icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ayahku Menikahi Pelakor

Bab 4 penuh dengan kegelisahan

Jumlah Kata:711    |    Dirilis Pada: 04/06/2025

erdering di tengah malam, pesan-pesan yang datang tanpa henti, dan bayangan Clara yang semaki

kolah dan langsung membantu ibunya menyiapkan makan malam. Tapi pik

tau ini hanya cara untuk mengontrol kit

emasang wajah tegar saat menyiapkan hidangan. "Kita

k pelan. "Benar. Mereka itu punya cara s

n, tapi bayangan Clara yang selalu mengganggu keluarganya tidak bisa ia singkirkan. Ketika ia

menunggunya. Dengan senyum hangat,

Lia membuka catatan itu dan

n semangatmu. Aku di sini selalu mendu

it hangat, tapi ia tahu

dengan Mbok Rini di dapur, telepon berder

gi?" ucap Mbo

elepon dengan wajah muram. "Dia ingin datang

a degup jantungnya semakin cepat. Ia tah

tipis, namun aura dingin masih terpancar dari sorot matanya. Di sisinya, Clara yang tampil angg

dengan nada manis tapi dingin, membuat

"Aku datang bukan untuk memperkeruh s

ajam. "Solusi macam

adalah proposal nafkah tambahan untuk kalian.

kecil penuh kemenangan. Ia tahu taw

an sebenarnya?" Lia ber

ta, "Aku hanya ingin memperbaiki semu

semudah itu. Luka yang ka

lebih bingung dari sebelumnya. Di satu sisi, tawaran ayahnya bisa mering

n terkadang menghubungi Miranda dengan alasan ingin 'mendekatkan keluarga'. Namu

h dan ketukan pintu membuatnya terbangun. Di luar pintu,

" suara Clara terdengar

rdegup kencang. Ia tahu pertemuan den

engan wajah serius. "Lia, aku dengar kabar

rren. Mereka duduk bersama di ruang tamu, membica

kan membiarkan mereka menyakiti ka

pan di tengah gelap ya

lebih percaya diri, mulai memimpin usaha kecilnya menjual kue, dan belajar b

terus mencoba mengintervensi hidup Lia dan ibunya dengan ber

ngin membuktikan bahwa ia mampu berdir

"Aku tidak akan membiarkan masa lalu menghancurkan ma

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Ayahku Menikahi Pelakor
Ayahku Menikahi Pelakor
“Elvira / Lia, gadis cantik yang sejak kecil terbiasa hidup dalam kemewahan dan gemerlap pesta sosialita, harus rela meninggalkan segalanya saat rumah tangga orang tuanya runtuh. Perceraian pahit antara ayah dan ibunya menghempaskan Lia dari singgasana nyamannya, memaksanya menghadapi realita yang jauh dari glamor. Ia memilih untuk tetap bersama ibunya, Miranda, yang hatinya hancur berkeping-keping, dan meninggalkan ayahnya yang kini hidup mewah bersama wanita yang pernah menjadi bayangan kelam masa kecil Lia-wanita yang merebut kebahagiaan keluarganya. Kehidupan sederhana di rumah kecil pinggir kota bersama sang ibu dan Mbok Rini, mantan pelayan yang setia, menjadi tantangan terbesar dalam hidup Lia. Dari gadis yang terbiasa mendapatkan apa pun hanya dengan menunjuk, kini ia harus rela berjalan kaki di bawah terik matahari, belajar memasak dari nol, bahkan ikut berjualan kue keliling demi membantu menopang ekonomi keluarga. Namun, di balik segala kepahitan dan kehilangan itu, Lia mulai menemukan makna baru dari kebahagiaan. Bukan dari pesta mewah atau barang bermerek, tapi dari tawa ibunya saat mereka memasak bersama, dari pelukan hangat Mbok Rini, dan dari kebersamaan yang tak ternilai harganya.”