icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mencari Seorang Gadis Selama 20 Tahun

Bab 4 Kirana keluar dari kafe

Jumlah Kata:1746    |    Dirilis Pada: 19/07/2025

menunjukkan Axel sebuah flashdisk kecil yang menyimpan data bocoran internal dari Reno. Di dalamnya, ada rekaman pembicaraan para direktur perusahaan yang secara

unya. Biarkan Reno menyelesaikan sisanya." Pengkhianatan terasa lebih menyakitkan dari peluru yang menyerempet bahunya. Di hadapan Kirana, Axel tak bisa menyembunyikan ekspresinya. Ia marah. Amarah

, membuat Axel menoleh. Matanya masih merah karena emosi, namun tatapan Kirana yang penuh pengertian seolah menjadi penawa

gkauan mata dan telinga Reno. Kesunyian malam menyelimuti mereka, hanya suara mesin mobil yang mengisi kekosongan. Setibanya di vila yang terp

nya Axel tiba-tiba, suaranya nyaris seperti bisikan, sar

air matanya yang mulai jatuh, membasahi pipinya. "Kau tahu, setelah aku sadar di pantai itu... aku cuma bisa mengingat satu hal. Kalung yang kau beri dan suaramu memanggilku Ment

mendekapnya erat, menghapus setiap air mata yang jatuh. Namun, dunia yang mereka hadapi bukanlah dunia anak-

bisa kehilanganmu untuk kedua kalinya." Ucapan itu keluar dari relung hatinya yang paling dalam, sebuah pe

eban emosi yang berat, oleh janji-janji tak terucap, dan oleh bahaya yang terus meng

n di Ke

bunyian mereka, kini terasa tidak lagi aman. Kirana sudah merasakan kejanggalan sejak subuh. Aroma tanah basus yang bercampur dengan bau asap r

nyaris tak terdengar, namun cukup bagi Kirana. Seorang pria bertopeng dengan postur tegap dan gerak-gerik terlatih, me

memutar yang akurat ke arah pergelangan tangan pria itu, membuat senjata yang dipegangnya terlepas. Kemudian, dengan jurus bela diri yang dipelajarinya di pelatihan intelijen-sebuah kombinasi

u tidak apa-apa?!" tanyanya, napasnya tersengal. Melihat pria bertopeng yang sudah tak berdaya di lantai

isk yang berisi semua data krusial mereka. "Tapi mereka tahu kita bersama sekarang. Kita tak bisa bertahan di tempat ini." Dia

ngeras. "Baga

sel pria itu. "Mereka melacak sinyal ponsel kita atau mungkin ada mata-mata di antara

iap langkah yang mereka ambil seolah sudah diketahui ole

tap tajam ke arah Axel. "Aku akan menghubungi tim cadang

lagi bertindak sendirian atau mengandalkan metode konven

lijennya, menginformasikan tentang insiden ini dan lokasi baru yang akan mereka tuju. Ia juga memprogram ponselnya agar

Diri di

an lalu lintas, mengambil jalan-jalan tikus yang tak lazim. Dia memasang alat pendeteksi penyadap dan pelacak di dalam mobil, memastikan m

nsel Axel berdering. Itu

empat Anda menginap. Apa Anda baik-ba

a membobol, tapi kami berhasil mengatasinya. Kirana berhasil

at dugaan kami bahwa ada mata-mata di internal. Kami akan ti

jawab Axel, melirik Kirana yang mengangguk.

a bilang ada mata-mata di internal kepolisia

an Reno pasti sudah merambah ke berbagai

di dalamnya Kirana telah menyiapkan sebuah unit khusus yang dilengkapi dengan sistem keamanan tingkat tinggi, pe

a, menampilkan kode-kode rumit, peta jaringan, dan analisis data. Axel merasa seperti memasu

tang lokasi vila kita," kata Kirana, jarinya menari-nari di atas key

itu, sebuah fokus yang menunjukkan profesionalisme tingkat tinggi. Ia kagum. Kirana yang dulu ia kena

anggil Ax

enoleh.

tang semua ini. Kau jadi ik

ah ancaman bagiku dan firmaku juga. Selain itu..." Kirana menatap Axel lurus di mata. "Aku tida

luka Axel. Janji itu, janji anak-anak yang po

menit sebelum mereka menyerang vila kita. Server ini dulunya digunakan oleh sebuah organisasi bayaran yang khusus dalam peretasan intelijen.

gistik? Aku tidak ingat ada perjanjian

wab Kirana, menunjuk nama Bram di layar. "Dia menandata

ri yang ia duga. Pak Bram, orang yang ia anggap mentor, yang selalu memberikan nasihat bijak,

otaknya?" tanya A

igunakan untuk menyalurkan data bocoran, merencanakan serangan, dan mengelola pembayaran kepa

bukti," kata Axel. "Kita tidak bisa l

istik itu. Jika kita bisa masuk ke sana, kita mungkin menemukan bukti transa

lamatkan perusahaan Axel, tapi juga tentang mengungkap jaringan kejahatan yang kompleks dan berbahaya. Dengan setiap informasi b

an yang menyelimutinya. Mereka berdua, dua jiwa dari masa lalu yang kini bersatu kembali, siap menghadapi badai yang jauh lebih besar dari ya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mencari Seorang Gadis Selama 20 Tahun
Mencari Seorang Gadis Selama 20 Tahun
“Pencarian Axel di Indonesia sayangnya tidak berjalan mulus. Dia diculik dan akhirnya ditawan oleh anak buahnya sendiri. Axel Narendra, CEO tampan berdarah campuran itu terpaksa kembali datang ke Indonesia demi menemukan seorang gadis yang menggetarkan hatinya 20 tahun silam. Akankah Axel berhasil menemukan gadis 20 tahun silam itu? Apakah Axel berhasil membasmi para pengkhianat di seluruh perusahaannya yang tersebar ke berbagai negara?”
1 Bab 1 meninggalkan tanah kelahirannya2 Bab 2 Rasa sakit di kepala Axel berangsur mereda3 Bab 3 Bau disinfektan menusuk hidung Axel4 Bab 4 Kirana keluar dari kafe5 Bab 5 sebuah penginapan kecil6 Bab 6 Mereka menghabiskan sisa malam7 Bab 7 Kabar penangkapan Reno8 Bab 8 tidak akan menunggu lama9 Bab 9 kembali bersembunyi10 Bab 10 Mansion mewah Arya11 Bab 11 Malam pernikahan12 Bab 12 merobek seprai13 Bab 13 berteriak kesakitan14 Bab 14 statusnya sebagai istri ketiga yang tak diinginkan15 Bab 15 otaknya terus bekerja keras16 Bab 16 Kirana memanfaatkan setiap kesempatan17 Bab 17 Kirana berhasil menyelinap keluar dari gerbang18 Bab 18 Arya tertidur pulas di sampingnya19 Bab 19 Luka di tubuhnya20 Bab 20 kegelisahan21 Bab 21 Kirana mendapati dirinya berada di sebuah vila22 Bab 22 salah satu dari sedikit momen23 Bab 23 Pagi harinya di vila Prancis24 Bab 24 telinganya waspada mendengarkan25 Bab 25 Sebuah kelegaan kecil26 Bab 26 berita kehamilan Kirana menyebar cepat27 Bab 27 Kirana duduk di ruang makan28 Bab 28 Kirana keluar dari toilet restoran29 Bab 29 Rasa mualnya memang sedikit berkurang30 Bab 30 Kirana perlahan membuka matanya31 Bab 31 Beberapa hari berlalu32 Bab 32 Tujuannya hanya untuk mengambil minum33 Bab 33 berada di kamarnya sendiri34 Bab 34 Tengah malam35 Bab 35 Kirana tidak bisa tidur36 Bab 36 sentuhan Arya di perutnya