icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

LINTANG Telik Sandi 69 - Prahara di Tanah Kematian

Bab 4 Rumah Wulandari

Jumlah Kata:881    |    Dirilis Pada: 18/09/2024

elangkah lewat lorong kedai ke arah belakang, disitu ter

ran 3x4 meter. Ditengah halaman terdapat kolam dengan taman asri di sekelilingnya. Sementara dibagia

n langsung masuk melalui taman belakang di rumah tempat dia tinggal. Meski tempat tinggal itu tampak terletak dibagian pal

bibi Atik pembantu ruma

i air han

nyum mengangguk kemudia

an begitu saja diatas meja. Sekilas dilihatnya kembali layang buluh yang juga tergelet

rlahan dia menarik tali pengikat disisi belakang gaun yang dia kenakan. Sehingga gaun panjang yang memang terbuat dari kain sutra lembu

aat lepas dari pembungkusnya, seolah lega terbebas dada kencang wanita jelita itu membul

ngga perlahan mencuat sedikit mengeras. Saat dipilin lembut ge

engelus turun melewati perutnya yang rata. Lewat kac

ini. Dulu ada goresan luka yang dal

. Bahu kiri, pinggang kanan, paha kanan. Dicobanya pula melihat bagian punggung

buh mengitari gundukan berbelah indah dibawah sana. Diraihnya handuk yang tersampir di sa

Teriaknya begi

nyum membungkuk. Wulan segera beranjak ke kamar mand

mannya, tampak lek Manto masuk ke dalam satu ruang yang hampir sama de

sedikit keras sambil menggantung c

lilit tubuhnya dengan kemben. Mata Lastri terlihat sayu, jelas sekali

enyum melihatnya. Ada rasa bangga muncul dalam diriny

Las, aku m

ku man

gapain. Kayak a

mang dia mampu mengimbangi. Namun seiring berjalannya waktu, atau mungkin juga karena faktor us

a membuka kemben penutup tubuh istrinya yang indah. Terlihat tubuh sintal itu seperti menantang siapapun dengan lek

Manto begitu bibir mereka bertemu. Saat tangan suaminya sibuk di bagian dada,

malah cuek. Dicobanya membangunkan senjata lek Manto dengan berbagai

i sedikit tegak, dengan bernafsu Lastri yang sudah telanjang bulat naik ke atas tubuh suaminya beralaskan lutut. Beru

seolah takut terlepas. Desisnya pun mulai terde

uarkan semburannya. Sekalipun begitu dia masih be

naik menyadari ular yang berusaha tetap dia ku

bagian atas tapi tetap tidak bisa karena memang sudah ter

a, lek Manto malah mendengkur keras. Kejadian semacam ini

Mencoba menghibur diri dengan menerima kenyataan bahw

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
LINTANG Telik Sandi 69 - Prahara di Tanah Kematian
LINTANG Telik Sandi 69 - Prahara di Tanah Kematian
“Lintang perlahan menghampiri lelaki yang nafasnya tersengal-sengal menahan gairah. Memegang dada berbulu lelaki itu sebentar kemudian mendorongnya hingga terduduk diatas ranjang. "Sebentar, Tunggu disini ya jangan kemana mana." Lintang menggigit ringan bibir bawahnya diiringi kedipan sebelah matanya. Bernardo tersenyum lebar terlentang diatas ranjang. Membayangkan bagaimana nikmatnya bergumul dengan wanita cantik berkulit seputih susu itu nanti. Ketika berbalik kearah pintu, rona wajah Lintang langsung berubah total. "Hmh... lelaki mesum itu jelas bukan pelaku." Lintang, satu anggota terbaik Telik Sandi 69 ditugaskan oleh Kerajaan untuk menyelidiki kasus besar setelah terjadinya serangkaian teror di seluruh wilayah Benua Swarna Dwipa. Bersama 4 orang rekannya, Lintang memulai petualangan yang membawa mereka masuk ke wilayah misterius. Dimana berbagai macam tindakan kriminal, brutal, amoral, dan segala bentuk kejahatan tumbuh begitu subur. Wilayah tak bertuan itu dikenal sebagai TANAH KEMATIAN Mampukah Lintang Telik Sandi 69 menyingkap konspirasi rumit yang ternyata mengancam seluruh kehidupan manusia di Jagad Mayapada ?.”
1 Bab 1 Empat Kerajaan Benua Swarna Dwipa2 Bab 2 Kedai Dan Penginapan Andari3 Bab 3 Ordo San O4 Bab 4 Rumah Wulandari5 Bab 5 Pertemuan Duta Raja6 Bab 6 Keresahan Bibi Lastri7 Bab 7 Geletar Masa Kecil8 Bab 8 Belati 699 Bab 9 Lek Manto Jangan Sampai Tahu10 Bab 10 LINTANG TELIK SANDI 6911 Bab 11 Pondok 69 Timora12 Bab 12 Perjalanan ke Tanah Kematian13 Bab 13 CALUK Pendekar Pedang Lengkung14 Bab 14 Dukuh Wingit Pitu15 Bab 15 Terjebak di Pertambangan16 Bab 16 Mayat Hidup di Wingit Pitu17 Bab 17 Menghadiri Undangan Layang Buluh18 Bab 18 Ordo San O Perak19 Bab 19 Menyusup ke Markas Pertambangan20 Bab 20 Siapa Tuan Siapa Hamba21 Bab 21 Pertempuran di Lembah Cekung22 Bab 22 Pembunuhan di Malam Undangan23 Bab 23 Pemuda Berkulit Gelap Bermata Hijau24 Bab 24 Pengakuan Bono25 Bab 25 Pertemuan Pertama Undangan26 Bab 26 Tiga Tersangka Utama27 Bab 27 Jelas Bukan Dia Pelakunya28 Bab 28 Utusan Kerajaan Demit Lampor29 Bab 29 Ceruk Tersembunyi di Hutan Belantara30 Bab 30 Kecemasan Di Balai Pertemuan31 Bab 31 Pasukan Elite Kalong Hitam32 Bab 32 Jerangkong33 Bab 33 Duel Melawan Sosok Berkostum Hitam