secepat m

ata berita menyebar dengan cepat, Mama Yonna yang mengetahui ke mana anaknya itu pergi, melakukan banyak sekali panggilan suara

setelah menelepon pihak kepolisian, Luther menemukan senjata api di pos pengamanan. Meski dia sempat kesulitan menemukan keberadaan Yonn

titah Luther tid

lu? Minum?" tawar Yonna m

ali aja

tu, ia mendengar suara motor Luther mulai menjauh dari rumahnya. Mas

ggak salah. Pun, kami sela

ka pintu, seseorang tiba-tiba menariknya ke dalam pelu

L

adi lagi. Aku hampir tidak bisa men

" pangg

tapi bukan berarti kamu harus bertindak gegabah. Petunia orang baru, oke, kamu nggak akan peduli di

an semua khawatir." Yonna mel

ji?" pinta Clovis sambil m

tetapi ia tetap mengaitkan jari

apang ketika tidak bisa menjadikanmu milikku, tetapi aku tidak akan pernah bisa m

engangg

nanti langsung mandi, jangan

ti-hati

barulah ia menutup pintu. Dari belakang, bibi ya

di dapur, jadi nggak sadar

Bi. Aku juga ba

'kan? Bibi sudah dengar

et banget. Kejadian di pasar tadi bikin banjir ker

bawakan

k usa

iapkan meja makan

n sama-sam

p, N

lih untuk pulang lebih cepat. Walaupun sang Mama sudah mendapat kabar anaknya baik-baik saja, tidak ada salahnya pulang lebih awal, setidaknya menenangkan pikiran

a tidak sengaja membuka kembali ingatan di mana kembaran Dovis itu pernah menjalin hubungan dekat dengannya, tetapi tidak sam

nna, dan gadis itu juga menampilkan raut yang sama. Membuat Clovis memilih untuk memendam rasanya begitu saj

njaganya dengan baik, menenangkan hatinya ketika ia merasa sedih dengan hubungan orang tuanya yang mulai terasa aneh. Tetapi tetap saja

. Membiarkan kebiasaannya dahulu, diambil alih oleh sahabatnya,

dan tidak bertindak kotor, meskipun terkadang Luther bisa saja menjadi sangat menyebalka

ri Luther, dengan pasrah ia meletakkan kembali ponsel ke atas na

/

kepala sekolah meminta seluruh murid berkumpul di aula sekolah sembari membagikan bunga lily untuk menyampaikan duka kepada siswa/i yan

rban penyerangan. Untuk menghormati setiap hal yang telah diberikan oleh korban untuk sekolah ini, juga sebagai bentuk

ayangkan apa yang akan terjadi sama kalian berdu

di hadapan foto mu, Yon," tambah Dovis membayangkan ji

bagaimana kondisi Yonna dan Petunia, kenapa harus memik

tetapi aku juga tidak menyesal me

Kami semua mengerti niatmu. Hanya saja, lain kali lebih berhati-hati dan teliti l

! Sudah datar, makin datar lagi mukanya. Kan,

di menunggu di ambang pintu aula. Ia mengan

asihan juga Petunia, dia pasti syok berat

ada di posisi dia pasti

i kalangan orang kay

a Malilah meresp

ia secara langsung ke kepsek, bajunya kelihatan sang

a ada baju khusus pemilik

kan Papa yang punya perusahaan properti juga, b

ggang Dovis, "Heh! Itu berarti pap

ng lainnya t

tunia gagah banget, ya?

sudah 30-an lebih, o

penting awet muda

kenapa? Kamu mau jadi ibu ti

lah terbahak di akhir kalimat, tetapi langsu

a kamu ketawa lebar di sini, hormati

lain yang menatapnya jengkel. Lalu melanjutkan berjalan menuj

f. Aku yakin, kalau kamu yang berada di posisi aku dan aku yang

tetap

alah keluargaku juga. Petunia adalah temanku, selagi aku bisa

k. Setiap langkah yang kamu ambil, pasti memiliki efek lanjutan. Baik atau buruk. Dan yang harus kamu ingat k

erti, Lut

maafmu akan percuma kalau kedepanny

a? Bareng yang lain," ajak Yonna yang

olah gimana perkembangannya?" tanya Clovis k

di awal bulan depan," jawab Luther sembari

dangan ke lain, "Lo

si

eris. "Di sini? Jadi kita

H

vis bersorak kegirangan, termasuk Akia dan Yon

k, makanan sudah datang." Yonna menerima s

'kan, Luth?" tanya

apa bo

au sekolah kita kedatangan

rus, giliran diajak berpa

mau sampai pacaran, Kiya. Sudah nggak

cowok apa?" tanya Dov

jukan tubuhnya, mendekati Dovis mencoba me

alilah tersebut berhasil membua

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Teror Berdarah
Teror Berdarah
“Awalnya, kehidupan Yonna terasa biasa saja, pergi ke sekolah dibonceng Luther-pacarnya, makan sambil mengobrol di kantin bersama dua sahabatnya, mengejek Dovis yang selalu menerima penolakan cinta dari Malilah, meski terkadang ia merasa muak dengan sikap kedua orang tuanya yang saling abai ke satu sama lain. Namun, semua itu terasa tidak ada apa-apanya setelah semakin hari, Yonna justru semakin menemukan kejanggalan dalam setiap hal yang ia temui. Banyaknya kasus bunuh diri untuk alasan yang tidak masuk akal, dan puncak ketegangan berada di acara Halloween. Apakah ini adalah tanda awal dari mimpi buruk yang selalu ia jumpai dalam tidur? Arti dari merah? Kasus bunuh diri? Kenapa Halloween? Anak baru?”
1 Bab 1 SMA2 Bab 2 Mimpi Buruk3 Bab 3 Roh Vasha4 Bab 4 Kapak Berdarah5 Bab 5 Clove 6 Bab 6 Golok Lampu Merah7 Bab 7 Berondong8 Bab 8 Bee9 Bab 9 Petunia Dan Luther 10 Bab 10 RIP Gisel11 Bab 11 "Jaga mulutmu, Yonna!"12 Bab 12 Rencana Sang Adik13 Bab 13 "Mungkin ini akan sakit."14 Bab 14 Dua Minggu15 Bab 15 Penembak Di Restoran16 Bab 16 Ibu Gisel17 Bab 17 Bertengkar18 Bab 18 Hampir Melompat19 Bab 19 Bertemu Ayah20 Bab 20 Tersampaikan21 Bab 21 Mulai Dari Awal22 Bab 22 Korban Di Dua Sekolah23 Bab 23 Berbicara Tentang Kelemahan24 Bab 24 Fobia25 Bab 25 Sebuah Pola26 Bab 26 Diskusi27 Bab 27 Debat Kontroversi28 Bab 28 Sensitif