icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

SABDA CINTA

Bab 5 Canggung

Jumlah Kata:1007    |    Dirilis Pada: 29/12/2021

elakang, menatap C

k kamu ada

datar sambil melipat

u. Tadi kamu menolak ajakanku dan ingin menungguku dimobil saja, kenapa sek

elihat Cinta sambil meringis pelan. Pikiranny

an, kan?" tanya Sabda

ng. "Belum, me

t lain aja yuk, aku punya rekomendasi tempat maka

urigaan pada pria yang sedang berada di hadapannya.

aja?" tanya Cinta deng

a itu berpikir keras agar bis

iba saja matanya melihat Farel dan Ke

a ke sini, apa mere

rkejut dengan perlakuan Sabda, wanita itu berusaha melepaskan cekalan tangan

mengumpat lirih karena mendapat

aku beri perhitungan!'

kecepatan sedang, Cinta meliha

ngannya?' b

langsung memalingkan wajahnya ke

daannya darurat. Sumpah!" ucap Sabda sambil

g aja kamu pengen pe

erubah. Narsisnya masih tinggi. Tanpa sadar Sabda tertaw

in kamu kok, aku cuma ingat ses

di antara mereka pun kembali muncul. Tak ad

a itu terus saja mengoceh tak jelas. Diliriknya wanita itu, Sabda melihat Cinta seperti sedang memikirkan

u dia urungkan, keadaan lagi-lagi menamparnya b

yang dulu. Wanita feminim

melihat Farel di sa

ar pria itu ngerem mendadak. Pr

ya Cinta. Kepala wanita itu celingukan ke sana-kem

n, melainkan jalanan yang begi

aksud. Kamu bohongin a

k. Aku nggak bohong," jaw

apa berhen

uang air kecil dulu.

au buang air kecil di sini? Ya kali di jalanan. Ng

Pria itu kembali menyalakan mobilnya, men

*

buat kamu. Tutup mata ka

u langsung memejamkan matanya, bib

, akan tetapi suara Cinta tak lagi terdengar.

abda mengerjap berkali-kali untuk memasti

?" tanya Sabd

tersenyum. "Iya, ini

eluknya hadiah itu dengan erat. Ini adalah barang impian Sa

, Cinta," kat

ang terim

ap Cinta cukup lama, tak lama kemudia

ika bersama Cinta. Di saat Cinta memberikan hadiah padanya karena

am?" tanya

ika berdekatan dengan Cinta otaknya selalu berpikir di

ya, aku suka," jawab pria it

tanya, heran karena

ngajakku ke sini? Kena

uru Cinta menyodorkan

rnya pedas, pasti bakalan sakit tuh di

dengan senyuman tipis. Memang benar yang dikataka

s, kenapa? Apa kamu merasa terbebani dengan sikapku? Kalau iya, kenapa ti

ima jika Cinta berkata seperti itu. Namun say

erdua sama-sama dewasa, rasanya tidak mungkin jika akrab seperti dulu. Dan yang lebih sialnya lagi, ingata

u adalah suatu keharusan, aku ingin melihat sifat Cint

ersenyu

mati. Tidak ada Cinta yang dulu. Inilah Cinta yang seka

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka