4.8
Komentar
33.2K
Penayangan
78
Bab

Warning (18+) Panggil saja ia Alice. Usianya baru delapan belas tahun, dan ia merupakan siswi berprestasi di sekolah. Sebagai gadis belia, Alice tentunya memiliki banyak mimpi. Salah satunya ia ingin menjadi seorang desainer terkenal. Namun, semua mimpi itu hancur setelah kedua orang tuanya meninggal, lalu kakaknya yang bernama Martin malah menjualnya pada teman kuliahnya. Devan Adipati Gumilang, pemuda kaya raya, dominan dan terkenal paling brengsek di Jakarta. Devan memperlakukan Alice sudah seperti mainannya. Pemuda itu menjadikan Alice sebagai boneka pemuas bafsunya. Bagaimanakah nasib Alice di tangan Devan? Apakah ia bisa terlepas dari cengkeraman gairah iblis berparas tampan itu? Novel keren ini hanya ditulis oleh pengarang asal Indonesia, Dewa Amour

HOLD ME Bab 1 KEMATIAN AYAH

Disebuah ruang UGD rumah sakit tampak seorang lelaki yang terbaring lemah dengan beberapa alat medis menempel pada tubuhnya. Dia adalah Angga Prahadie, seorang manager hotel bintang lima di Bandung yang baru saja mengalami kecelakaan mobil di jalan tol Cipularang bersama istrinya yang bernama Karina.

Karina tewas di tempat sedangkan Angga sendiri sedang menjalani masa-masa kritisnya. Di sampingnya tampak seorang lelaki muda sekitar umur 23 tahun yang duduk dengan memasang wajah acuh tak acuh. Dia adalah Martin Richard Prahadie. Putranya dari istri pertamanya di Jakarta.

Angga sengaja meminta pihak rumah sakit untuk menghubungi Martin karena merasa waktunya sudah tidak lama lagi. Martin memang datang dengan terpaksa karena sebenarnya dia sangat membenci lelaki itu. Pasalnya, Angga sudah meninggalkan Martin dan ibunya 18 tahun yang lalu saat Martin masih sangat kecil. Dan karena pendarahan yang hebat, ibunya Martin yang bernama Stela meninggal saat sedang mengandung anak keduanya dari Angga.

Sejak itu Martin sangat depresi dan tumbuh rasa benci di hatinya untuk Angga yang menurutnya tidak pantas dipanggil "ayah" lagi olehnya.

"Martin ...," suara Angga terdengar sangat berat dengan napasnya yang mulai putus-putus.

Martin membuang wajahnya jauh-jauh, dia tak ingin menatap wajah ayahnya itu yang sudah hampir menemui ajalnya.

"Nak ..." Angga meraih jemari Martin sampai menggenggamnya erat. Dipandanginya wajah putranya itu yang sangat mirip dengannya sewaktu muda.

"Ayah minta padamu, Martin. Tolong bawa Alice bersamamu ke Jakarta. Bagaimanapun dia adalah Adikmu, Nak. Alice tak punya siapa-siapa lagi," ucapan Angga membuat Martin menoleh padanya.

Tidak mungkin! Dia harus mengurus anak dari istri kedua ayahnya itu.

"Dengar pesan Ayah, Martin. Ayah mohon, kamu jaga dan lindungi Adikmu itu ya, Nak?" Angga kelihatan sangat berharap.

Namun Martin hanya diam dan mengalihkan wajahnya ke semua arah. Ya, ini sangat berat baginya.

Dia tidak bisa menerima adik dari ibu yang berbeda itu.

"Martin, berjanjilah pada Ayah, Nak.." suara Angga semakin dalam sedangkan Martin belum juga memberikan jawaban. Paling tidak sebuah anggukan mungkin bisa membuat lelaki itu pergi dengan tenang.

Martin masih membisu sampai Angga menghembuskan napas terakhirnya dengan mata yang masih menatapnya penuh harap. Para perawat dan dokter segera memeriksa dan mencatat waktu kematian lelaki berumur 50 tahun itu.

"Ayah...!!"

Teriakan seorang gadis berseragam SMA yang tiba-tiba histeris di ruang UGD. Martin mundur agak jauh dari ranjang Angga yang sudah tertutup kain putih. Dia tampak jengah melihat tangisan gadis itu. Akan tetapi, butiran air mata tanpa sadar terjun di pipinya. Ya, bagaimanapun Angga adalah ayahnya.

"Ayah bangun! Jangan tinggalkan Alice. Ayah..!!" suara histeris itu sangat menyayat hati Martin.

Ya, gadis malang itu adalah anak dari wanita yang sudah menghancurkan kebahagiaan ibunya. Tidak, tidak, dia tak boleh sampai simpati pada gadis itu. Karena gadis itu adalah anak haram ayahnya! Anak yang tidak seharusnya terlahir! Dia harus membencinya!

***

Setelah proses pemakaman selesai, Martin yang berdiri agak jauh mulai berbalik untuk segera meninggalkan makam Angga. Baginya kematian yang sangat mudah itu terlalu singkat untuk seorang lelaki yang sudah menelantarkan dia dan ibunya bertahun-tahun lamanya. Harusnya Angga mendapatkan hukuman yang lebih. Semoga dia membusuk dia neraka! Martin berdoa dalam hatinya

"Kak Martin!"

Terdengar suara Alice yang membuatnya menghentikan langkahnya tanpa menoleh. Alice berjalan agak ragu menghampiri lelaki berkemeja hitam itu. Seperti pesan terakhir sang ayah, dia harus mengikuti Martin karena cuma pemuda itu keluarga satu-satunya yang dia miliki sekarang.

"Kak Martin mau kemana? Aku ikut ya, Kak?" Alice menatap nanar pada Martin yang malah membuang wajahnya jauh-jauh. Sangat terlihat jelas kebencian di wajah pemuda itu.

"Gue mau balik ke Jakarta," ucapan Martin dengan wajah sinisnya membuat Alice sedikit lega. Paling tidak, lelaki itu mau melihat wajahnya sekarang.

"Aku ikut ya, Kak. Ayah bilang.."

"Siap-siap sana! Gue nggak suka menunggu." Martin tak ingin berlama-lama berhadapan dengan adik sialan itu. Dia segera melanjutkan langkahnya disusul oleh Alice yang tersenyum puas mendengar ucapan sang kakak.

Setelah semuanya selesai dipacking, Alice segera meninggalkan rumahnya dan langsung memasuki mobil Martin. Pemuda itu tidak perduli sedikit pun saat dia sudah duduk di dalam mobilnya. Martin merasa sangat sial karena harus mengurus anak hasil hubungan terkutuk sang ayah.

Martin segera melajukan mobilnya menuju Jakarta. Sepanjang perjalanan mereka tidak saling buka suara apa lagi mengobrol. Keduanya merasa sangat asing karena memang mereka belum pernah bertemu sebelumnya. Alice sesekali menoleh pada Martin, tapi lelaki itu tidak pernah menggubrisnya.

Martin sedang mengutuk dirinya sendiri karena merasa kasihan pada Alice. Kenapa tidak ia tinggalkan saja gadis itu. Apa pedulinya? Anak haram ayahnya itu juga harus mendapatkan balasannya, bukan?

Setibanya di Jakarta mobil Martin memasuki gerbang sebuah rumah yang cukup besar. Rumah peninggalan ibunya itu dirawatnya dengan baik selama ini. Martin kesal melihat Alice yang malah tertidur dengan santainya. Gadis sialan! Dia mengumpat sampai kemudian membuka suara lantangnya.

"Heh, bangun! Lo mau tidur di mobil, hah?!"

Alice tersentak dan tampak ling lung karena suara Martin tadi cukup membuatnya kaget. Dia melihat Martin sedang memasang wajah geram padanya.

"Oh iya, Kak. Maaf, aku ketiduran tadi." Alice segera membuka pintu mobil dan menyeret kopernya keluar. Martin tidak membantunya sama sekali. Lelaki itu segera membuka pintu dan memasuki rumah.

"Bawa semua barang-barang lo ke kamar itu! Gue capek mau tidur," ucapan Martin sambil menunjuk pintu sebuah kamar yang ada di sudut ruangan.

"Iya, Kak, makasih.." Alice tersenyum padanya. Namun Martin langsung membuang muka dan berlalu menuju kamarnya yang ada di lantai dua.

Tak apa, Alice bisa mengerti perlakuan sang kakak padanya. Siapa sih, yang mau menerima anak dari wanita lain ayahnya.

Setibanya di kamar, Alice membuka kopernya dan segera menata semua barang-barangnya. Dia meraih sebuah figuran foto orang tuanya yang tampak sedang tersenyum manis.

Air matanya mulai menetes lagi. Mulai sekarang dia tidak bisa bermanja-manja lagi, tidak ada yang melindunginya lagi, dan tak ada tempat untuk berkeluh kesah lagi. Sekarang dia hanya menumpang pada kakak yang sangat membencinya. Entah akan seperti apa kehidupannya nanti.

Dia ingin berontak dari nasib buruk ini, dia tak mau begini! Tapi apa boleh buat, Tuhan berkehendak lain. Ayah-bundanya harus pergi, dan cuma Martin satu-satunya keluarga yang dia miliki sekarang. Dia harus kuat menerima kenyataan ini.

Alice tertidur dengan pipinya yang basah dan kedua tangannya mendekap figuran foto orang tuanya. Andaikan semua ini hanya mimpi, dia ingin segera bangun dari mimpi buruk ini sekarang juga!

Tok! Tok! Tok!

"Bangun!!"

Suara Martin membuatnya kaget, Alice melihat jam wekernya yang baru saja menunjuk pukul dua pagi. Mau apa kakaknya itu memintanya bangun? Meski masih mengantuk, Alice segera beranjak dari ranjangnya untuk membuka pintu.

"Tidur apa mati sih? Lama banget. Pakai ini, cepat keluar!" Martin langsung melemparkan sehelai pakaian berbahan tipis ke wajah Alice. Gadis itu masih bingung, lantas menjembreng pakaian itu.

Lingeri? Apa maksudnya?

"Apa ini, Kak?"

"Pake tanya lagi, elo nggak lihat itu apa?"

"Lingerie, Kak," jawab Alice dengan wajah polosnya

"Bagus kalo lo tahu. Cepat pakai itu dan temui teman-teman gue di teras belakang. Temani mereka minum."

Apah? Menemani minum? Pake baju begini? Alice masih tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya. Dia masih terdiam menatap wajah Martin yang tampak geram padanya

"Kenapa bengong? Cepat pakai sana!" Martin mendorong tubuh Alice.

Gadis itu benar-benar tidak menyangka kalau kakaknya itu menyuruhnya melayani temannya yang sedang pesta miras di teras belakang rumah.

Astaga, bagaimana ini? Tidak mungkin dia mengenakan pakaian tipis begitu di depan banyak lelaki.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Dewa Amour

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
HOLD ME HOLD ME Dewa Amour Romantis
“Warning (18+) Panggil saja ia Alice. Usianya baru delapan belas tahun, dan ia merupakan siswi berprestasi di sekolah. Sebagai gadis belia, Alice tentunya memiliki banyak mimpi. Salah satunya ia ingin menjadi seorang desainer terkenal. Namun, semua mimpi itu hancur setelah kedua orang tuanya meninggal, lalu kakaknya yang bernama Martin malah menjualnya pada teman kuliahnya. Devan Adipati Gumilang, pemuda kaya raya, dominan dan terkenal paling brengsek di Jakarta. Devan memperlakukan Alice sudah seperti mainannya. Pemuda itu menjadikan Alice sebagai boneka pemuas bafsunya. Bagaimanakah nasib Alice di tangan Devan? Apakah ia bisa terlepas dari cengkeraman gairah iblis berparas tampan itu? Novel keren ini hanya ditulis oleh pengarang asal Indonesia, Dewa Amour”
1

Bab 1 KEMATIAN AYAH

11/04/2022

2

Bab 2 SEKOLAH BARU

11/04/2022

3

Bab 3 SIAPA PEMUDA ITU

11/04/2022

4

Bab 4 DIA BUKAN ADIKKU

11/04/2022

5

Bab 5 LONELY

11/04/2022

6

Bab 6 ALICE YANG MALANG

11/04/2022

7

Bab 7 GETIR

11/04/2022

8

Bab 8 AKU DIJUAL 200 JUTA

11/04/2022

9

Bab 9 AKU SAKIT

11/04/2022

10

Bab 10 PRAGILE

11/04/2022

11

Bab 11 DEVIL

13/04/2022

12

Bab 12 KEBENCIAN MARTIN

13/04/2022

13

Bab 13 BUKA SERAGAM KAMU

14/04/2022

14

Bab 14 FELLING NOT RIGHT

14/04/2022

15

Bab 15 JANGAN MENANGIS ALICE

15/04/2022

16

Bab 16 AKU BUKAN BONEKA

15/04/2022

17

Bab 17 SEDANG DATANG BULAN

15/04/2022

18

Bab 18 RAHASIA MARTIN

15/04/2022

19

Bab 19 BUKAN KAKAKKU

16/04/2022

20

Bab 20 IBLIS BERPARAS TAMPAN

16/04/2022

21

Bab 21 GADIS MANIS

16/04/2022

22

Bab 22 MAKING LOVE

16/04/2022

23

Bab 23 PERCINTAAN PANAS

16/04/2022

24

Bab 24 BROKEAN ANGEL

18/04/2022

25

Bab 25 KAKAKNYA CHELSEA

18/04/2022

26

Bab 26 BAD BOY'S

18/04/2022

27

Bab 27 SEBUAH CIUMAN

19/04/2022

28

Bab 28 CINTA DAN NAFSU

19/04/2022

29

Bab 29 DINNER WITH GALANG

19/04/2022

30

Bab 30 KEMARAHAN DEVAN

19/04/2022

31

Bab 31 MICEL TELAH KEMBALI

20/04/2022

32

Bab 32 I HATE YOU

20/04/2022

33

Bab 33 BEASISWA KE LUAR NEGERI

21/04/2022

34

Bab 34 MERASA KEHILANGAN

21/04/2022

35

Bab 35 KELAINAN SEX

21/04/2022

36

Bab 36 CIUMAN DI PAGI HARI

22/04/2022

37

Bab 37 MERASA MEMILIKI

22/04/2022

38

Bab 38 DASAR IBLIS

22/04/2022

39

Bab 39 KISS ME

22/04/2022

40

Bab 40 RASA ITU MULAI TUMBUH

22/04/2022