icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
JANGAN AMBIL ANAKKU

JANGAN AMBIL ANAKKU

Penulis: aida runi
icon

Bab 1 Kecelakaan almira

Jumlah Kata:2002    |    Dirilis Pada: 13/09/2023

u kamu di sini saja tidak apa-apa, Arka tidak membutuhkanmu!" kali

aku yang mengandungnya aku yang melahirkannya kamu tidak berhak mengambilnya dariku!" teriak Alm

tak bisakah kau memberikan aku satu kesempatan saja? lagi pula Apakah kamu punya bukti dengan kesalahan y

enarkan bahwa dirinya tidak mempunyai bukti kuat bahwa suaminya berselingkuh, yang dia tahu h

bunya dia mendapatkan chat wa dari keponakan dari suaminya y

wi, rumah Dewi berada tepat

bal keluar dengan mobil selingkuhannya itu, mobil sport hitam yang dulu diakui

a, jadi dia tadi tidak mau menyusulku ke ruma

keluar dengan perempuan g

keponakannya itu, hatinya terbakar emo

a pamit kepada ibu

ngen martabak telor punya kang Diman di pe

gai sama sekali gelagat Anak

inta sama kakakmu Eni untuk menemani!" jawab Bu Aminah den

sendiri kok bu! nggak usah kuatir."Almira sengaja memasan

dak mencurigai gelagat anakny

usah ngebut, ini sudah mala

an kekuatan penuh, Bu Aminah yang melihatnya sontak kaget, Dia bar

Bu Aminah, dia menduga-duga

hkan keselamatan putriku kepadamu ya Rabb ku!"dengan menengadahkan tangannya Bu Aminah berdoa

lmira dan tidur bersama anak dar

doain mamamu nak, Semoga Allah melindunginya!" Bu Amina

ira pamit keluar, h

u Bu tolong mbak Eni dan Mas Aldo suruh ke sini! Aku takut Bu!

era keluar mencari keber

dia kecelakaan tolong berangkatlah sekarang juga!" perintah Bu Amin

Mereka pun segera berangkat ke temp

ai jaket agar tida

u kedatangan menantu dan anaknya, berkali-kali

oleh kecelakaan tadi. dengan segera Bu Aminah menghampiri Almira yang sudah terli

alau ada apa-apa cerita sama Ibu, jangan buat Ibu seperti ini!" dengan berlinang ai

dia istirahat dulu!" ini pun memberi instruksi kep

lkan dulu air mineral!"p

gerombolan orang, ternyata mereka adalah lawan dari kecelakaan yang yang di

a kepada semua orang itu, meskipun mereka datang secara rama

aan tadi siapa?"tanya Bu Aminah menatap satu per

ng pemuda dengan po

a menuntut ganti rugi! seperti kesepakatan awal di tempat tadi, Saya ingin

lah yang paling parah, di mana setengah dari muka Almira bengkak entah karena apa, dan juga

nya lembut sang anak untuk keluar dan duduk karena memang ko

ang dikendarai anak saya seperti apa? kurasa matamu tidak buta untuk melihat it

waban itu saya atau Anda?"teriak Bu Aminah

r yang tidak ada lampunya Bagaimana saya bisa melihatnya, apalagi kondisinya ini m

tu di standar tengahnya!"Bu

ng diperintahkan oleh sang mertua. Langsung Bu Aminah menyalakan mot

jangan-jangan Kamu benar-benar buta?"sinis Bu Aminah yang membuat pemud

au kedua motor ini masuk ke bengkel, dan biayanya kita

oleh Almira tentu biasanya akan lebih banyak dikeluarkan oleh motor

batan untuk anak saya? Apakah juga akan ditanggung bersama?"Bu Aminah

g-masing! Saya hanya mau motor yang saya kendarai ke

i, kita akan ke bengkel bersam

at sangat tegas dan galak, padahal selama ini yang mereka k

ak ada di rumah beliau sedang ikut ziarah ke w

berpamitan, Bu Aminah pun ber

itu pun tersenyum, kemudian

begitu dengan sangat menakutkan! ini tidak seperti it

ke lantai kemudian berta

kata sedemikian kasar kepada mereka?

dak apa-apa kok, motornya saja cuma lecet sedikit, kok bisa-bisanya malah meminta ga

motor kita dan motornya dia akan habis banyak, karena motor kita

uk biaya motor kita,toh emang dasarnya dia yang salah, iya loh yang

sudah aku iyain aja apa yang dia katakannya tadi, yang penting kami sudah bisa pulang dulu! tak tahunya dia

ngar kalau dia mengatakan motor yang dia pakai itu bukan motorny

kelnya nggak usah jauh-jauh yang dekat sini saja, biar kita juga bisa pantau s

mendengar adik kesayangannya sedang kena musibah seperti ini!" Bu Aminah m

inya yang beda kecamatan dengan tempat tinggal Bu Aminah, tapi jika diukur dengan jarak d

esok pagi kakak ke rumah Ibu ya? coba nanti kakak bawa Almira untuk melakukan rontgen ke rumah sakit, mukanya beng

i juga aneh loh Dek kenapa pulang kak aida yang kamu hubungi, harusnya kamu tuh menghubungi suaminya, kalau memang

ng dihubungi, tak mau menduga-duga tak jelas, Di tengah malam tersebut Dia segera menstarter motornya untuk menuju kediaman ibunya setelah sebelumnya dia membangunkan putrinya untuk ikut bersamanya, aida sedikit tidak tenang takut apa-apa te

a, Anisa ini berusia 8 tahun, dan kebet

Bu Aminah, dengan tergesa-gesa dia turun dari

mengucapkan salam Saat

menjawab salam dari anak tertuanya itu, kemudian Aida m

s suaminya Iqbal di mana? Bagaimana bisa ke

ibumu ini harus menjawab yang mana dulu?"Bu Am

pa-apa besok saja kalau dia sudah tenang!" memperingatkan anak sulungnya ya mema

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
JANGAN AMBIL ANAKKU
JANGAN AMBIL ANAKKU
“Cerita ini mengisahkan tentang Ketakutan seorang ibu muda berusia 30 tahun yang takut anaknya di rebut paksa dari pelukannya karena memilih sebuah perceraian.Almira memilih perpisahan di usia pernikahannya yang baru berusia 1,5 tahun karena tabiat suami yang selain pelit uang nafkah juga suka selingkuh.Dia memilih mundur dari pernikahan yang tak sehat itu demi kewarasannya, tapi ternyata tak semudah itu melepaskan diri dari suami yang di perjuangkan nya dulu.Iqbal yang mengetahui kelemahan Almira yang takut kehilangan anaknya pun memanfaatkan itu untuk menekan dan mengancamnya agar tak melanjutkan keinginannya untuk. berpisah.Bagaimana kelanjutannya?”
1 Bab 1 Kecelakaan almira2 Bab 2 Penghianatan Iqbal3 Bab 3 masalah yang berulang4 Bab 4 Mulai protes5 Bab 5 Rincian gaji Iqbal 6 Bab 6 Trik Almira 7 Bab 7 Menuruni sifat sang ayah8 Bab 8 Keributan yang sama9 Bab 9 Halwa Karimah10 Bab 10 Sambangan ke pondok11 Bab 11 Arka tersiram air panas12 Bab 12 Almira memilih13 Bab 13 Memulai yang direncanakan14 Bab 14 Mengumpulkan Bukti15 Bab 15 Suci hamil16 Bab 16 6 bulan kemudian17 Bab 17 Cuti dadakan 18 Bab 18 Almira berkisah19 Bab 19 Iqbal bertemu Almira