icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Istri Penebus Hutang

Bab 2 di atas meja kayu yang penuh dengan goresan

Jumlah Kata:725    |    Dirilis Pada: 10/12/2024

perti kekejaman. Hujan berhenti pada akhirnya, meninggalkan jejak-jejak basah di tanah dan udara yang dingin. Pagi itu, Elara merasa s

tua yang di dalamnya tersimpan beberapa barang peninggalan ibunya yang sudah lama meninggal. Elara membuka kotak itu dengan hati-hati, mencium aroma tua yang tercium

dan terlihat rapuh. Dengan tangan yang gemetar,

lihan, namun kadang-kadang, kita terpaksa membuat pilihan yang tidak kita inginkan. Jangan biarkan takdir

n-impian kecil yang pernah ia miliki. Tetapi, di dalam hati kecilnya, ia tahu bahwa ia tidak bisa menyerah. Meskipun ia tidak tahu apa yang akan dihadapiny

nunjukkan rute bisnisnya. Suasana di ruangan itu sunyi, hanya terdengar detak jam besar di sudut ruangan. Raka menatap ke luar jendela besar, melihat awan kelabu yang m

t penuh dengan cinta dan harapan, tetapi ada kesedihan yang tersembunyi di balik mata itu. Ibunya. Wanita itu telah lama meninggal, meninggalkan Raka dengan segunung pertanyaan yang ta

asuk, membawa dokumen di tangannya. "Tuan Raka, semuanya

apan kosong. "Katakan pada mereka untuk menunggu b

tanya lebih lanjut. Raka menutup mata, mencoba merasakan angin sejuk yang berhembus melalui jendela. Ia merasa t

mua kesuksesan dan kekuasaan, ada harga yang lebih tinggi. Dan kali ini, harga itu adalah nyawa seseorang-ny

pintu, dengan mata yang memancarkan keberanian yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Elara tahu bahwa hari itu adalah awal

ayah. Aku

yang sudah terjadi. Elara memandang ayahnya, mata mereka bertemu untuk terakhir kalinya. Ada rasa bersalah di mata

bih dari apa yang mereka pikirkan," katanya

mendung mulai cerah, menandakan bahwa hari itu adalah aw

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istri Penebus Hutang
Istri Penebus Hutang
“Di sebuah kota yang dipenuhi deru mesin-mesin pabrik dan hingar-bingar para pedagang, hidup seorang gadis muda bernama Elara. Matanya berbinar-binar meskipun tubuhnya kurus, seakan-akan ia memancarkan sinar yang memancarkan harapan dalam dunia yang serba gelap. Namun, di balik senyumannya yang sederhana, ada luka yang dalam dan kekuatan yang tak terlihat oleh banyak orang. Ia adalah anak dari seorang pria bernama Hasan, yang seharusnya menjadi pilar kekuatannya, namun justru menjadi sumber penderitaan. "Sudah kukatakan, Elara, ini bukan pilihan. Ini satu-satunya cara agar kita bisa keluar dari utang yang semakin menumpuk!" seru Hasan dengan mata yang tajam, namun penuh keputusasaan. Suaranya serak, seperti suara angin yang mengguncang kaca di malam hari. Elara hanya menunduk, merasakan setiap kata itu menusuk hatinya. Ia tahu apa artinya, meski kata-kata itu tak pernah secara eksplisit diucapkan: pernikahan dengan Raka, pria yang terkenal sebagai penguasa bisnis terbesar di negeri ini, seorang yang misterius dan tak pernah sekali pun terlihat di depan umum. "Apakah tidak ada jalan lain, ayah?" suara Elara bergetar, mencoba menahan air mata yang ingin keluar. Namun, Hasan tidak menjawab. Dia hanya menatapnya sejenak, lalu menunduk, membiarkan keheningan menyelimuti ruangan.”
1 Bab 1 Perjanjian Tak Tertulis2 Bab 2 di atas meja kayu yang penuh dengan goresan3 Bab 3 Pernikahan yang Terpaksa4 Bab 4 lukisan-lukisan yang menggambarkan orang-orang besar dari masa lalu5 Bab 5 Sebuah Awal yang Baru6 Bab 6 Kenangan yang Terpendam7 Bab 7 Elara merasa hidupnya kini seperti benang-benang halus8 Bab 8 Kegelapan yang Menghantui9 Bab 9 Perpisahan dan Harapan10 Bab 10 Raka terbaring lemah11 Bab 11 Perang yang Tak Terelakkan12 Bab 12 Wajahnya yang penuh luka13 Bab 13 melihat Raka berjuang dengan dirinya sendiri14 Bab 14 Janji dalam Kegelapan15 Bab 15 Pertarungan di Ambang Kematian16 Bab 16 melepaskan nafas terakhirnya17 Bab 17 kini penuh dengan keletihan18 Bab 18 Ketika Langit Merintih19 Bab 19 tubuhnya terbungkus kain kasar20 Bab 20 Pandangannya kabur21 Bab 21 Di Bawah Langit yang Gelap22 Bab 22 Di balik benturan pedang dan jeritan perang23 Bab 23 Cahaya yang Terhapus24 Bab 24 Hembusan angin yang dingin25 Bab 25 membalut desa yang hancur26 Bab 26 Sepi yang Abadi27 Bab 27 membawa dingin yang menyelimuti desa28 Bab 28 Kenangan yang Terlupakan29 Bab 29 seolah waktu ingin memberikan kesempatan30 Bab 30 surat Elara yang telah lama disimpannya31 Bab 31 setiap detail di wajahnya seperti sebuah lukisan32 Bab 32 Setiap helai daun yang bergoyang