icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Ayahku Menikahi Pelakor

Ayahku Menikahi Pelakor

icon

Bab 1 malam itu berbeda

Jumlah Kata:543    |    Dirilis Pada: 04/06/2025

a. Dari sana, ia bisa melihat gemerlap lampu kota yang tak pernah padam, hiruk-pikuk lalu lintas yang seolah tak berhenti. Sejak kecil, pe

alam itu

yah dan ibunya bertengkar hebat di ruang tamu, suara mereka bergemuruh memenuhi seluruh rumah. Tidak seperti biasanya, pertengkaran itu

nnya untuk bercerai. Ibu Lia, Miranda Prasetya, wanita anggun yang selalu terlihat tegar di depan umum, kini men

n seluruh langit di

gal bersama lagi," suara Mbok Rini, pelayan setia keluarga yang su

ngis agar tidak jatuh di depan Mbok Rini. Ia tahu betapa besar luka yang diti

ang penuh kenangan itu, pindah ke sebuah rumah kecil di pinggiran kota. Rumah sederha

Gadis yang selama ini hidup dalam pelukan kemewah

kata Lia suatu sore saat melihat ibunya yan

ya sembab. "Lia, kamu sudah capek

, kan?" Lia menggenggam tangan ibunya erat, b

pagi, sebelum berangkat sekolah, ia sudah siap dengan nampan berisi kue-kue buatannya.

memberikan semangat dan menjadi penop

u," kata Mbok Rini suatu malam saat m

emua pengorbanan ini akan membuahkan hasil? Apakah ibunya bisa kembali tersenyum seperti dulu? Dan y

antung di ruang tamu rumah megah mereka. Foto itu kini telah berlubang

hancur begitu saja. Ia akan berjuang bersama ibunya, menemuka

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Ayahku Menikahi Pelakor
Ayahku Menikahi Pelakor
“Elvira / Lia, gadis cantik yang sejak kecil terbiasa hidup dalam kemewahan dan gemerlap pesta sosialita, harus rela meninggalkan segalanya saat rumah tangga orang tuanya runtuh. Perceraian pahit antara ayah dan ibunya menghempaskan Lia dari singgasana nyamannya, memaksanya menghadapi realita yang jauh dari glamor. Ia memilih untuk tetap bersama ibunya, Miranda, yang hatinya hancur berkeping-keping, dan meninggalkan ayahnya yang kini hidup mewah bersama wanita yang pernah menjadi bayangan kelam masa kecil Lia-wanita yang merebut kebahagiaan keluarganya. Kehidupan sederhana di rumah kecil pinggir kota bersama sang ibu dan Mbok Rini, mantan pelayan yang setia, menjadi tantangan terbesar dalam hidup Lia. Dari gadis yang terbiasa mendapatkan apa pun hanya dengan menunjuk, kini ia harus rela berjalan kaki di bawah terik matahari, belajar memasak dari nol, bahkan ikut berjualan kue keliling demi membantu menopang ekonomi keluarga. Namun, di balik segala kepahitan dan kehilangan itu, Lia mulai menemukan makna baru dari kebahagiaan. Bukan dari pesta mewah atau barang bermerek, tapi dari tawa ibunya saat mereka memasak bersama, dari pelukan hangat Mbok Rini, dan dari kebersamaan yang tak ternilai harganya.”
1 Bab 1 malam itu berbeda2 Bab 2 membangkitkan keberanian yang kini semakin rapuh3 Bab 3 membuka luka lama4 Bab 4 penuh dengan kegelisahan5 Bab 5 mencoba menguatkan diri6 Bab 6 Pilihan Sulit7 Bab 7 Pagi yang suram8 Bab 8 menghancurkan sisa-sisa keluarganya9 Bab 9 Jangan pernah berhenti berjuang10 Bab 10 menikmati senja dengan senyum tulus11 Bab 11 Beberapa bulan setelah kejadian12 Bab 12 kekhawatiran13 Bab 13 Kemenangan itu bukan tanpa harga.14 Bab 14 membongkarnya15 Bab 15 Kamar Lia terasa sunyi16 Bab 16 Setelah pengumuman17 Bab 17 mulai bergerak lebih agresif18 Bab 18 berlari menjauh dari reruntuhan19 Bab 19 Kehidupan Lia di rumah sakit20 Bab 20 Kabar pengkhianatan21 Bab 21 kegelapan justru semakin pekat22 Bab 22 kedatangan seseorang dari masa lalunya23 Bab 23 Kepercayaan24 Bab 24 penuh dengan kecemasan25 Bab 25 berkomunikasi dengan sumber26 Bab 26 semua ini mengarah27 Bab 27 setelah pelarian yang melelahkan28 Bab 28 Mereka keluar dari gudang29 Bab 29 hanya sebagai seorang aktivis30 Bab 30 Tugasnya bukan hanya untuk dirinya sendiri31 Bab 31 menyelesaikan rutinitas32 Bab 32 menandingi gelapnya malam33 Bab 33 menjadi saksi perjalanannya34 Bab 34 seolah dunia luar tak lagi punya tempat35 Bab 35 membuat segalanya terasa jauh36 Bab 36 darurat37 Bab 37 ruangan dengan pandangan kosong38 Bab 38 Aku bukan pahlawan