icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Di Jual Suamiku

Bab 4 Aneh

Jumlah Kata:1020    |    Dirilis Pada: 20/07/2023

uami mana yang merelakan isterinya di jamah oleh lelaki lain kalau bukan Bang Awan si brengsek itu. Hatiku serasa perih ka

uai oleh mimpi-mimpinya. Aku segera beranjak kekamar mandi, ku pandangi wajahku di cermin, mataku merah serta bengkak.

dan lenganku bergetar, aku lemah. Pandanganku seakan menjadi ganda serta ber

st

namaku dan memeluk t

pa?" Tanya

ng Awan segera membawaku kembali kekamar. Membaringkan diriku keatas tempat tidur, kulihat bang Awan mula

a kalimat itu yang sangg

au Abang lihat-lihat kondisi kamu itu sedang ngak bai

mah

Kami duduk menghadap seorang dokter berjenis kelamin wanita. Dokte

han apa?"

iap pagi saya muntah-muntah terus, apa

rata wanita hamil mengalami gejala morning s

dengar suaranya. Ah ternyata dia sedang asyik bercinta dengan ponselnya. Dia seakan t

" Dokter itu menyodorkan sele

keluhan

engge

a ini ibu harus tetap rileks, jangan banya

a d

t ya pak." Kali ini pandangan Dokter beralih pada suamik

erimakasih kepada dokter itu lalu keluar dari

elan ketika posi

mm

ku kesal melihat dia yang ngak perduli

g itu simpen dulu po

ak usahlah ngurusin Abang kalau lagi main ponsel! L

diperhatiin Bang,

" Bang Awan langsung b

sedih bisakah pernikahan ini di pertahankan? Lalu bag

kamar. Dia tengah menyisir rambutnya sambil sesekali membubuhinya dengan minyak. Semerba

Awan pelan di tenga

ua

nyum lalu meno

pengen kasih k

sudn

h yang tergeletak di atas nakas, Aku memperhatikannya saja. Setelah

melemparkannya keara

, yah sebuah dress indah yang elegan. Sebagai seorang wanita tentu saja Aku

anget Bang. Buat siapa baju ini Bang

wanita lain dirumah ini selain kamu?" Dia masih te

itu memperd

n bawa kamu ke hotel buat bulan madu. Pasti kamu belum perna

nakan. Malam ini kalau ditanya tentu saja Aku bahagia. Dibelikan baju, diajak

u menarik tanganku, kami pergi menggunakan taksi ke hotel perdana, awalnya Aku tak berpikir macam-macam tapi ketika kupikirkan baik-

iam sepanjang perjalanan, bukankan kah seharusnya dia merasa bahagia malam in

ya di kam

an tersusun amat rapi. Lampunya pun cukup untuk membuktikan sebuah keromantisan. Aku t

lan. Dia hanya berdiri memandangiku. Lagi-lagi A

ng keluar d

apa B

ilan di m

awabku s

ubuhku dan ah rasanya enak sekali, ku coba memejamkan mataku sejena

E

l dan berdiri tegap di depan pintu. Kupikir itu adalah Bang Awan. Tapi kuperhatikan dengan sungguh-sungguh, kalau sosok itu bukanlah bentuk dari

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Di Jual Suamiku
Di Jual Suamiku
“Bagaimana jika pernikahan yang selalu kau mimpikan malah menjadi kehidupanpun yang pelik?”