icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

The Thread of Destiny

Bab 3 TTOD:three

Jumlah Kata:1334    |    Dirilis Pada: 22/10/2021

dengan makhluk ciptaan tuhan lainnya, manusia cenderung menghormati orang

ah ditelan oleh alam dengan sendirinya. Predator ada dimana-mana, dan makhluk

ti yang harus dihormati, utamakan mereka yang berilmu, dan amankan dirimu

ti dan kesenangan belaka. Alva-- sahabatnya sekaligus pelindungnya yang bisa dia hormati dengan

an berilmu tinggi. Memiliki pemikiran rasional dan tidak pernah gegabah dalam mengambil

hanya sebatas saling menguntungkan. Meskipun demikian, sikapnya pada mereka tidak menunjukkan tanda-ta

takdir sangat senang bersenang-senang dengan mempermainkan hidupnya. Bagaikan sebuah lelucon, Altheda terkekeh geli mengingat jiwanya yang bar

a dengan kedua tangannya menopang dag

harus berteriak histeris karena kaget dengan wajahnya yang berubah. Serta

ana bisa dirinya berganti wajah hanya dalam hitungan hari, selain itu wajah ini terlihat alami tanpa bekas opera

nnya. Pemuda yang baru saja diusirnya sebelum memasuki kamar mandi, melihatnya dengan tatapan datar dan ding

Keluar!" bentak

pria ini sangat tida

lagi?" beonya

ocah. Jika lo gak mau keluar, gue yang keluar." Altheda menghentakkan kakinya. Berjalan deng

ertunangan kita. No Lea ... Berhentilah bermimpi." Altheda mendelik tak percaya. Oh ayolah, memangnya siapa yang tunangan anak kecil ini? Dia masi

rannya kembali terpacu, bukankah wajahnya yang dilihatnya di toilet bukan wajah aslinya. Apa mungkin dirinya ber

mencoba tenang, agar bisa mendapatkan jawaban yang pasti mengenai wajahnya. Laki-laki itu mengernyit bingung

Altheda kasihan. Ia cukup prihatin dengan remaja dihadapannya ini. Dilihat dari wajahnya, usia pe

sekali lagi, lo

, meskipun demikian Altheda masih bisa

disini? Juga siapa nama lo?" tanya

ue pergi! Gue harap setelah ini lo enggak akan membuat ulah lagi, apalagi mengganggunya hingga membuat

an tentu saja diluar nalar logika. Sebagai seorang dokter, Altheda harus selalu berpikir menggunakan logika. Apalagi prin

a mimpi lagi. Mungkin saja ini hanya mimpi ganda yang sering orang-orang alami

tuk tertidur, matanya terus saja terbuka. Seakan-akan tidak ingin mengarung

. Semua yang berhubungan dengan Azalea, tidak terkecuali satu pun! Altheda meremas rambutnya kuat. Kepalanya terasa sakit--teram

rcekat. Dia ingin berteriak sekencang mungkin. Memohon pertolongan pada siapa saja ya

eka, karena kenyataannya Winston Corner memimpin kota ini hanya untuk formalitas. Kota

ita Stevani Corner. Ayahnya--Winston Corner memilih menikah lagi setelah kematian istri pertaman

saha keras untuk mendapatkan perhatian dari ayah dan kakaknya, tet

Alita! Jadilah seperti Alita

lapan belas tahun. Dirinya terlalu egois dan terlalu terobsesi untuk merasakan bagaimana rasanya disayang ole

u jugalah yang membuat Azalea semakin optimis untuk mengejar simpati dari keluarganya. Arya selalu mendukungnya, apapun yang diinginkannya,

sehat dengan berbekalkan ilmu. Maka Azalea kebalikannya, gadis itu selalu bersikap sembrono, bertindak dengan fisik, serta selalu ingin menunjukkan jika dia kuat. Pada

bertindak semaunya, dan pencemburu buta. Itulah yang sel

Antag

ntagonisnya, ia hanya korban! Korban dari keserakahan da

Dug ..

ahan. Rasa itu menggerogoti otaknya, memecahnya hingga berkeping-keping. Altheda tak dapat be

! Azale

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
The Thread of Destiny
The Thread of Destiny
“Altheda Estrella seorang gadis remaja dengan kehidupan yang biasa-biasa saja. Kehidupannya yang sederhana, dan sebatang kara tidak menyurutkan semangatnya untuk menyelesaikan pendidikan setinggi mungkin. Hingga akhirnya Altheda berhasil menyelesaikan studinya, dan baru saja diangkat menjadi seorang dokter muda di salah satu rumah sakit ternama, Singapura. Namun, sepertinya benang takdir tidak berpihak padanya. Altheda harus meregang nyawa karena menyelamatkan seorang dosen dari penembakan. Sungguh disayangkan, nasibnya yang malang membuat pendidikannya selama bertahun-tahun harus sia-sia. Seakan-akan dipermainkan oleh takdir. Altheda terbangun dengan sakit kepala yang menyerang teramat sangat. Kilasan ingatan tentang seorang gadis remaja yang teraniaya dengan caranya sendiri, tetapi malah dituduh sebagai biang keladi silih berganti menghantam pikirannya. "Azalea ... Terimakasih telah memberikan kesempatan buat gue untuk tidak membuat 21 tahun gue sia-sia, juga ... Gue akan mengubah sudut pandang lo tentang hidup, Lea. Hidup bukan hanya terfokus dengan perhatian orang lain, pria, keluarga, ataupun teman-teman lo yang tidak satupun berguna itu, tetapi juga tentang bagaimana merajut masa depan agar menjadi lebih berguna." Altheda tersenyum miring, menatap wajah seorang gadis yang bernama Azalea Caleste dengan lekat. Wajah dari tubuh yang akan digunakannya, mulai dari sekarang dan nanti! "Gue Altheda Estrella S. Akan mendapatkan kebahagiaan dengan cara gue sendiri dengan tubuh lo, Lea." Satu hal yang tidak pernah diketahui siapapun sampai Altheda meregang nyawa--Rahasia terbesarnya. ***”
1 Bab 1 TTOD:one2 Bab 2 TTOD:two3 Bab 3 TTOD:three4 Bab 4 TTOD:four5 Bab 5 TTOD:five6 Bab 6 TTOD:six7 Bab 7 TTOD:seven8 Bab 8 TTOD:eight9 Bab 9 TTOD:nine10 Bab 10 TTOD:ten11 Bab 11 TTOD:eleven12 Bab 12 TTOD:Twelve13 Bab 13 TTOD:thirteen14 Bab 14 TTOD:fourteen15 Bab 15 TTOD:fifteen16 Bab 16 TTOD:sixteen17 Bab 17 TTOD:seventeen18 Bab 18 TTOD:eighteen