icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

(Bukan) Pernikahan Impian

Bab 4 Chapter 4

Jumlah Kata:1004    |    Dirilis Pada: 02/10/2024

t pagi,

agi juga,

kutarik kursi yang berada

ambil menerima piring y

sebut. Rambutnya sengaja dibiarkan terurai karena menurutnya dia akan terlihat lebih lucu dengan gayanya

g mencoba mengingat adakah hal penting hari ini. Namun sudah beberap

i pun. Meskipun begitu aku beruntung karena di rumah aku mempunyai mama yang bisa dibilang kalender berjalan aku, karena beliaulah yang sering memperingatkan aku akan

a yang terpilih di kelasnya." Jelas mama kepadaku. Ya mama dan Kania memang pernah bercerita seperti itu kepadaku. Tapi aku sunggu

an hanya fokus kerja jadi sampai mengabaikan keluar

ng nyaman, fasilitas yang mencukupi. Aku cuma ingin kasih yang terbaik untuk orang yang aku sayangi." Ucapku tak mau disalahkan, walau dalam kenyataannya tetap aku merasa bers

saja. Tapi Alfan, hari ini kamu bisa kan datang ke sekola

dan mama. Aku menoleh ke arah Kania yang terl

h kamu sayang?" Kulembutkan sedikit na

ng ada perwakilan dari pihak keluarga, tapi k

ia sudah menguasai semua pelajaran kelas satu, jadi pihak sekolah memutuskan agar Kania langsung berada di kelas dua. Aku sebagai orang tuanya tentu bangga karena apa yang s

pat sayang, kamu ke sekola

k dan apa itu.....matanya, m

nnya, tapi apa pun tentang Kania seakan menjadi kelemahan serta kekuatan untukku. Meski terkadang aku merasa be

buk, tapi hari ini papi memang sibuk sayang". Kulihat Kania masih tak merespons kata-kataku. Tak hanya sekali dua kali ak

da papi enggak konsentrasi kerjanya, kalau pekerjaan papi salah nanti papi kena omel sama

ecilku tak jadi marah. Kuperhatikan

ke sekolah Kania hari ini kalau memang papi sibuk kerja kok.

lau lain kali pasti akan

lingking ke arahku yang segera aku

capku masih dengan jari kel

tuaku sangat membantuku dalam mengurus putriku tersebut. Terutama Mama, beliau selalu menyiapkan semua keperluan Kania dan beliau juga mencurahkan semua

edua orang tuaku. Walaupun harus banyak omongan-omongan orang lain yang membuat kuping kita panas, ditambah kadang ada perbuatan dari

eberapa kali menghembuskan nafas kasar ,juga papa menarik nafas dan menghembuskan untuk mengurangi kekesalannya. Biasanya mama akan menceramahiku pan

ku tak dapat menampik ucapan mama. Karena aku sadar tak ada orang yang bisa aku andalkan untuk m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
(Bukan) Pernikahan Impian
(Bukan) Pernikahan Impian
“Karena desakan dari keluarga yang meminta dirinya agar segera menikah, Dara yang notabenya seorang jemblo harus memutar otak untuk mennghindar dari keluarga yang selalu meminta dirinya pulang dengan membawa calon suami, kalau tak ingin dirinya berakhir dengan kata keramat yang disebut "Pejodohan" Alfan seorang lelaki yang di tinggalkan istrinya, memiliki satu putri memilih Dara menjadi istrinya demi sang anak agar dapat merasakan kasih sayang seorang ibu.”
1 Bab 1 Chapter 12 Bab 2 Chapter 23 Bab 3 Chapter 34 Bab 4 Chapter 45 Bab 5 Chapter 56 Bab 6 Chapter 67 Bab 7 Chapter 78 Bab 8 Chapter 89 Bab 9 Chapter 910 Bab 10 Chapter 1011 Bab 11 Chapter 1112 Bab 12 Chapter 1213 Bab 13 Chapter 1314 Bab 14 Chapter 1415 Bab 15 Chapter 1516 Bab 16 Chapter 1617 Bab 17 Chapter 1718 Bab 18 Chapter 1819 Bab 19 Chapter 1920 Bab 20 Chapter 2021 Bab 21 Chapter 2122 Bab 22 Chapter 2223 Bab 23 Chapter 2324 Bab 24 Chapter 2425 Bab 25 Chapter 2526 Bab 26 Chapter 2627 Bab 27 Chapter 2728 Bab 28 Chapter 2829 Bab 29 Chapter 2930 Bab 30 Chapter 3031 Bab 31 Chapter 3132 Bab 32 Chapter 3233 Bab 33 Chapter 3334 Bab 34 Chapter 3435 Bab 35 Chapter 3536 Bab 36 Chapter 3637 Bab 37 Chapter 3738 Bab 38 Chapter 3839 Bab 39 Chapter 3940 Bab 40 Chapter 4041 Bab 41 Chapter 4142 Bab 42 Chapter 4243 Bab 43 Chapter 4344 Bab 44 Chapter 4445 Bab 45 Chapter 4546 Bab 46 Chapter 4647 Bab 47 Chapter 4748 Bab 48 Chapter 4849 Bab 49 4950 Bab 50 5051 Bab 51 5152 Bab 52 5253 Bab 53 5354 Bab 54 5455 Bab 55 55