WAJAH SUAMIKU TIDAK TAMPAN LAGI

WAJAH SUAMIKU TIDAK TAMPAN LAGI

purnama_biru

5.0
Komentar
1K
Penayangan
24
Bab

Naiya dan Fadhil sudah menikah selama lima tahun. Kehidupan Mereka sangatlah bahagia. Walaupun tidak ada buah hati diantara mereka. Fadhil sangat mencintai Naiya. Dia tidak pernah melirik wanita manapun selain sang istri. Hal itulah yang membuat Aini Ibunya Fadhil terus berusaha memisahkan Mereka. Hingga sebuah musibah pun terjadi. Fadhil mengalami kecelakaan yang membuat wajahnya menjadi berubah. Apakah Naiya akan terus bertahan dengan kondisi suami yang sudah tidak tampan lagi? Atau memilih bertahan? Dan mencari tahu siapa dalang di balik musibah yang menimpa suaminya? Yuk ikutin kisah Naiya.

WAJAH SUAMIKU TIDAK TAMPAN LAGI Bab 1 Kedatangan Aini

Sebuah rumah mewah, tampak sepasang suami istri baru saja selesai sarapan pagi.

"Sayang, Abang pulang telat ya? karena hari ini ada audit di sekolah. Langsung dari pusat."ujar Fadhil.

"Ya Bang, nggak apa–apa. Yang penting jangan terlalu fokus dengan kerjaan, tapi perut Kamu lapar."balas Naiya.

Fadhil tersenyum membalas ucapan sang istri yang Dia cintai.

Sebuah kecupan mendarat di kening Naiya.

"Bulan depan Abang ambil cuti ya?Kita bulan madu lagi. Mana tau kali ini Kita berhasil." ajak Fadhil. Seraya mengedipkan mata nakalnya, membuat sang isteri tersipu malu.

"Ya Bang, terserah Abang gimana baiknya. Aku manut aja. Yang penting Abang bahagia, maafkan Aku ya? belum bisa memberikan buah hati untuk Abang." lirih Naiya.

Wanita itu menatap sendu ke arah sang suami. Hati Fadhil ikut sedih dengan apa yang diucapkan Naiya. Dengan cepat memeluk Naiya, untuk menenangkan wanita cantik itu.

"Kita sama-sama sehat Sayang, jadi Kamu jangan menyalahkan diri Kamu. Insya Allah bulan madu kali ini pasti berhasil. Kamu mau kemana? Abang pasti bawa Kamu,"

"Kita ke sabang aja. Jangan jauh-jauh, sekalian ke rumah Kak Erly. Bagaimana?"

"Ide bagus, Abang setuju. Nanti Kamu telpon aja Kak Erly ya? minta tolong carikan hotel yang paling bagus di sana,"

"Siap Bos,"

Keduanya tersenyum bahagia, seolah dunia milik Mereka berdua. Hingga Mama Fadhil datang, Dia mendengar semua pembicaraan anak dan menantunya.

"Kalian mau bulan madu lagi? buang duit aja. Dil, Kamu nikah aja lagi. Tinggalin itu perempuan mandul. Mama sudah pingin banget punya cucu," ujar Aini.

"Mama. tolong jangan ikut campur dengan urusanku. Urus aja anak manja Mama itu, yang kerjanya hanya habisin duit aja."balas Fadhil.

Pria tampan itu tidak menyukai sikap Aini yang selalu ikut campur dengan urusannya dengan Naiya.

"Dil. Keluarga Kita membutuhkan penerus, Kamu nanti waktu tua siapa yang urus? jika bukan anak Kamu. Mama sudah punya kriteria perempuan yang cocok dengan Kamu. Anak orang kaya lagi, Mama ini sudah tua Dil. Jangan sampai Mama mati, belum melihat keturunan Kamu."

"Cukup Ma. Aku tidak ingin membahas lagi masalah ini. Mama jangan berdoa agar cepat mati, itu dosa Mama masih sangat banyak. Sayang, Ayo ke kamar."

Fadhil menarik pelan tangan Naiya dan Mereka berlalu dari hadapan Aini.

"Entah pelet apa yang dipakai perempuan miskin itu, sampai Fadhil tidak pernah melirik perempuan manapun. Ini tidak bisa Aku biarkan. Sudah cukup lima tahun Dia menumpang hidup di keluargaku. Aku mesti memisahkan Mereka dengan caraku sendiri,"

Aini tidak pernah menyukai Naiya, karena menantunya itu berasal dari keluarga sederhana yang berbeda dengan Mereka yang orang kaya.

"Bang. Kamu tidak boleh bersuara keras dengan Mama. Beliau sudah membesarkan Abang. Nanti malahan Abang berdosa lho. Entar Aku sendirian di surga, "ujar Naiya. Wanita berhidung mancung itu mengerucutkan bibirnya.

Membuat Fadhil langsung mencium bibir merah delima itu.

Naiya memukul pelan dada Fadhil, yang tersenyum nakal pada Naiya.

"Iss. Mesum pagi-pagi, Pokoknya Abang jangan membantah perkataan Mama. Dosa," ujar Naiya.

"Tidak sayang, malahan Abang yang akan berdosa jika membela mama. Kamu yang akan terzalimi. Abang tidak ingin malaikat murka pada Abang. entar Abang di neraka, Kamu di surga. emang mau pisah dengan Abang? " goda Fadhil.

Naiya menggelengkan kepalanya, lantas

Keduanya pun saling berpelukan dengan erat. Rasa cinta yang begitu besar pada Naiya membuat Fadhil menutup mata dan telinga dengan segala kekurangan sang istri. Tidak ada wanita yang bisa menggantikan posisi Naiya dalam hati pria rupawan itu.

"Abang pergi dulu, jangan keluar Kamar jika Mama masih ada di rumah Kita. Mama itu seperti virus yang berbahaya, melebih corona. Makanya Kamu mesti jauh-jauh dari Mama."

"Tapi Bang, kan nggak mungkin Aku biarkan Mama sendirian aja. entar malahan Mama tidak suka dengan Aku. Kan Aku punya anti virus Bang, Kamu tenang aja. Kerja yang benar."

"Biar aja Mama sendirian, nanti Kamu makan hati dengan kata-kata Mama. Pokoknya mesti nurut kata Abang. Entar nggak jadi Kita bulan madu."

"Pakai ngancam segala, ya udah. Aku akan tidur di kamar aja, nggak akan kemana-mana."

"Itu baru isteri Abang, cup.."

Fadhil mengecup pucuk kepala sang istri dengan lembut.

"I love you, baik-baik di rumah. Jika ada apa-apa langsung telpon Abang."

"Siap komandan, I love you,"

Naiya memeluk sang suami dengan erat, selesai mengantar Fadhil di depan pintu kamar. Wanita itu langsung mengunci pintu kamarnya.

Fadhil mendekati Aini yang masih duduk santai di ruang keluarga. Nampak wanita itu sedang menonton televisi.

"Mama pulang aja ke rumah, jangan lama-lama di sini. Yang ada Nai sakit hati dengan sikap Mama."ujar Fadhil.

"Kamu mengusir Mama? hanya karena wanita kampung itu? Gila Kamu, Fadhil. Mau jadi anak durhaka Kamu? Kamu lupa, Mama ini yang sudah membesarkan Kamu. Bukan wanita miskin bin mandul itu."bentak Aini.

Wanita berusia lima puluh tahun lebih itu menatap tajam pada Fadhil.

"Mama. Aku sayang dengan Mama, tapi tolong jaga sikap dan kata-kata Mama. Jangan terus menghina Naiya,"

"Emang kenapa dengan kata-kata Mama? kan nggak ada yang aneh? toh yang Mama katakan itu semua benar,"

"Aneh sih nggak Ma. cuman pedes melebihi cabe setan.Mama jika bicara asal aja, saring dulu. Jangan asal bicara saja. Nai pasti sakit hati, Ma."

"Emang kopi mesti disaring? enak aja bilang mama ini kayak setan. pergi kerja sana. Baru aja jadi kepala sekolah Kamu udah berani katain Mama yang bukan-bukan. Mau Mama doakan yang jelek buat Kamu?"

Fadhil mengelidik ngeri melihat Mamanya yang mengancam dirinya.

Aini mendorong tubuh Fadhil agar segera keluar dari rumah. Karena Dia memiliki sebuah rencana untuk Naiya.

"Cepetan pergi Fadhil. Itu sudah hampir jam delapan, Mentang-mentang Kamu kepala sekolah. Tapi suka bolos waktu. Kasih contoh ke anak buah Kamu, Dil."

"Ya Ma. titip Naiya ya? Jangan Mama ganggu Dia ya?"

"Tenang aja, Nggak akan Mama makan isteri Kamu itu."

"Hahaha,"

Fadhil mencium tangan Aini, lantas masuk ke dalam mobil.

"Yes, Pergi juga itu anak, Aku akan buat Naiya pergi dari hidup putraku. Perempuan mandul itu akan pergi dengan sendirinya tanpa Aku usir. Aku akan mencari wanita yang berkelas seperti keluargaku, bukan benalu dan keluarga miskin seperti Nai," gumam Aini.

Lantas Aini menelpon seseorang untuk segera datang ke rumah Fadhil. Senyum menyeringai di wajah Aini.

Ternyata Aini mempunyai niat jahat pada sang menantu. Entah setan apa yang mempengaruhi wanita berusia lima puluh tahun itu.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder

Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder

Cris Pollalis
5.0

Raina terlibat dengan seorang tokoh besar ketika dia mabuk suatu malam. Dia membutuhkan bantuan Felix sementara pria itu tertarik pada kecantikan mudanya. Dengan demikian, apa yang seharusnya menjadi hubungan satu malam berkembang menjadi sesuatu yang serius. Semuanya baik-baik saja sampai Raina menemukan bahwa hati Felix adalah milik wanita lain. Ketika cinta pertama Felix kembali, pria itu berhenti pulang, meninggalkan Raina sendirian selama beberapa malam. Dia bertahan dengan itu sampai dia menerima cek dan catatan perpisahan suatu hari. Bertentangan dengan bagaimana Felix mengharapkan dia bereaksi, Raina memiliki senyum di wajahnya saat dia mengucapkan selamat tinggal padanya. "Hubungan kita menyenangkan selama berlangsung, Felix. Semoga kita tidak pernah bertemu lagi. Semoga hidupmu menyenangkan." Namun, seperti sudah ditakdirkan, mereka bertemu lagi. Kali ini, Raina memiliki pria lain di sisinya. Mata Felix terbakar cemburu. Dia berkata, "Bagaimana kamu bisa melanjutkan? Kukira kamu hanya mencintaiku!" "Kata kunci, kukira!" Rena mengibaskan rambut ke belakang dan membalas, "Ada banyak pria di dunia ini, Felix. Selain itu, kamulah yang meminta putus. Sekarang, jika kamu ingin berkencan denganku, kamu harus mengantri." Keesokan harinya, Raina menerima peringatan dana masuk dalam jumlah yang besar dan sebuah cincin berlian. Felix muncul lagi, berlutut dengan satu kaki, dan berkata, "Bolehkah aku memotong antrean, Raina? Aku masih menginginkanmu."

Cinta yang Tersulut Kembali

Cinta yang Tersulut Kembali

Calli Laplume
4.9

Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
WAJAH SUAMIKU TIDAK TAMPAN LAGI WAJAH SUAMIKU TIDAK TAMPAN LAGI purnama_biru Romantis
“Naiya dan Fadhil sudah menikah selama lima tahun. Kehidupan Mereka sangatlah bahagia. Walaupun tidak ada buah hati diantara mereka. Fadhil sangat mencintai Naiya. Dia tidak pernah melirik wanita manapun selain sang istri. Hal itulah yang membuat Aini Ibunya Fadhil terus berusaha memisahkan Mereka. Hingga sebuah musibah pun terjadi. Fadhil mengalami kecelakaan yang membuat wajahnya menjadi berubah. Apakah Naiya akan terus bertahan dengan kondisi suami yang sudah tidak tampan lagi? Atau memilih bertahan? Dan mencari tahu siapa dalang di balik musibah yang menimpa suaminya? Yuk ikutin kisah Naiya.”
1

Bab 1 Kedatangan Aini

22/01/2024

2

Bab 2 Rencana yang gagal

22/01/2024

3

Bab 3 Bukan perempuan biasa

22/01/2024

4

Bab 4 Gadis yang menyukai Fadhil

22/01/2024

5

Bab 5 Senjata makan tuan

22/01/2024

6

Bab 6 Calon pelakor

22/01/2024

7

Bab 7 Ancaman untuk Aini

22/01/2024

8

Bab 8 Fadhil kecelakaan

22/01/2024

9

Bab 9 Ancaman Mama Naiya

22/01/2024

10

Bab 10 Titik terang

22/01/2024

11

Bab 11 Akbar di culik

22/01/2024

12

Bab 12 Pelajaran untuk Akbar

22/01/2024

13

Bab 13 Aini mulai menyukai Naiya

22/01/2024

14

Bab 14 Cinta Hamka

22/01/2024

15

Bab 15 Pelajaran untuk Ranti

22/01/2024

16

Bab 16 Naiya dan Ranti dibawa polisi

22/01/2024

17

Bab 17 Kemarahan Naiya

22/01/2024

18

Bab 18 Naiya menghajar Hamka

22/01/2024

19

Bab 19 Rencana Ranti untuk kabur

22/01/2024

20

Bab 20 Nafsu Faisal

22/01/2024

21

Bab 21 Hamka melaporkan Ranti ke polisi

23/01/2024

22

Bab 22 22

27/02/2024

23

Bab 23 23

29/02/2024

24

Bab 24 24.

02/03/2024