icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Identitas Asliku Menghancurkan Pacarku

Bab 4 

Jumlah Kata:530    |    Dirilis Pada: 13/08/2025

merapikan tempat tidurmu kemarin adalah ibu ti

wajahnya memucat, dan dia berdiri di s

angguk pada gadis berambut pendek

elany E

barang yang berserakan di sa

a mulai membantuku me

gabung dalam pembersihan yang tergesa-gesa sambil meminta maaf. "Say

a, mempertahankan

kkan rasa terima kasih saya dengan memberikan Melany sebuah gelan

Erika berbinar. "Kita teman sek

menyentuh tempat tidur

r-binar karena gemb

us saling membantu sebagai teman sekelas. Jika kau ingin

mengklaim gelang itu palsu, repl

an Melany m

ghina, "Hah, aku tahu seorang p

gsung. "Jika kamu terus menyebarkan kebohongan, a

, bahunya

yakan awal tahun ajaran, bagaimana kalau

u dengan sayang dan berkata lembut, "Aku pergi dulu."

n Xander selama

dari Nocturne Bar, saya melihat Xander dan Erika masuk ke dalam. Bahk

dibelikan ayahku saat ia

rnah ke sana lagi se

pon dan malah mengirim pesan. "Ada apa, sayang? "Saya

golf kesayanganku d

khawatir,

a. "Bar kami memiliki sistem keanggotaan. Non-anggota tidak diperke

m, mengambil tongkat golf, da

lemparkan dua gumpalan uang tunai ke wajah penjaga itu. "Se

itu mi

n Erika di bilik terbesar. Mereka minum se

ongkat itu ke arah mereka, lalu menyerbu dan me

at dan berbalik, hanya untuk melihatku. Erika menjerit, "Xander, usir di

dan menempelkannya ke wajah Xander. "Xande

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Identitas Asliku Menghancurkan Pacarku
Identitas Asliku Menghancurkan Pacarku
“Pada hari pertama sekolah, pacarku, Xander Harris, mengantarku ke sekolah, tetapi kami bertemu dengan teman sekamar yang bermuka dua. Dia memuji Xander, mengatakan bahwa dia memiliki kematangan yang luar biasa untuk usianya. Namun, dia menuduhku sombong, berlagak jadi orang kaya dengan membawa tas desainer palsu. Saat aku merapikan tempat tidurku, dia terperanjat dengan dramatis. "Bukankah orang kaya yang menemanimu kemarin seharusnya menyewa tempat untukmu dekat kampus? Apa yang terjadi? Apakah dia berubah pikiran?" Ketika dia tahu bahwa aku dan pacarku berencana menikah setelah lulus, dia berteriak keras, "Kamu tidak serius, kan? Masih ada wanita yang ingin mendapatkan segalanya tanpa usaha dan bergantung pada pria yang lebih tua?" Dalam hati, aku tertawa geli. Pria yang lebih tua? Itu ayahku! Dan pacarku? Dia adalah anak sopir ayahku.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 9