The Princess Revenge Plan

The Princess Revenge Plan

ChintyaSf

5.0
Komentar
3.4K
Penayangan
16
Bab

Tidak tahu mengapa aku bisa ada di sini? Saat bangun, aku sudah memasuki tubuh orang lain dan melintasi waktu ke masa lalu. Sang pemilik tubuh asliku adalah seseorang yang lemah, dia sering ditindas, disiksa tanpa perlawanan sedikit pun, dan aku tidak menyukai hal itu. Aku akan membalas apa yang telah mereka lakukan berkali-kali lipat! Mungkin itu yang tuhan inginkan ketika jiwaku memasuki tubuhnya. Akan tetapi tunggu, apa? Lamaran dari Pangeran Putra Mahkota!? Akhh menyebalkan! Apapun caranya, rencana balas dendam harus kulakukan! Siapapun yang menghalangiku, maka jangan salahkan aku jika namanya masuk dalam daftar buronan.

Bab 1 01. Time Travel

Aku terus saja berlutut selama berjam-jam menunggu jawaban dari sang Raja Neraka.

Ya benar, aku telah mati karena kecerobohanku sendiri. Aku terjatuh ketika duduk di pagar pembatas di lantai 3 di sekolahku.

Dan akhirnya di sinilah aku berada untuk menghadap Raja Neraka.

"Kau sangat suka berbohong dan menipu orang lain," ucap Raja Neraka.

"Tidak tidak, bukan berbohong atau menipu, tetapi cerdik. Aku hanya terlalu cerdik saja," balasku menolak perkataannya itu.

"Hoo~~ kalau kau merasa begitu cerdik maka akan ku kirimkan kau pergi ke sana," ucap Raja Neraka.

Tanpa menunggu persetujuan ataupun komentar dariku, dia malah membuka pijakanku di lantai dan membuat diriku jatuh ke bawah.

"Tunggu, kau akan mengirimku kemanaaa ...." teriakku.

Bukannya membalas perkataanku, dia malah langsung menutup pintu keluarnya.

"Akhhh!"

Aku langsung bangun dari tidurku dan melihat ke sekeliling tempatku tidur.

"Dasar Raja Neraka sialan! lihat saja akan kubuat kau menyesal karena telah melemparku sembarangan!!" teriakku kesal.

Tidak ada gunanya meneriaki dirinya yang sudah menghilang, jadi aku memutuskan untuk mencari tahu alasan aku di sini.

Aku tertidur di pinggir sungai sendiri, kulihat pakaian yang ku kenakan bukan pakaian terakhirku.

Pakaian ini seperti ala-ala zaman dulu, hanya saja sedikit lusuh. Tanpa pikir panjang aku menghampiri sungai yang berada di sebelahku untuk bercermin.

Aku sangat terkejut karena penampilanku yang sangat berbeda dengan diriku sebelumnya.

Aku langsung terduduk lemas dibuatnya, diriku masih tidak percaya dengan semuanya.

Makanya untuk membuktikannya lagi aku menutup mataku lama dan langsung membukanya untuk melihat bahwa penglihatanku tadi salah.

Dan ternyata, sia sia saja aku menutup lalu membuka mataku hanya untuk memastikannya saja. Karena itu semua memiliki akhir yang sama, tidak ada yang berubah sedikitpun dariku.

Aku menyerah, kuputuskan untuk melihat wajahnya dengan seksama.

Mata birunya yang indah dan bersinar dengan rambutnya yang coklat ditambah kulitnya yang putih walaupun sedikit lusuh itu terlihat sangat cantik.

"Hemm tidak buruk," pujiku tanpa sengaja.

Tetapi tiba tiba aku merasakan kepalaku yang pusing, ingatan pemilik tubuhku yang asli terus saja bermunculan dan berputar putar di kepalaku.

Dikhianati, disiksa, dicampakkan oleh ayah kandungnya bahkan kesedihan yang teramat dalam dirasakannya ketika mengetahui kalau perjodohannya di ambil oleh saudaranya sendiri.

Tiba tiba mata birunya menangis karena mengingat semua hal yang menyakitkan itu.

"Huuh, kau sungguh sangat lemah. Lihatlah kau menangisi sesuatu yang bodoh!" gerutuku sambil menyeka air matanya dengan jarinya dan langsung berdiri.

Aku langsung tertawa puas, inilah saat yang paling aku suka.

"Hahaha, kau tenang saja. Selagi jiwaku ada dalam dirimu, aku akan membalaskan semua dendammu 10 kali lipat. Kan kubuat mereka menyesal karena telah mengusikmu," tekadku bulat.

Pemilik tubuhku yang asli bernama Xue mingyan. Dia adalah seorang nona besar dari keluarga Perdana Mentri.

Yahh hanya pangkatnya saja yang 'Nona Besar' tetapi dia diperlakukan tak jauh seperti pelayan.

Mentalnya yang sangat penakut ini membuat semua orang menindasnya. Bahkan sampai pelayan pun ikut serta untuk membulinya.

Satu satunya yang sering membelanya adalah ibunya sendiri. Tetapi itu hanya bertahan beberapa tahun, ibunya meninggal karena suatu penyakit.

Kalian tidak akan percaya bukan? yah aku juga sama. Itu hanya bualan tabibnya saja, padahal aslinya adalah ibunya telah diracuni oleh seorang selir ayahnya.

Mengapa diriku tahu? ohh ayolaahh demi menjadi nyonya besar siapapun yang jadi hambatannya pasti akan dia bunuh.

Siapa lagi kalau bukan sang selir dari ayahnya saat ini. Yang merebut perjodohannya dengan pangeran ketigapun adalah ulah selir dan anaknya yang jahat.

Dia menghasut Pangeran Ketiga untuk menolak pernikahannya dengan Xue Mingyan dan melamar saudaranya sendiri yaitu Shu Hang.

Dan kabar buruknya, pemilik tubuhku yang asli begitu mencintai Pangeran Ketiga.

Dia begitu mencintainya karena Pangeran Ketiga pernah menolongnya satu kali.

Sebenarnya akupun tidak tahu apakah ini disebut pertolongan atau tidak, biarlah pembaca sendiri yang memutuskannya.

Pada saat Xue Mingyan akan jatuh ke sungai, tanpa sengaja dia juga menarik tangan Pangeran Ketiga.

Inilah yang menurutku sangat lucu, pangeran ketiga yang tidak mau jatuh ke dalam air dia menarik balik tangannya yang dipegang oleh Xue Mingyan ke tepi sungai.

Dan membuat mereka tidak jatuh ke dalam air. Dari itulah Xue Mingyan mulai mencintai Pangeran Ketiga karena telah mencegahnya tercebur ke dalam air.

Aku hanya bisa pasrah ketika melihat sang pemilik tubuhku yang asli mengurung dirinya hampir satu bulan karena ditolak oleh pujaannya sendiri.

Dan tentang mengapa aku yang ada di sini adalah karena ketakutan yang begitu mendalam pada Xue Mingyan, Shu Hang bahkan merencanakan pembunuhan untuknya.

Dia memanggil Xue Mingyan ke sungai yang berada di dekat hutan lalu meracuninya di sana.

Mungkin kalian bingung kenapa harus jauh jauh pergi ke hutan hanya untuk meracuninya saja? nah itulah teka teki saat ini.

Aku hanya bisa menebak nebaknya saja tanpa tahu yang sebenarnya.

"Hehe aku tidak sabar melihat ekspresi terkejutmu saat mengetahui bahwa aku masih hidup adikku," ucapku sambil tersenyum jahat.

Aku sudah memutuskan untuk pulang hari ini ke kediamanku dan membalaskan semua perbuatan hina yang telah mereka lakukan 10 kali lipat.

Karena sekarang aku bukanlah Xue Mingyan yang dulu lagi.

Sekarang aku, Xue Mingyan bersumpah untuk membalaskan semua dendammu pada mereka 10 kali lipat.

"Tunggu dan nantikan saja," tekadku semangat lalu berjalan pulang ke kediamanku.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gemoy
5.0

Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku. ''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur. ''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur. lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman. ''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku. jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi . Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri. ''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga. Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku. ''Jangan nak... ibu mohon.... Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat. Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............ Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat! Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar. Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar. Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"

Membalas Penkhianatan Istriku

Membalas Penkhianatan Istriku

Juliana
5.0

"Ada apa?" tanya Thalib. "Sepertinya suamiku tahu kita selingkuh," jawab Jannah yang saat itu sudah berada di guyuran shower. "Ya bagus dong." "Bagus bagaimana? Dia tahu kita selingkuh!" "Artinya dia sudah tidak mempedulikanmu. Kalau dia tahu kita selingkuh, kenapa dia tidak memperjuangkanmu? Kenapa dia diam saja seolah-olah membiarkan istri yang dicintainya ini dimiliki oleh orang lain?" Jannah memijat kepalanya. Thalib pun mendekati perempuan itu, lalu menaikkan dagunya. Mereka berciuman di bawah guyuran shower. "Mas, kita harus mikirin masalah ini," ucap Jannah. "Tak usah khawatir. Apa yang kau inginkan selama ini akan aku beri. Apapun. Kau tak perlu memikirkan suamimu yang tidak berguna itu," kata Thalib sambil kembali memagut Jannah. Tangan kasarnya kembali meremas payudara Jannah dengan lembut. Jannah pun akhirnya terbuai birahi saat bibir Thalib mulai mengecupi leher. "Ohhh... jangan Mas ustadz...ahh...!" desah Jannah lirih. Terlambat, kaki Jannah telah dinaikkan, lalu batang besar berurat mulai menyeruak masuk lagi ke dalam liang surgawinya. Jannah tersentak lalu memeluk leher ustadz tersebut. Mereka pun berciuman sambil bergoyang di bawah guyuran shower. Sekali lagi desirah nafsu terlarang pun direngkuh dua insan ini lagi. Jannah sudah hilang pikiran, dia tak tahu lagi harus bagaimana dengan keadaan ini. Memang ada benarnya apa yang dikatakan ustadz Thalib. Kalau memang Arief mencintainya setidaknya akan memperjuangkan dirinya, bukan malah membiarkan. Arief sudah tidak mencintainya lagi. Kedua insan lain jenis ini kembali merengkuh letupan-letupan birahi, berpacu untuk bisa merengkuh tetesan-tetesan kenikmatan. Thalib memeluk erat istri orang ini dengan pinggulnya yang terus menusuk dengan kecepatan tinggi. Sungguh tidak ada yang bisa lebih memabukkan selain tubuh Jannah. Tubuh perempuan yang sudah dia idam-idamkan semenjak kuliah dulu.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku