icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sebelum Hujan Membasahi

Bab 5 Perjalanan

Jumlah Kata:1058    |    Dirilis Pada: 18/10/2021

san masuk pagi-pagi sekali

atap dan membalas

i gue samperin Lu, sambil minta izin,"

inding menunjukkan 05:15, masih

ak," gumamku setelah sekejap m

ai kewajiban kepada Tuhan yang sudah dilaksanakan. Dalam hal dem

inginan yang aku harap menjadi kenyataan, sedang

menjadi cambuk semangat dalam melangkah. Lebi

esitu, Della tidak berhenti menghubungiku, dari Video Call, Te

gu diteras halaman. Dengan jaket biru tebal Eiger yang

i sepeda motorku, dia su

dateng!" ujar Della sembari menghamp

apa kita memberi berbagai alasan, jika h

uruku yang pernah menga

h. Bisa saja hal demikian ma

a mau minta izin sama B

ap Bokap gue," ujar Della sibuk menaikkan barang

u 3 hari, malah bisa lebih," ucapku kepada De

embantu doang, toh Nyokap sama Bokap udah berangkat ke

izin beneran'kan?"

u ... aaadd," Della men

engiyakan saja apa ya

ang bawaannya bisa dikurang

h barang-barang penting yang e

g-penting aja, toh nanti di kampung juga mungkin

ya Della luluh, dari 3 tas yang penuh ba

ni kan, ena

ti terlihat raut wajah kece

a motorku, dan mulai memacu

ami. Entah kami yang terlalu menikmati perjalanan, atau

, ketika rambu berwarna merah menyala, disaat itu pul

alu menghampiri seorang Ibu bersama bayi yang digendong oleh dirinya. Kulihat dia menyodorkan beberapa uang kertas berwarna merah kepada Ibu tersebut. Dan kulihat saat itu pula, Ibu

i menghampiri sepeda

" pan

gan banyak bicara ketika mengend

kaguman atas apa yang Della tunjukkan. Sampai membuatku berkeinginan mampi

mah masakan padang

Del," ucapku semb

ih jauh ya?"

ucapku sembari mengajak D

, aku memberanikan diri un

tadi kamu lak

menatapku da

an c

terlahir dari orang kaya, ternyata juga memp

lla hanya

akan, Ad. Cuma berpikir aja kalau aku dalam keadaan demikian, wah ... pasti tidak bisa terbayangkan. Betapa senang ketika ada rizki Tuh

ak seksama perkataan D

bih dari Tuhan, tidak kita sisihkan kepada orang yang membutuhkan? Itu j

mangut saja tidak

at kejadian kayak tadi, siapa yan

ella yang berjasa, jelas-je

berjasa, kamu jug

anya te

pa yang dilihat mata itulah yang berjasa. Pada

nyaku yang mas

itu, ketika tidak ada orang yang butuh uluran tangan seperti kejadian demikian? Menurutku, bukan aku yang berjasa, tapi Ibu itulah yang sebenarnya b

ntarkan oleh Della. Meski tidak dalam waktu seketika paham, tetapi setid

jalanan. Kurang lebih 30 menitan akan sampai kampung halama

aku kamu tidak akan pernah mengerti apa y

lanan yang luar biasa, d

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sebelum Hujan Membasahi
Sebelum Hujan Membasahi
“Fuad, adalah sosok pemuda pendiam yang selalu mengaitkan segala sesuatu dengan mengedepankan perasaan. Bagaimana tidak? Apa yang menjadi perkataan orang, pasti menjadi sebuah pikiran. Menepis segala keraguan yang ada dalam pikiran orang, terlebih dari kedua orang tuanya. Hal demikian pula yang menjadi alasan dia mencari pekerjaan hingga keluar jauh dari kampungnya. Hingga dari hal itu pula, dia dapat mengenal beberapa wanita yang berhasil merebut hatinya. Kondisi demikian menimbulkan sebuah konflik tersendiri dalam jalan menuju penggapaian impian yang diidamkan oleh Fuad. Memikirkan sebuah pekerjaan saja kadang membuat Fuad merasa terperanjat, ditambah lagi perihal perasaan yang terkadang berampas kehampaan? Bagaimana kisah Fuad dalam menyelesaikan permasalahan kehidupan dengan pekerjaan serta perasaan?”
1 Bab 1 MENDUNG2 Bab 2 Problematika3 Bab 3 Siapa Yang Gila 4 Bab 4 Izin Bos5 Bab 5 Perjalanan6 Bab 6 Kampung Halaman7 Bab 7 Adinda8 Bab 8 Terkenang9 Bab 9 Sahabat10 Bab 10 Terdiam11 Bab 11 Definisi Cinta Dalam Diam12 Bab 12 Sisi Lain13 Bab 13 Terbuka14 Bab 14 Terlupakan