icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinderella Pulang Pagi

Bab 3 CPP - 3

Jumlah Kata:1270    |    Dirilis Pada: 01/09/2024

i basement, setelah mobil terparkir. Me

gus." Elaina tertawa saat

aman," jawa

ria itu. la tidak peduli mau dibawa ke mana dan ini tempat apa. Otaknya buram,

ersenyum.

ngangguk.

tapi membiarkan mereka masuk ke dalam lift penghuni. Elaina berusaha m

, en

embiarkan Elaina mabuk sambil bernyanyi. Lift membuka di lantai 20, pria itu memapah

awa, menari di ruang tamu. Pria itu masuk

u ke

ker

rumahmu

h pin

. Siapa

ist

yang k

bernyanyi dengan suaranya yang untungnya tidak sumbang. Lagu yang didendangkan adalah lagu patah

mata dan berganti pakaian. Saat keluar, ia dibuat kaget dengan penampilan Elaina. G

kembali memeluk Alister, mengusa

a napas. "Kamu

?" tanya Elaina

kamu san

itu, aku k

gusap labium dan berjinjit. "Ehm,

ang tidak dikenalnya. Yang ia inginkan sekarang hanya melampiaskan perasaan kesal dan se

atnya naik tapi ia harus menahan diri. Gadis yang sekarang berada di dalam pelukannya, sedang t

aku," bisik

dicium?"

u. Sampai lupa

upakan masalah dengan c

n memekik saat pria itu mengangkatnya dan membawanya ke sofa. Mereka berciuman semakin intens saat Elaina ber

Alister. "Dadamu kokoh, bahumu lebar, aku suka." Tanpa r

akukannya dalam keadaan sa

u sudah enak sekarang.

g mendamba. la menjulurkan lidah, mengusap lidah gadis itu. Mengulum labium atas dan bawah, dan membiarkan Elaina membalas ciumannya. Ia sedikit meringis saat Elaina mendesa

ang. la membayangkan, bagaimana rasanya mengusap dada itu saat Elaina mengulurkan tangan ke belakang tubuh dan membuka i

" bisik Elaina de

mana?" ta

ya. Ayo

yang halus dengan ujung yang tegak menantang, ia lupa diri. la meremas lembut, Elaina menggigit labium. la mengusap uju

in melakukan ini

ggeleng. "

rik bagi pria. Harga diri dan kepercayaan dirinya hancur karena Fidell. la merasa sangat tidak diingin

ngar Elaina terengah makin keras. Jemari gadis itu mengusap rambut dan membenamkan kepalanya di an

ium, merasakan pria itu sedang memberikan kesenangan di bagian atas tubuhnya. Rasanya sungguh aneh, tapi menyenangkan.

bulu," desahn

puncak dada yang menegak, ia membelai dan membuat bagian tubuh itu makin keras. Mengeluarkan segala keberanian, ia menunduk dan memb

apa?" tanya Alister

l yang sama,"

sap dada. Selesai melakukan itu, ia menegak

ya, tidak heran kalau gairahnya terpancing. la mengangkat Elaina dari atas tubuhnya, membaringkannya ke sofa dan dengan cepat melucuti celana d

apa?" ta

um. "Kamu mauny

ium, Menggeleng kera

ea pribadi dan telunjuknya mengusap permuka

ak tapi mengang

kat, mengusap dengan dua jari da

mahkota Elaina, dengan lembut dan perlahan. Jarinya bergerak memu

amu," per

usaha memasukkan satu jari ke sana. Saat melihat apa yang

h berteriak kalau kam

an sensasi lain di bawah tubuhnya, ia menegang. Satu kecupan, berubah menjadi ciuman dan lidah pria itu mendadak menyapunya. E

ah

nya untuk tetap membuka. Berbagai perasaan menghantam Elaina, campuran antara gairah dan juga m

api juga cairah dari dalam tubuhnya. Saat Alister mengangkat kepal

ter sambil mengusap bibir

ntuk mengusap wajah Alister. "Kamu li

menyuk

, sekarang ak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinderella Pulang Pagi
Cinderella Pulang Pagi
“Apa yang kamu lakukan jika tunanganmu meninggalkanmu dan memutuskan untuk menikah dengan wanita lain saat pernikahan kalian sudah dekat? Menangis semalaman karena patah hati atau bermain cantik untuk membalas dendam pada mereka yang melukaimu? Ya, Elaina bukan Cinderella, namun ia kehilangan sebelah sepatunya saat mengacau di pesta pernikahan sang mantan tunangan. Setelah mendapati tunangannya menikah dengan gadis lain, beberapa hari setelah memutuskan hubungan dengannya. Ia dengan diliputi sakit hati dan dendam, berencana mengacaukan pernikahan itu, namun gagal. Elaina bukan Cinderella, namun penderitaan karena sakit hatinya tidak kurang dari penderitaan Cinderella yang ditindas Ibu tirinya. Setelah rencana mengacau itu gagal, ia justru dibawa takdir kepada kisah baru untuk kehidupannya. Dalam keadaan putus asa dan patah hati, Elaina bertemu Alister, pria tampan yang karismatik dan juga berbahaya. Elaina bukan Cinderella, namun siapa sangka, Alister – yang adalah orang terdekat dari mantan tunangannya – justru menjadikannya bak Cinderella. Memberikan warna baru bagi Elaina, sekaligus menjadi medianya untuk membalaskan sakit hatinya pada sang mantan tunangan. Bagaimana kisah ini berakhir?”