icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aegis of the Sun

Bab 5 5. Hujan Diwaktu Musim Semi

Jumlah Kata:1076    |    Dirilis Pada: 10/09/2022

tidurnya, duduk dipinggir ranjang jerami itu menghadap kearah jendela yang tertutup rapat. Cahaya hangat dari lampu minyak pun me

tersebut ketika dirinya terakhir kali keluar dari kamarnya karena terburu-buru. Biar bagaimanapun

endung dilangit. Edgar memutarnya hingga api yang menyala diatas sebuah sumbu yang te

t, lalu merentangkan kedua tangannya, membuka jendela kayu itu lebar-lebar,

sa ia rasakan ketika sudah tiba di Guild. Bukan karena ia berada disebuah atap yang sama bers

nyembunyikan kota kecil itu dari cakrawala. Menandakan bahwa hujan sebentar lagi akan tiba. Edgar bersyukur bahwa ia sudah tiba di Guild t

edaunan kering yang telah membusuk yang berserakan tepat dibawah jendelanya setelah pria

r kota dengan keheningan jejeran pohon yang langsung mengarah kesebuah hutan ya

batasan itu. Hujan akan turun kapan saja. Ini seharusnya musim semi, musim semi

r ini hujan datang tak pernah terprediksi kapan awan kelabu menumpahkan ton air ke kota kecil itu. Ortania bak kota yang

au memungut mereka semua. Dan kebetulan tumben sekali pria tua itu tak terlihat saat ini. Horald dan Juildith pun belum pulang. Kal

s pun datang tanpa ia pinta, dan berselang beberapa detik kemudian, tetesan air yang b

membuat ia menyukai aroma tersebut. Tanah yang kering diseberang luar kamarnya kini akhirnya basah karena gu

ggi. Disitulah Edgar harus menahan kulitnya yang terbakar s

ka semesta memberinya kehidupan. Hujan ini bagaikan sebuah Element al

mengetahui siapa yang baru saja berkata sesuatu padanya, namun setelah pandangannya menatap seluruh ruangan mungil itu, dia benar-benar ta

bahwa ia hanya salah dengar dan hanyalah sebuah halusinasi

tu hantu? Atau cuma sebuah angin yang berhembus memasuki jendela kamarnya, dan kebetulan sekali ia dalam keadaa

rang datang masuk kedalam kamarnya tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu. Jantung Edgar

mpermasalahkan kelancangannya. "Fyerith? Kau sungguh membuatku sangat terkejut." Desis Edgar

li sejak kau masuk begitu saja ke kamarku tanpa mengetuk pintu terlebih dahu

tu bersikap peduli dengannya. Edgar menggeleng pada akhirnya. "Tidak ada. Aku hanya, um.

bar. "Jadi," Kata Edgar kembali menoleh kearah luar jendela. "Apa yang membuatmu sampai kau masuk begitu saja ke kamarku, Fyerith

saja memberitahukan hal itu padaku tadi. Makanya aku lekas menemuimu untuk bertanya soal itu

terlalu berpikir berlebihan. Mana mungkin aku mau meninggalkan rumah ternyaman bagiku ini. Aku sudah menjelaskannya pada mereka, kan? Hanya mal

...

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka