/0/17384/coverorgin.jpg?v=824555dd66945fa97551dd6fb5bd7e30&imageMogr2/format/webp)
Elvira, atau yang biasa dipanggil Lia oleh keluarga dan teman dekatnya, duduk di tepi balkon rumah megah mereka yang terletak di pusat kota. Dari sana, ia bisa melihat gemerlap lampu kota yang tak pernah padam, hiruk-pikuk lalu lintas yang seolah tak berhenti. Sejak kecil, pemandangan itu selalu mengingatkannya pada satu hal: dunia yang penuh kemewahan dan kenyamanan, yang selama ini menjadi tempatnya bernaung.
Namun, malam itu berbeda.
Udara hangat musim semi menyapu wajahnya yang cantik, tetapi hati Lia terasa dingin dan hampa. Baru beberapa jam lalu, ia menyaksikan ayah dan ibunya bertengkar hebat di ruang tamu, suara mereka bergemuruh memenuhi seluruh rumah. Tidak seperti biasanya, pertengkaran itu bukan lagi sekadar cekcok kecil yang kemudian cepat selesai. Kali ini, semuanya runtuh seperti menara pasir yang ambruk dalam sekejap.
Ayahnya, Jonathan Ardhana, seorang pengusaha sukses yang dikenal dingin dan ambisius, telah mengumumkan keinginannya untuk bercerai. Ibu Lia, Miranda Prasetya, wanita anggun yang selalu terlihat tegar di depan umum, kini menangis terisak di sudut ruangan. Dunia Lia yang selama ini terpaku pada kemewahan dan kebahagiaan semu mulai retak.
Ia merasa seakan-akan seluruh langit di atas kepalanya runtuh.
"Lia, kamu dengar itu, kan? Ayah dan ibu... mereka tidak akan tinggal bersama lagi," suara Mbok Rini, pelayan setia keluarga yang sudah bersama mereka sejak Lia kecil, lembut namun penuh kekhawatiran.
Lia mengangguk pelan. Matanya berkaca-kaca, tapi ia berusaha keras menahan tangis agar tidak jatuh di depan Mbok Rini. Ia tahu betapa besar luka yang ditimbulkan perceraian ini pada ibunya, yang kini menjadi rapuh dan mudah tersedu.
Keesokan harinya, dunia Lia berubah drastis. Ia dan ibunya meninggalkan rumah megah yang penuh kenangan itu, pindah ke sebuah rumah kecil di pinggiran kota. Rumah sederhana yang jauh dari gemerlap lampu dan hiruk-pikuk sosialita yang dulu biasa ia jalani.
Kehidupan baru itu seperti ujian berat bagi Lia. Gadis yang selama ini hidup dalam pelukan kemewahan harus belajar menghadapi dunia nyata yang keras.
/0/24665/coverorgin.jpg?v=a18e649a39800399143780954e35dbd1&imageMogr2/format/webp)
/0/30325/coverorgin.jpg?v=e6674cb1c8d1bd7fdda14072fb08a3ab&imageMogr2/format/webp)
/0/3905/coverorgin.jpg?v=80685fced6d4403a026d3d4bb7660cff&imageMogr2/format/webp)
/0/30628/coverorgin.jpg?v=dda731e13e8af975c20a6d366c2f4586&imageMogr2/format/webp)
/0/6251/coverorgin.jpg?v=95475b5bb5e62a6ede1cdc661ffbcd76&imageMogr2/format/webp)
/0/28653/coverorgin.jpg?v=4f477156a4117dcd43622329613b127a&imageMogr2/format/webp)
/0/28977/coverorgin.jpg?v=02e25489647ffe1022de9426337f759a&imageMogr2/format/webp)
/0/29624/coverorgin.jpg?v=f4b49d72034c00807fb6c6fb558fd1e1&imageMogr2/format/webp)
/0/4573/coverorgin.jpg?v=a2a9ac200b82b6010d584c071bdc2c3b&imageMogr2/format/webp)
/0/16974/coverorgin.jpg?v=f16ae03040c779910f8e415b6fff9d51&imageMogr2/format/webp)
/0/27693/coverorgin.jpg?v=e2f84f3599fbcdd647ee2cff4ce0cd7e&imageMogr2/format/webp)
/0/3399/coverorgin.jpg?v=e61b43a3fab04088051795b9ff6c4430&imageMogr2/format/webp)
/0/3163/coverorgin.jpg?v=d1017b5fca450bb6d309b0068faa215d&imageMogr2/format/webp)
/0/4257/coverorgin.jpg?v=31d7f13fba6fb9e3c214d4f8a9e34d2f&imageMogr2/format/webp)
/0/18263/coverorgin.jpg?v=720de119bd06960062dad4d071c92481&imageMogr2/format/webp)
/0/26855/coverorgin.jpg?v=1b6f21b41e9d584d6d1cd0b206e3972e&imageMogr2/format/webp)
/0/19092/coverorgin.jpg?v=e5dfe54b49e546757ebf94e0e0fde06e&imageMogr2/format/webp)
/0/21598/coverorgin.jpg?v=af91a72228b225b8a4fb1e698bdef0d6&imageMogr2/format/webp)