Mencintai Anak Kakakku

Mencintai Anak Kakakku

Ropiah

4.4
Komentar
3.5K
Penayangan
33
Bab

Ara Qubilah Iskander, gadis cantik berdarah Turki yang sejak dari kecil sangat mengagumi Chandra Syauqi Abimana, pria remaja yang tak lain adalah adik dari mamanya. Ara menganggap Chandra sebagai pangeran yang selalu menjadi pahlawan untuknya. Namun berbeda dengan Chandra, pria remaja itu menganggap Ara gadis yang selalu menyusahkannya, bahkan tidak membiarkannya hidup dengan tenang. Hingga pada suatu malam, Chandra dan Ara terlibat dalam sebuah kesalah pahaman hingga membuat mereka berselisih, bahkan membuat Chandra membenci Ara. Akankah keduanya bisa akur kembali? Dan apakah Ara masih menganggap Chandra sebagai pahlawan untuknya? Seputar novel bisa follow IG @ropiah_201

Mencintai Anak Kakakku Bab 1 Menjemput

Hari telah berganti minggu, dan bulan telah berganti tahun. Dua anak kecil dengan rentan usia yang tak jauh berbeda kini telah tumbuh menjadi sosok remaja yang cantik dan tampan. Mereka tumbuh di tengah keluarga yang hangat dan harmonis.

Keduanya sering dipertemukan dalam suatu acara keluarga. Meski jarak yang cukup jauh memisahkan mereka didua negara namun keduanya menjalin keakraban.

Ara Qubilah Iskander, gadis berusia tujuh belas tahun dibesarkan di Turki dengan kasih sayang yang melimpah yang ia dapatkan pada semua anggota keluarga, dan menjadikannya gadis periang dan manja, namun begitu menjadikan Ara gadis dengan prilaku baik dan santun.

Gadis itu terus saja merajuk dan merengek agar keinginannya bersekolah di Indonesia dapat di penuhi oleh kedua orang tuanya. Tujuan utamanya adalah ingin lebih dekat dengan pamannya yang tak lain adalah adik dari anne Ika, namun Ara lebih menganggap sosok Chandra sebagai pangeran impiannya ketimbang menganggap Chandra sebagai pamannya.

"Aku berjanji saat berada di Indonesia tidak akan menyusahkan oma Cyra dan Opa Chaka, aku akan menjadi gadis manis, tidak banyak tingkah dan penurut."

"Ayo lah Anne, ayolah Baba, boleh ya boleh ya."

Ara terus saja merayu kedua orang tuanya agar diberi izin, segala upaya sudah iya lakukan untuk mengambil kepercayaan kedua orang tuanya, Ara ingin merasakan suasana dan pengalaman baru dalam hidupnya.

"Baiklah baba akan mengizinkan."

Mendengar kata itu yang terucap dari baba Esad membuat Ara berloncat kegirangan, layaknya seorang anak kecil yang mendapatkan mainan baru.

Meski banyak pesan yang ia harus ingat dari kedua orang tuanya serta Nine ikut memberikan wejangan untuknya, namun tidak membuat gadis itu merasa bosan. Ia sudah sangat senang akan bertemu seseorang yang sebentar lagi akan selalu dapat ia lihat setiap hari.

"Ara apa kamu sudah mengerti dengan apa yang kita katakan?"

Gadis itu mengangguk dengan semangatnya.

"Apa?"

Ara terlihat berpikir, ia kurang mendengarkan, pikirannya sudah tertuju pada satu nama.

"Iya aku ingat Anne, Anne tenang saja," katanya sambil menyengir.

"Benarkah? sepertinya yang anne perhatikan kamu tidak ingat satupun perkataan anne," tebak Ika.

Ara menyengir semakin lebar, memperlihatkan deretan gigi putihnya, anne Ika selalu dapat menebak apa yang putrinya pikirkan serta apa yang akan Ara lakukan, anne Ika mama yaang terbaik yang Ara punya.

Anne Ika berdecak dengan tingkah putrinya itu, baginya Ara masihlah putri kecilnya hingga kapanpun.

Satu minggu setelah mengurus semua keperluan Ara dari surat-surat kepindahan sekolahnya, serta barang-barang pribadinya sudah Ara persiapkan. Dan selama satu minggu itu juga anne Ika, baba Esad serta nine El terus saja berpesan ini dan itu hingga membuat Ara hafal di luar kepala.

Karena sayangannya keluarga pada Ara membuat mereka tidak rela melepas kepergian Ara, mereka akan berjauhan dengan gadis manja itu.

Selama kurang lebih dua belas jam perjalanan Ara dari Turki menuju Indonesia, namun tidak membuat rasa lelah melandanya, ia sangat bahagia dan bersemangat.

Chandra Syauqi Abimana, anak bungsu dari Chaka Abimana, pria remaja yang tak banyak bicara, tidak suka diganggu dalam urusan pribadinya namun meski begitu banyak yang menggilainya karena ketampanannya yang menurun dari daddy nya.

Chandra sudah dapat mencium gelagat yang tidak mengenakan, mulai hari ini setelah ia mengetahui putri dari kakaknya akan tinggal di Indonesia membuatnya menjadi malas, gadis itu selalu menyusahkannya bahkan cenderung merepotkannya, bahkan gadis itu selalu menempel bagaikan perangko, membuat Chandra terusik ketenangannya.

Dan hari ini Chandra diminta oleh bunda Cyra untuk menjemput kedatangan Ara di bandara. Belum apa-apa sudah merepotkannya saja, pikir Chandra.

Ara melambaikan kedua tangannya, dengan senyum jenakanya, gadis remaja itu segera berlari ke arah Chandra, meninggalkan koper miliknya tertinggal di belakang. Meski dari kejauhan Ara sudah dapat melihat Chandra, pria tampan itu terlihat sangat kontras meski berada di antara kerumunan hingga mudah untuk Ara menemukan pangeran idolanya itu atau memang matanya hanya berfokus pada satu orang saja.

Sedangan Chandra berdecak, ia membalikan badannya, belum apa-apa ia sudah pusing terlebih dahulu melihat Ara yang begitu bersemangat, belum lagi pesan yang diberikan oleh kakaknya yang semakin membuat sakit kepala.

"Andra selama Ara di sana kamu harus menjaganya, awasi dia. Ara itu terkadang sangat ceroboh dan mudah percaya dengan orang lain, dia selalu berpikir jika semua orang itu baik."

"Andra kakak titip Ara padamu, temani dia ke manapun, hanya kamu yang kakak percaya."

Bla ... bla ... bla ...

Banyak lagi perkataan kakaknya yang membuat Chandra pusing dan terus berputar-putar di kepalanya.

Chandra berpikir jika kakaknya saat ini sedang menitipkan anaknya yang berusia lima tahun padanya, banyak sekali pesan yang dikatakannya itu, padahal kenyataannya adalah usia merekaa hanya terpaut satu tahun.

"Andra!" teriak Ara sudah merentangkan tangannya ingin memeluk pria itu.

Namun saat jarak mereka hanya sekitar tiga jengkal lagi, Andra menempelkan jari telunjuknya pada kening Ara.

"Mau apa kamu Ara?" katanya datar.

"Mau peluk, memangnya Andra tidak merindukanku? kita sudah beberapa bulan tidak bertemu," ocehnya.

"Tidak ada peluk-peluk ya Ara," tegasnya.

Ara mencebikan bibirnya. "Dasar pelit."

Chandra tidak memperdulikan ocehan Ara, Chandra berbalik dan melangkah pergi.

"Ehh Andra mau ke mana?" tanya Ara.

"Pulang, memangnya kamu ingin menginap di sini," katanya tanpa berbalik ke arah Ara.

"Bantu bawakan kopernya, apa Andra tidak kasihan pada Ara."

Andra mendengus dan menghentikan langkahnya, ia berbalik badan menghadap Ara, gadis itu sudah tersenyum semeringah.

"Salah sendiri kenapa kamu membawa barang begitu banyak, padahal di mansion barang-barangmu sudah sangat banyak, apa kamu ingin mengubur mansion dengan barang-barangmu Ara. Jadi bawa sendiri."

Kembali melanjutkan langkahnya.

Seketika senyum secerah mentari itu pudar dari bibir Ara, ia mencebikan bibirnya dan segera mengambil kopernya yang tadi sempat ia tinggal di belakang.

"Andra tungguin Ara!" teriak gadis itu.

"Cepatlah sedikit," sahut Andra.

Ara cemberut sambil mengikuti Andra dari belakang.

Ara terus saja menggerutu hingga ia tidak memperhatikan depan.

Duk!

"Aaww." Ara memegang keningnya yang tidak sengaja menabrak punggung Chandra.

Chandra berbalik badan, berdecak sambil menggeleng. Ara tidak pernah berubah menurut Chandra, gadis itu selalu ceroboh.

"Lain kali gunakan matamu dengan benar Ara." Menarik koper yang berada di tangan Ara.

Ara tersenyum dengan tangan yang masih memegang keningnya, meski Chandra terlihaat acuh dan tidak perduli padanya namun kenyataannya Chandra yang selalu ada untuk membantunya.

"Kenapa masih berdiri di situ, aku akan meninggalkanmu Ara."

"Ehh iya." Berlari menyusul Andra, Ara melingkarkan tangannya pada lengan Chandra.

"Ara."

"Sedikit saja, pelit banget, Ara sudah jinak tidak akan menggigit juga"

"Ara."

"Iya-iya Ara tidak menyentuh Chandra lagi."

Keduanya berjalan menuju mobil untuk pulang ke mansion.

Besambung ....

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gemoy
5.0

Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku. ''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur. ''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur. lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman. ''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku. jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi . Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri. ''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga. Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku. ''Jangan nak... ibu mohon.... Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat. Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............ Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat! Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar. Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar. Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Mencintai Anak Kakakku Mencintai Anak Kakakku Ropiah Romantis
“Ara Qubilah Iskander, gadis cantik berdarah Turki yang sejak dari kecil sangat mengagumi Chandra Syauqi Abimana, pria remaja yang tak lain adalah adik dari mamanya. Ara menganggap Chandra sebagai pangeran yang selalu menjadi pahlawan untuknya. Namun berbeda dengan Chandra, pria remaja itu menganggap Ara gadis yang selalu menyusahkannya, bahkan tidak membiarkannya hidup dengan tenang. Hingga pada suatu malam, Chandra dan Ara terlibat dalam sebuah kesalah pahaman hingga membuat mereka berselisih, bahkan membuat Chandra membenci Ara. Akankah keduanya bisa akur kembali? Dan apakah Ara masih menganggap Chandra sebagai pahlawan untuknya? Seputar novel bisa follow IG @ropiah_201”
1

Bab 1 Menjemput

18/01/2022

2

Bab 2 Taman

18/01/2022

3

Bab 3 Bertukar Kamar

18/01/2022

4

Bab 4 Kena Batunya

19/01/2022

5

Bab 5 Tidak Saling Mengenal

19/01/2022

6

Bab 6 Sekolah Baru

19/01/2022

7

Bab 7 Teman Baru

19/01/2022

8

Bab 8 Memperhatikan

19/01/2022

9

Bab 9 Apa Kamu Terusik

19/01/2022

10

Bab 10 Aku Tidak Tahan

19/01/2022

11

Bab 11 Selalu Seperti Itu

21/01/2022

12

Bab 12 Hadiah

23/01/2022

13

Bab 13 Pria Populer

23/01/2022

14

Bab 14 Ara Menghilang

24/01/2022

15

Bab 15 Penampilan Yang Kacau

24/01/2022

16

Bab 16 Hanya Kamu Seorang

25/01/2022

17

Bab 17 Insiden

25/01/2022

18

Bab 18 Maafkan aku

26/01/2022

19

Bab 19 Di Bawah Alam Sadar

28/01/2022

20

Bab 20 Gadis Ceroboh

28/01/2022

21

Bab 21 Ada Apa Dengannya

30/01/2022

22

Bab 22 Keponakan dan Paman

30/01/2022

23

Bab 23 Semua Karenamu

02/02/2022

24

Bab 24 Peringatan

02/02/2022

25

Bab 25 Siapa Pelakunya

05/02/2022

26

Bab 26 Peringatan

15/02/2022

27

Bab 27 Mengakui

15/02/2022

28

Bab 28 Sepasang Kekasih

15/02/2022

29

Bab 29 Dibuat Bingung

02/03/2022

30

Bab 30 Jangan Bergantung Padaku

02/03/2022

31

Bab 31 Pergi Ke Pesta

15/04/2022

32

Bab 32 Masuk Perangkap

19/04/2022

33

Bab 33 Penyelamatan

19/04/2022