searchIcon closeIcon
Batalkan
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Redefine

Antara Kerja dan Kenikmatan

Antara Kerja dan Kenikmatan

Juliana
Kupejamkan mataku, dan kukecup bibirnya dengan lembut, dia menyambutnya. Bibir kami saling terpaut, saling mengecup. Pelan dan lembut, aku tidak ingin terburu-buru. Sejenak hatiku berkecamuk, shit! She got a boyfriend! Tapi sepertinya pikiranku mulai buyar, semakin larut dalam ciuman ini, malah dalam pikiranku, hanya ada Nita. My logic kick in, ku hentikan ciuman itu, kutarik bibirku mejauh darinya. Mata Nita terpejam, menikmati setiap detik ciuman kami, bibir merahnya begitu menggoda, begitu indah. Fu*k the logic, kusambar lagi bibir yang terpampang di depanku itu. Kejadian ini jelas akan mengubah hubungan kami, yang seharusnya hanya sebatas kerjaan, menjadi lebih dari kerjaan, sebatas teman dan lebih dari teman.
Romantis R18+Role PlayFantasiHubungan rahasiaCinta segitigaBudak seksualPlayboyMenarikTampanTempat kerja
Unduh Buku di App

Rasanya tidak pernah ada kesedihan yang mampu membuat seorang Elice Danurdara menumpahkan air matanya sedemikian rupa seperti saat ini. Di mana bukan hanya tangisannya yang tampak memilukan, tapi isakan yang berulang kali mengguncang pundaknya juga turut membuktikan bahwa ia begitu terluka. Layaknya dunianya sudah hancur lebur tanpa ada sisa.

“Aku benar-benar mencintaimu, Elice. Sungguh. Aku benar-benar mencintaimu.”

Elice ingin mengenyahkan suara itu dari benaknya. Tapi, semakin banyak minuman yang ia teguk, maka semakin kuat pula suara itu menggema. Tidak mampu ia singkirkan. Betapa pun ia menginginkannya.

“Dasar kau bajingan, Ariel!”

Elice meremas gelas di tangannya dengan kuat. Benda bening yang terbuat kaca itu seolah menjelma menjadi sosok sumber rasa sakit hatinya. Ia butuh pelampiasan. Dan mungkin dalam waktu dekat, pelampiasan itu akan berubah bentuk menjadi kepingan pecahan beling.

“Ssst.”

Ternyata gelas kosong itu masih bernasib mujur. Ada satu tangan yang mendadak saja melepaskan benda itu dari genggaman tangan Elice. Layaknya seorang pahlawan yang sedang menyelamatkan korban tak berdosa dari pembantaian membabi buta.

Elice menoleh. Mengerjapkan mata dan menghentakkan kepalanya sekali. Berusaha untuk menerangkan sedikit penglihatannya yang sedikit kabur. Dampak dari minuman yang ia teguk dan berkat lampu berkelap-kelip yang menerangi tempat tersebut.

Ada seorang pria. Berpakaian rapi perpaduan antara jas hitam dan kemeja tanpa dasi. Dua kancing teratas di sana tampak terbuka. Sedikit menampilkan kulit bewarna perunggu yang terlihat berkilat lantaran setipis keringat yang membasahinya.

“Aku Garett. Dan kau?”

Tangan itu menyisihkan gelas Elice ke jarak yang aman dari jangkauannya. Lalu ia menawarkan jabat tangan. Tanda perkenalan yang justru disambut oleh dengkusan oleh Elice. Tangannya naik dan mengibas.

“Pergi dan tinggalkan aku sendiri. Aku tidak ada urusan denganmu.”

Pria yang mengaku bernama Garett itu tersenyum miring. Tampak tidak canggung sama sekali ketika jabat tangannya diabaikan. Bukannya diterima, yang ada justru sebaliknya. Ditolak. Dan itu terang-terangan terjadi di hadapan seorang bartender yang sedang meramu minumannya. Ia mendengkus geli. Memberikan isyarat pada Garett dan pria itu hanya mengangkat bahunya sekilas.

“Sepertinya kau sedang memiliki masalah yang cukup besar.”

Ekspresi geli di wajah sang bartender semakin menjadi-jadi. Ia menggeleng berulang kali dan memutuskan untuk angkat kaki dari sana. Tidak ingin melihat pertunjukan yang mungkin akan dimulai sebentar lagi.

“Masalah yang seharusnya tidak pernah datang untuk membuat seorang wanita secantikmu menangis seorang diri seperti ini.”

Elice memejamkan matanya. Sekarang sepertinya ia berhasil mengusir suara Ariel yang sejak tadi seolah terus menggema di benaknya. Tapi, nahas. Hilangnya suara Ariel justru digantikan oleh suara lainnya yang sok peduli dengan keadaannya sekarang.

“Kau tidak bisa pergi dari sini?” tanya Elice dengan nada sengit. “Apa kau tidak tau pintu keluar?”

Garett tertawa. Tidak merasa tersinggung sama sekali. Alih-alih ia justru melakukan sesuatu yang membuat Elice membelalakkan mata.

Garett menarik satu kursi bundar di sana. Duduk. Tepat di sebelah Elice. Dan melihat itu, Elice menggeram.

Elice tidak ingin menambah daftar kekacauannya hari itu. Cukup kejadian dengan Ariel yang membuat ia berantakan. Ia tidak ingin berurusan dengan orang asing yang gila malam itu.

Kursi yang Elice duduki berputar. Cukup memberikan sinyal bahwa dirinya akan segera pergi dari sana. Tapi, Garett tidak membiarkan Elice untuk meninggalkan dirinya.

Elice mendapati kursi yang ia duduki kembali berputar ke posisi semula. Ia melihatnya. Ada tangan Garett yang melakukan hal tersebut.

“Kau.”

Mata Elice sekarang bukan lagi membesar. Alih-alih justru melotot. Dan seharusnya itu sudah lebih dari cukup untuk memberikan isyarat bahwa ia tidak suka dengan apa yang telah Garett lakukan.

Garett menyeringai. Ia menunjukkan jam di tangannya. “Masih jam sebelas, Nona. Masih terlalu pagi untuk pulang sekarang.”

“Apa pedulimu? Bahkan kalaupun aku memutuskan untuk pulang jam tiga pagi, kau tidak ada hak untuk melarangku.”

Seringai di wajah Garett semakin menjadi-jadi. Matanya fokus pada berkas merona bewarna kemerahan yang timbul di pipi Elice. Entah itu karena pengaruh minuman atau mungkin karena pengaruh marah padanya. Tapi, Garett tidak peduli apa penyebabnya. Yang ia pedulikan hanya satu. Warna yang terkesan alamiah itu membuat ia betah memandang wajah Elice berlama-lama. Tampak menarik.

“Aku memang tidak ada hak untuk melarangmu, Nona,” ujar Garett seraya memajukan sedikit tubuhnya. Mengikis jarak di antara mereka berdua dan ia memanfaatkan fakta itu untuk menatap lekat pada kedua bola mata Elice. “Tapi, sejujurnya saja. Aku tidak tega melihat wanita sepertimu harus menangis seorang diri di tempat seperti ini.”

Lagi-lagi, Elice mendengkus.

“Bahkan lebih dari itu. Tidak seharusnya seorang wanita sepertimu menangis.”

Mendengar hal itu, mata Elice spontan berkedip sekali. Lalu satu senyum muncul di bibirnya. Membentuk ekspresi yang membuat Garett mengerutkan dahi. Lantaran senyum itu tampak aneh di matanya.

“Kalau kau ingin merayu wanita,” ujar Elice kemudian. “Carilah wanita lain, Tuan. Aku sudah muak mendengar kata-kata manis dari kaum pejantan seperti kalian.”

Garett tak mampu menahan kesiap takjubnya. Ia terbahak dan tampak tidak tersinggung sama sekali.

“Hahahahaha.”

Tawa yang menyebalkan bagi Elice. Dan ia tidak berencana untuk mendengarkan tawa itu di sepanjang malamnya. Ia akan pergi dari sana. Sebelum emosi di dalam dadanya beranakpinak dan tak mampu ia kendalikan lagi. Siapa yang akan menjamin kalau Elice tidak tersulut untuk memecahkan gelas kosong miliknya tadi di kepala pria itu?

Hanya saja, untuk kedua kalinya, keinginan Elice untuk pergi dari sana harus gagal. Kali ini bukan karena Garett memutar kembali kursi yang ia duduki. Alih-alih lebih dari itu. Sekarang dengan terang-terangan Garett menahan satu tangan Elice.

Elice melotot. Melihat bagaimana dengan beraninya Garett memegang pergelangan tangannya. Ia berusaha menarik lepas tangannya, tapi Garett justru membawanya untuk semakin mendekat padanya.

Baca Sekarang
Bound by Destiny

Bound by Destiny

V
Dicampakkan dan dipermalukan, Elice Danurdara tak pernah mengira bahwa ia akan tetap bertahan pada hidup. Nyaris menyerah. Hingga malam itu mengantarkan dirinya pada satu pembuktian gila. Bahwa dirinya masih berharga. Garettinus Hardiyata namanya. Pria asing yang membuktikan pada Elice bahwa di mat
Romantis R18+MenegangkanBalas dendamKehamilanCEOPria Sejati
Unduh Buku di App
Ketagihan Ibu Tiri

Ketagihan Ibu Tiri

Fajar Merona
Bacaan Khusus Dewasa
Romantis R18+KeluargaPengkhianatanHubungan rahasiaBudak seksualMenarikUrban
Unduh Buku di App
Mama Polos Dan Bayi Jenius

Mama Polos Dan Bayi Jenius

Laila
Enam tahun lalu, wanita itu masuk ke ruangan yang salah dan menghabiskan malam yang liar. Namun, dia tidak ingat apa-apa tentang pria itu. Yang lebih parah, dia hamil. Untuk melahirkan bayinya, dia meninggalkan rumahnya dan memulai hidup baru. Kedua kali dia bertemu dengannya, dia bekerja sebagai s
Romantis KeluargaNafsuModernPerbedaan Status SosialKehamilanCEOPasanganMenarikTampan
Unduh Buku di App
Terjerat Pesona CEO Tampan

Terjerat Pesona CEO Tampan

Abigail Kusuma
Hidup Odelia seakan mendapatkan kesialan yang bertubi-tubi. Mulai dari perusahaan di mana dia bekerja berada di ambang kebangkrutan. Lalu dicampakan oleh calon suami yang memilih Wanita lebih kaya. Semua benar-benar telah menghacurkan hidup Odelia. Keputusasaan Odelia membuatnya memilih pergi ke kl
Miliarder R18+PengkhianatanKehamilanCEOJeniusTampanUrbanTempat kerja
Unduh Buku di App
Terjerat Birahi Direktur Dingin

Terjerat Birahi Direktur Dingin

shena
Mengandung adegan dewasa 21+ Raisa Anastasya mengalami kematian tragis, tertabrak truk, setelah melabrak tunangannya yang tengah berselingkuh. Bukannya mati dan kembali ke alam baka, Raisa malah masuk ke tubuh perempuan lain yang juga bernama Raisa, seolah semesta memberikan kesempatan kedua padanya
Romantis R18+PengkhianatanBalas dendamCEOMenarikTampanUrbanTempat kerja
Unduh Buku di App
Sekretaris Cupu Vs Boss Arrogant

Sekretaris Cupu Vs Boss Arrogant

NUKHANA
Mengandung adegan dewasa 21+ Harap bijak memilih bacaan! Permainan dimainkan oleh siapa saja. Di kalangan mana saja, kelas atas atau kelas bawah, mereka memiliki permainannya masing-masing. Sama halnya dengan seorang boss yang memiliki mainannya sendiri. Namun, apakah pantas seorang boss memainkan
Romantis R18+MenegangkanCinta yang dipaksakanCinta pada pandangan pertamaCEOPengurus rumahMenarikJenius
Unduh Buku di App
Kembar Manis: Memuaskan Diri dalam Cinta Ayah

Kembar Manis: Memuaskan Diri dalam Cinta Ayah

TESS WHITE
Wajah Ningsih kusut. Dia telah mengambil keputusan yang mengubah hidup dengan mengandung bayi untuk pria tak dikenal, untuk memenuhi biaya operasi ibunya, tidak menyadari apa yang akan terjadi di masa depan untuknya. Lima tahun telah berlalu dan dia telah menjadi dokter anak terkenal. Saat dia me
Romantis KeluargaHumorModernKeluarga RumitCinta segitigaKembarLicikJenius
Unduh Buku di App
Gairah Nikmat Kopi Susu

Gairah Nikmat Kopi Susu

Juliana
21+ "Pantas belum jalan, ada maunya ternyata" Ujar Fany "hehehehe... Yuk..." Ujar Alvin sambil mencium tengkuk istrinya. Fany segera membuka handuknya. Buah dadanya menggantung indah, perutnya yang rata dan mulus, serta area kemaluannya yang ditutupi rambut hitam langsung muncul. Alvin segera mem
Romantis R18+Role PlayFantasiCinta pertamaCinta segitigaBudak seksualPlayboyBeruntungUrban
Unduh Buku di App
Perangkap Tuan CEO

Perangkap Tuan CEO

Suny_Edelia
“Menjadi milikku adalah keharusan bagimu, karena aku menginginkan hal itu. Tubuhmu, jiwamu, setiap jengkal kulitmu. Hanya aku yang boleh memilikinya, dan hanya aku.”
Miliarder Cinta pertamaCEOJeniusTampanMiliarderTempat kerja
Unduh Buku di App
Pesona Wanita Pilihan CEO

Pesona Wanita Pilihan CEO

AR_Merry
Harap bijak memilih bacaan! Mengandung adegan dewasa 21+ “Kau harus mempersiapkan diri menikahi putri dari Mr. Franklin, William,” ucap Michael tegas dan tak mau dibantah. Bahkan pria itu mengeluarkan tatapan tajam pada putranya yang menjadi CEO di Johnson Corporation sebagai penggantinya. “Aku ti
Romantis R18+Cinta pertamaHubungan rahasiaCEOPria SejatiTampan
Unduh Buku di App

Sedang Tren

Pelangi atau Senja Pembalasan Termanis Sang Penguasa Because It's You Or Because Of You (Indonesia) Jalan Hidup Kita Hear Me Terlibat Skandal dengan Aktor Brengsek
Redefine Wattpad IndonesiaRedefine novel gratis tanpa aplikasiRedefine gratis tanpa beli koin dan offlineRedefine
Yuk, baca di Bakisah!
Buka
close button

Redefine

Temukan buku-buku yang berkaitan dengan Redefine di Bakisah. Baca lebih banyak buku gratis tentang Redefine Wattpad Indonesia,Redefine novel gratis tanpa aplikasi,Redefine gratis tanpa beli koin dan offline.