icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

My Tsundere King

Bab 3 Pacar

Jumlah Kata:1076    |    Dirilis Pada: 22/01/2024

perihal praktek besok dan jadwal belanja sekarang ialah aku, Raja, Izzu, serta Daisy. Belum lagi menggarap RAB (

ah sedikit, auto di ceramahi panjang lebar oleh kajur Tata Boga, hadeuh. Sedang sibuk menggarisi tabel untuk bahan serta

ku buatin RAB

angan ada yang salah, apalagi

n seenaknya suruh aku kerjain punya dia ju

ar pembelaan darinya, "bikin RAB semua kelompok lebih susah ketimbang pekerjaan per

mudah untuknya membuat RAB sem

sakit. Satu jam sebelum bel pulang, punyaku telah selesai. Merega

belanja buat besok, langsung cus aja ke toko lan

libur? Biasanya juga enggak pe

antara." Semuanya mengangguk paham dan kembali ke r

menghampiriku yang t

n ponsel dan menar

AB? Iyalah, biasanya Daisy banyak tingkah di dalam maupun luar kelas. Lha sekarang? Macam ke

napa matanya celingukan ke arah Wahyu?" Demi cintaku kepada Dylan Wang, raut wajah

wat," bisik Daisy. Jadi, betul 'kan Daisy terkenal b

uara Lusi menggema ketika

nd Daisy mukanya pucat hampir pingsan kalau ak

n hampir terlena olehnya segera di tepis, kala m

kat pada Wahyu, "Daisy noh yang suka sama

jah pucatnya Daisy, bel pulang berbunyi menyelamatkan

kunjung lulus TK, aku gak sudi dibonceng Raja, bikin darah tinggi. Saling berdebat, akhirnya Raja

gin mengeluarkan beribu-ribu kata yang tertahan akibat di depanku ini adalah Raja. Selain be

tan berisi daftar data belanjaan dalam tas hi

a?" ujarku sebisa m

elaki itu malah kembal

Keburu sore dan cuaca lagi mendung

ra Izzu bertugas mengambil bahan tersebut. Tak

forest, rainbow cake, chiffon cake, butter cake dan red velvet. Aku dengan Raja kebagian ra

kiran. Menenteng kantung kresek masing-masing di kedua tanganku, sedangkan untuk bahan yang mudah pecah seperti telur dan lainnya dibawa oleh Izzu. Berbicara h

sela. Ottoke ini. Gak mungkin aku naik kendaraan umum

e kepadanya agar aku ikut

a

o?! Ogah dih." Mata Daisy melotot, sementara aku mengembungkan k

aja sambil menarik lengan bajuku. Gaw

skan cekalan di lengan bajuku, "jangan gila deh. Aku g

nghunus tajam ke arahku, sampai

em motor punya abi nya." Aku mencerna penjelasan dari Izzu. Rupany

ang, pesantren ini milik kedua orang tuanya Raja, dan lelaki bermulut pedas itu adalah anak bungsu yang memi

tebar pesona, apalagi ganjen sama santrinya

hitam, baju koko putih, dan jangan lupakan kopiah se

Tenang. Hampir saja aku berkata kasar di depan santri tadi. Setelah puas menjahili aku, Raj

a terbuka, hingga menampilkan sosok anak kecil yang aku ki

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
My Tsundere King
My Tsundere King
“Ratu Gifara, gadis berusia 16 tahun itu harus beradu mulut setiap harinya dengan Raja, semenjak naik ke kelas 11. Lelaki yang memiliki bola mata hitam pekat dan berwajah datar yang akan menunjukkan sifat nyinyir hanya kepada Ratu seorang. Keras kepala. Itulah sifat mereka berdua. Tidak ada yang mau mengalah, hingga hari kelulusan tiba. Tentang Ratu yang tidak mengetahui perjanjian rahasia antar kedua orang tuanya bersama seseorang. Ditambah Raja, lelaki bermulut pedas dengan sejuta rahasianya.”